Jangan pernah berkata nanti untuk kesempatan melakukan pekerjaan-pekerjaan/tindakan yang mulia. Berkata "nanti" adalah ciri-ciri dari seorang perfeksionis yang selalu menunda pekerjaan karena ingin segala sesuatunya sempurna terlebih dahulu. Ketika kita menunda-nunda pekerjaan yang baik, maka waktu sudah terlalu banyak terbuang. Apa yang kita impikan tidak pernah tercapai, dan kita hanya melihat impian-impian itu terjadi pada orang lain yang cepat bertindak.
Di bawah ini contoh pekerjaan-pekerjaan mulia yang harus segera dilaksanakan:
1. Shalat tepat waktu
2. Zakat, infaq, shodaqoh
3. Mengaji, membaca
4. Bersilaturahmi
5. Menyelesaikan pekerjaan kantor
6. Membayar hutang
6. Menolong orang lain
7. Bersih-bersih/beres-beres
8. Menjalankan usaha
9. dll...
Masih banyak tentunya pekerjaan-pekerjaan mulia yang tidak dapat disebutkan semuanya. Kapan kita akan melaksanakannya, jawabnya adalah "sekarang". Kalau kita berkata "nanti, aku masih sibuk". Kesibukan apa sebenarnya yang membuat kita lalai mengerjakannya. Waktu demikian cepat berjalan, berputar. Tau-tau sudah besar, tau-tau sudah nikah, tau-tau sudah punya anak, tau-tau sudah tua. Alangkah menyesalnya jika menyadari diri kita sudah tua, tetapi banyak kesempatan besar yang kita lewati di masa muda. Sedangkan kita tidak dapat kembali lagi ke masa itu. Tidak ada yang bisa melawan penuaan diri. Semuanya atas kehendak Allah. Maka, bangkitlah, sekarang saatnya, jangan bagaimana nanti, tetapi nanti bagaimana. Pikirkan akibatnya jika terus menunda-nunda pekerjaan.
Demi Masa
Sesungguhnya Manusia dalam kerugian. Kecuali Orang-orang yang beramal shaleh dan saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. (QS : Al-Ashr 1-3)
Tuesday, August 10, 2010
Saturday, July 17, 2010
Pelajaran Berharga
Ada kalanya suatu ilmu pelajaran baru akan kita rasakan manfaatnya atau kebenarannya beberapa tahun atau beberapa puluh tahun kemudian. Dan inilah yang baru penulis alami, suatu hal yang sepele namun cukup berharga.
Penulis sudah 2 kali mengalami hal yang tidak menyenangkan sebagai konsumen yang membeli barang elektronik. Sekitar 2 tahun yang lalu membeli sebuah laptop 14 inch. Tampilannya cukup menarik, fasilitas juga lengkap, harga juga cukup terjangkau. Selama 2 tahun itu juga laptop tsb. senantiasa menemani pekerjaan sehari-hari, termasuk menulis di blog yang sering saya lakukan. Tetapi hal yang mengecewakan itu terjadi begitu saja, laptop tsb. tiba-tiba di pagi hari tidak bisa dinyalakan, layar blank. Penulis cukup panik juga, karena data-data penting pekerjaan, foto-foto keluarga yang belum tercetak juga ada di dalamnya. Singkat cerita laptop tsb. diservice, dan menelan biaya Rp. 800.000 rupiah. Tetapi tidak tahan lama, sebulan kemudian terjadi lagi hal yang sama. Benar-benar mengesalkan. Untungnya harddisk masih cukup baik dan data dapat penulis amankan dengan memindahkannya ke harddisk komputer. Saya tidak mau ambil pusing lagi, laptop tsb. kini saya titipkan ke teman untuk dijual komponennya saja, mungkin LCD, Harddisk dan memori bisa dijual ke orang yang membutuhkannya. Daripada hanya teronggok di kamar tanpa manfaat sama sekali. Tetapi yang jelas saya sudah cukup banyak kehilangan waktu, tenaga, materi, pikiran untuk mengurusnya. Akhirnya saya membeli lagi sebuah netbook yang agak mahal sedikit, tidak mengapa tetapi puas, karena berkualitas.
Produk yang berikutnya adalah Handphone. Begitu maraknya berbagai merk Handphone kali ini. Terutama merk-merk dari Cina yang begitu membanjir di pasaran Indonesia. Kita sebagai konsumen memang harus teliti betul mengenai masalah kualitas ini, daripada menyesal kemudian. Namun lagi-lagi penulis mengalami hal yang sama. Karena tergiur Handphone yang cukup murah namun dengan fasilitas yang cukup lengkap, penulis membelinya. Walaupun sebenarnya saya sudah mempertimbangkan dari pengalaman-pengalaman beberapa teman yang sudah menggunakan produk tsb. Singkat kata beberapa kali handphone tsb. mengalami Hang, tombol juga mulai mengalami masalah. Akhirnya penulis jual kembali sebelum bertambah parah, dengan menjelaskan keluhan tsb. kepada counter.
Cukup sudah 2 pengalaman di atas untuk menjadi pelajaran. Saya tidak ingin mengalaminya lagi.
Di kelas 4 SD dahulu kira-kira 18 tahun yang lalu, penulis masih ingat betul ibu guru SD pernah mengatakan bahwa sebaiknya kita membeli barang itu yang mahal sedikit tidak mengapa, justru lebih hemat daripada membeli barang murah. Alasannya, bahwa barang yang mahal kualitasnya lebih bagus daripada barang yang murah. Sehingga jika kita membeli barang yang mahal, maka barang tersebut akan awet terpakai untuk jangka waktu yang lama. Sedangkan jika membeli barang yang murah, maka justru merupakan pemborosan, karena tidak beberapa lama barang tersebut akan rusak. Kita akan mengeluarkan dana lagi untuk memperbaikinya berkali-kali bahkan mungkin harus membuangnya begitu saja jika kerusakannya parah, atau jika biaya servisnya mendekati harga baru, akhirnya kita memutuskan untuk membeli lagi barang yang baru. Sehingga banyak sekali kerugiannya, secara materi, waktu, tenaga dan pikiran kita tersedot mengurus barang tsb. Sebuah nasehat yang cukup berharga dari ibu guru, namun saya lupa dan mengabaikannya. Terima kasih ibu guru, semoga ke depan saya bisa mengamalkan nasehat ibu.
Kata kunci utama sebenarnya adalah kualitas, carilah barang yang berkualitas. Kita kesampingkan dulu masalah harga. Setelah kualitas, baru harga kita bandingkan, cari yang termurah di antara yang berkualitas. Namun biasanya, harga itu mengikuti kualitas, walaupun tidak semua yang mahal itu berkualitas, dan tidak semua yang murah itu murahan.
Semoga bermanfaat.
Penulis sudah 2 kali mengalami hal yang tidak menyenangkan sebagai konsumen yang membeli barang elektronik. Sekitar 2 tahun yang lalu membeli sebuah laptop 14 inch. Tampilannya cukup menarik, fasilitas juga lengkap, harga juga cukup terjangkau. Selama 2 tahun itu juga laptop tsb. senantiasa menemani pekerjaan sehari-hari, termasuk menulis di blog yang sering saya lakukan. Tetapi hal yang mengecewakan itu terjadi begitu saja, laptop tsb. tiba-tiba di pagi hari tidak bisa dinyalakan, layar blank. Penulis cukup panik juga, karena data-data penting pekerjaan, foto-foto keluarga yang belum tercetak juga ada di dalamnya. Singkat cerita laptop tsb. diservice, dan menelan biaya Rp. 800.000 rupiah. Tetapi tidak tahan lama, sebulan kemudian terjadi lagi hal yang sama. Benar-benar mengesalkan. Untungnya harddisk masih cukup baik dan data dapat penulis amankan dengan memindahkannya ke harddisk komputer. Saya tidak mau ambil pusing lagi, laptop tsb. kini saya titipkan ke teman untuk dijual komponennya saja, mungkin LCD, Harddisk dan memori bisa dijual ke orang yang membutuhkannya. Daripada hanya teronggok di kamar tanpa manfaat sama sekali. Tetapi yang jelas saya sudah cukup banyak kehilangan waktu, tenaga, materi, pikiran untuk mengurusnya. Akhirnya saya membeli lagi sebuah netbook yang agak mahal sedikit, tidak mengapa tetapi puas, karena berkualitas.
Produk yang berikutnya adalah Handphone. Begitu maraknya berbagai merk Handphone kali ini. Terutama merk-merk dari Cina yang begitu membanjir di pasaran Indonesia. Kita sebagai konsumen memang harus teliti betul mengenai masalah kualitas ini, daripada menyesal kemudian. Namun lagi-lagi penulis mengalami hal yang sama. Karena tergiur Handphone yang cukup murah namun dengan fasilitas yang cukup lengkap, penulis membelinya. Walaupun sebenarnya saya sudah mempertimbangkan dari pengalaman-pengalaman beberapa teman yang sudah menggunakan produk tsb. Singkat kata beberapa kali handphone tsb. mengalami Hang, tombol juga mulai mengalami masalah. Akhirnya penulis jual kembali sebelum bertambah parah, dengan menjelaskan keluhan tsb. kepada counter.
Cukup sudah 2 pengalaman di atas untuk menjadi pelajaran. Saya tidak ingin mengalaminya lagi.
Di kelas 4 SD dahulu kira-kira 18 tahun yang lalu, penulis masih ingat betul ibu guru SD pernah mengatakan bahwa sebaiknya kita membeli barang itu yang mahal sedikit tidak mengapa, justru lebih hemat daripada membeli barang murah. Alasannya, bahwa barang yang mahal kualitasnya lebih bagus daripada barang yang murah. Sehingga jika kita membeli barang yang mahal, maka barang tersebut akan awet terpakai untuk jangka waktu yang lama. Sedangkan jika membeli barang yang murah, maka justru merupakan pemborosan, karena tidak beberapa lama barang tersebut akan rusak. Kita akan mengeluarkan dana lagi untuk memperbaikinya berkali-kali bahkan mungkin harus membuangnya begitu saja jika kerusakannya parah, atau jika biaya servisnya mendekati harga baru, akhirnya kita memutuskan untuk membeli lagi barang yang baru. Sehingga banyak sekali kerugiannya, secara materi, waktu, tenaga dan pikiran kita tersedot mengurus barang tsb. Sebuah nasehat yang cukup berharga dari ibu guru, namun saya lupa dan mengabaikannya. Terima kasih ibu guru, semoga ke depan saya bisa mengamalkan nasehat ibu.
Kata kunci utama sebenarnya adalah kualitas, carilah barang yang berkualitas. Kita kesampingkan dulu masalah harga. Setelah kualitas, baru harga kita bandingkan, cari yang termurah di antara yang berkualitas. Namun biasanya, harga itu mengikuti kualitas, walaupun tidak semua yang mahal itu berkualitas, dan tidak semua yang murah itu murahan.
Semoga bermanfaat.
Saturday, April 24, 2010
Efek Kebersamaan

Pernahkah kita berjalan kaki bersama seorang teman menuju suatu lokasi tertentu yang cukup jauh sambil berbincang-bincang, kemudian tanpa terasa ternyata kita sudah sampai? Kemudian pernahkah kita berjalan kaki seorang diri menuju lokasi yang sama, dan ini terasa sangat jauh dan melelahkan? Saya rasa setiap orang pernah merasakan hal yang sama. Apa sebenarnya yang membedakan dari kedua hal di atas?
Masih banyak pengalaman lain yang dapat menjadi contoh. Penulis pernah mengikuti kegiatan Achievement Motivation Learning bersama teman-teman guru sekolah dasar. Dalam suatu kegiatan outbond, kami membentuk lingkaran, di tengah-tengah sudah disediakan papan-papan kayu yang saling disusun bersilang. Di tengah papan kayu tersebut dipilih seorang teman kami yang memiliki bobot tubuh besar. Dan kami diminta untuk mengacungkan telunjuk ke atas langit. Lalu pelan-pelan sambil mengucap Basmallah jari kami turunkan dan diletakkan di bawah papan untuk mencoba mengangkatnya. Kami pikir apa mungkin mampu mengangkat teman kami yang cukup berbobot dan berdiri di atas papan-papan kayu hanya dengan menggunakan jari telunjuk saja? Lalu kami menarik nafas bersama-sama, sang motivator memerintahkan kami untuk saling percaya dan yakin bisa. "Angkat...", teriak sang pelatih. Kamipun mengangkatnya, ajaib, ringan sekali rasanya, teman kami di tengah papan berdiri dapat terangkat ke atas seperti mengangkat sebuah papan kecil saja. Seperti ada kekuatan lain yang ikut mengangkatnya.
Tadinya penulis berpikir sang motivator menggunakan magic dalam melakukannya. Tetapi setelah dijelaskan secara logika ternyata masuk akal juga. Kami menghitung bobot teman kami plus papan-papan yang ada, kira-kira 80 Kg, lalu dibagi 25 orang, jadi sebenarnya setiap orang hanya mengangkat berat 3,2 kg saja menggunakan telunjuk. Jadi kekuatan lain itu memang ada, yaitu kekuatan teman-teman kita selain diri sendiri yang mengangkatnya, dan tentunya dengan izin-Nya.
Contoh lain lagi adalah shalat, ternyata akan terasa lebih nikmat, ringan dan khusyuk dalam menjalankannya jika berjamaah. Terasa berbeda jika hanya menjalankannya seorang diri, biasanya akan terburu-buru, bacaan surat yang pendek-pendek saja dan tidak khusyuk. Pahalanyapun jauh lebih besar, yakni 27 kali lipat.
Berikutnya adalah burung angsa yang terbang, kita melihat angsa di udara terbang bersama-sama dan membentuk formasi huruf V. Ternyata setelah diteliti oleh para ilmuwan, formasi terbang seperti itu tidaklah kebetulan saja. Kepakan sayap angsa yang terdepan akan memberi daya dukung bagi angsa yang di belakangnya, sehingga angsa yang di belakang tidak perlu susah payah menembus dinding udara di depannya. Sehingga mereka dapat menempuh perjalanan yang cukup jauh. Dan jika angsa terdepan lelah, ia akan mundur ke belakang dan digantikan oleh angsa yang lain. Luar biasa...
Model bisnispun sekarang sudah sangat banyak yang menggunakan sistem jaringan dalam pemasarannya. Dan hasilnya luar biasa, perusahaan dapat memasarkan produknya jauh lebih berhasil dibandingkan jika memasarkannya dengan cara biasa. Dan setiap orang di dalam sistem bisnis jaringan ini berkesempatan untuk ikut meraih kesuksesan. Mereka bekerja bersama-sama, saling membantu, memberikan semangat dan motivasi untuk sukses.
Masih banyak tentunya contoh lainnya, teman-teman bisa menambahkannya sendiri, sekian dulu, terima kasih. Sampai jumpa lagi pada judul yang lain....
Friday, March 26, 2010
Antisipasi
Wow, sobat blogger...lama nih ga posting. Yah, postingnya memang pas ada ide aja, kalo lagi ga ada ide ya bisa lama ga nulis-nulis, dipaksakan nulis juga jelek hasilnya. Ok, judul yang diambil kali ini adalah mengenai antisipasi, idenya dari sebuah film yang pernah penulis saksikan ketika di Sekolah Dasar, tentunya dengan tambahan-tambahan bumbu racikan sendiri supaya lebih menarik, selamat membaca...............

Sedia payung sebelum hujan adalah sebuah pepatah yang tepat untuk menggambarkan kata "antisipasi". Antisipasi adalah sebuah kemampuan untuk dapat membaca masa depan (tapi bukan peramal ya!) melalui tanda-tanda yang dapat dilihat saat ini. Orang yang memiliki sifat antisipasi selalu siap dalam menghadapi masa-masa sulit dalam kehidupan.
Pernah di suatu film kungfu, Li Shou Lu adalah seorang jagoan di kampusnya. Suka menolong teman-temannya yang teraniaya. Kemampuan kungfunya juga dapat diandalkan, sehingga ia dijuluki master kungfu di kampusnya tersebut dan tidak ada saingannya. Hal ini membuat Li Shou Lu bangga diri, ia merasa cukup dengan kemampuan kungfunya, sehingga tidak pernah mencoba mempelajari hal-hal dan teknik baru dalam dunia perkungfuan. Hingga suatu ketika masuklah seorang mahasiswa baru di tempat Li Shou Lu kuliah. Mahasiswa baru ini bersifat pendiam, tidak bergaul dan misterius. Pernah suatu ketika Li Shou Lu mencoba mendekatinya, mengajaknya bicara, namun ia pergi begitu saja. Hal ini membuat sekelompok jahil ingin mencoba mengganggunya. Dalam perjalanan pulang, mereka mencegat si "misterius", meledeknya, meminta uang, bahkan memukulnya. Si "misterius" ini hanya diam saja, ketika dipukul perutnyapun terlihat meringis kesakitan, namun tidak banyak bicara. Li Shou Lu yang kebetulan melihat itu tentunya tidak tinggal diam, ia langsung membela si "misterius" yang teraniaya. Teman-teman jahil tersebut tentunya segan melihat kedatangan Li Shou Lu dan mereka tidak mau membuat masalah. Tetapi si "misterius" tetap diam dan tidak bicara apapun kepada Li Shou Lu. Ia hanya sedikit merapikan pakaiannya, menepuk-nepuk pasir dibaju dan celana yang dikenalan, mengambil tas yang terjatuh di tanah. Lalu dengan ucapan pendek saja "terima kasih", lalu pergi meninggalkan Li Shou Lu.
Li Shou Lu tentu saja penasaran memperhatikan sikap teman misteriusnya itu. Sebagai seorang ahli kungfu Li Shou Lu dapat memahami bahwa si misterius ini bukan orang sembarangan, terlihat dari sikap dan caranya berjalan. Hingga di suatu ketika ia mengikuti si misterius pulang kuliah. Ternyata ia memiliki sebuah tempat latihan kungfu tersembunyi di sebuah gua yang jauh dari keramaian. Li Shou Lu melihat gerakan-gerakan, hentakan, hantaman dan daya tahan yang luar biasa dari si "misterius" ini ketika berlatih. Sebuah latihan keras yang tidak pernah ia saksikan selama ini.
Singkat cerita, hingga suatu ketika Li Shou Lu harus berhadapan satu lawan satu dengan si "misterius". Si misterius yang dahysat ini sayangnya diperdaya oleh sekelompok mafia pengedar narkoba untuk membunuh Li Shou Lu. Dalam 'pertempuran' kungfu itu Li Shou Lu dapat dikalahkan dengan telak dan mengakibatkan ia terluka parah dan hampir terbunuh. Tetapi beruntung, ia ditolong oleh teman-temannya yang memanggil polisi dan ambulance, namun Lee dan kelompoknya lolos dari kejaran polisi. Li Shou Lu harus dirawat di rumah sakit selama berbulan-bulan karena terluka parah dan beberapa tulangnya patah.
Selama masa penyembuhan inilah sang jagoan kungfu banyak merenung dan mengumpulkan segenap kekuatannya. Seorang teman akrabnya yang setia dan selalu menemani Li Shou Lu menasehatinya dan mengatakan bahwa ia memiliki kelemahan, yaitu kurang antisipasi, sehingga dapat dikalahkan dengan mudah oleh si "misterius".
Kata-kata temannya itu terus mengiang-ngiang dan berulang-ulang muncul di pikiran Li Shou Lu.
"Kurang antisipasi...kurang antisipasi, tidak bisa membaca gerakan yang akan dilakukan oleh lawan...".
"Yaaa...itu dia, aku kurang antisipasi..aku terlalu terlena dengan kemampuanku saat ini, sehingga tidak mampu melihat bahwa ternyata di luar sana banyak sekali orang-orang yang lebih hebat, kemampuan yang luar biasa, teknik-teknik yang baru..."
Ok, pembaca tentunya sudah dapat menebak akhir ceritanya kan?
Ya, selama di rumah sakit Li Shou Lu banyak membaca buku-buku tentang kebijaksanaan hidup. Tentang teknik-teknik baru dunia perkungfuan. Bahkan ia mempraktekkan gerakan-gerakan itu sambil berbaring. Sehingga terkadang ia mendapat teguran dari pasien lain dan tentu saja dokter yang menanganinya. Ketika keadaan Li Shou Lu sudah lebih baik, ia bahkan turun dari tempat ia berbaring dan mempraktekkan gerakan-gerakan kungfu di sekitar halaman rumah sakit. Dan ini sering membuat masalah dengan pihak rumah sakit.
Sekeluarnya Li Shou Lu dari rumah sakit, ia berlatih sangat giat dan keras. Mempelajari gerakan-gerakan dan teknik-teknik baru dalam dunia kungfu. Hingga suatu ketika ia kembali berhadapan dengan sang "misterius". Keadaan menjadi seimbang, namun sedikit demi sedikit sang "misterius" dapat dikalahkan.
Di bagian akhir cerita, sang "misterius" yang ternyata bernama Lee ini malah menjadi sahabat baik Li Shou Lu. Lee bertobat dan mengatakan bahwa ia terjerat dalam sindikat perdagangan narkoba karena membutuhkan dana besar untuk mengobati orang tuanya yang sakit keras.
Mereka berduapun berjuang keras untuk menumpas mafia jahat ini. Li Shou Lu juga mengumpulkan sedikit demi sedikit uang yang ia dapat dari pertandingan-pertandingan kungfu dan pertunjukan-pertunjukan yang ia lakukan untuk membantu menyembuhkan orang tua Lee.

Sedia payung sebelum hujan adalah sebuah pepatah yang tepat untuk menggambarkan kata "antisipasi". Antisipasi adalah sebuah kemampuan untuk dapat membaca masa depan (tapi bukan peramal ya!) melalui tanda-tanda yang dapat dilihat saat ini. Orang yang memiliki sifat antisipasi selalu siap dalam menghadapi masa-masa sulit dalam kehidupan.
Pernah di suatu film kungfu, Li Shou Lu adalah seorang jagoan di kampusnya. Suka menolong teman-temannya yang teraniaya. Kemampuan kungfunya juga dapat diandalkan, sehingga ia dijuluki master kungfu di kampusnya tersebut dan tidak ada saingannya. Hal ini membuat Li Shou Lu bangga diri, ia merasa cukup dengan kemampuan kungfunya, sehingga tidak pernah mencoba mempelajari hal-hal dan teknik baru dalam dunia perkungfuan. Hingga suatu ketika masuklah seorang mahasiswa baru di tempat Li Shou Lu kuliah. Mahasiswa baru ini bersifat pendiam, tidak bergaul dan misterius. Pernah suatu ketika Li Shou Lu mencoba mendekatinya, mengajaknya bicara, namun ia pergi begitu saja. Hal ini membuat sekelompok jahil ingin mencoba mengganggunya. Dalam perjalanan pulang, mereka mencegat si "misterius", meledeknya, meminta uang, bahkan memukulnya. Si "misterius" ini hanya diam saja, ketika dipukul perutnyapun terlihat meringis kesakitan, namun tidak banyak bicara. Li Shou Lu yang kebetulan melihat itu tentunya tidak tinggal diam, ia langsung membela si "misterius" yang teraniaya. Teman-teman jahil tersebut tentunya segan melihat kedatangan Li Shou Lu dan mereka tidak mau membuat masalah. Tetapi si "misterius" tetap diam dan tidak bicara apapun kepada Li Shou Lu. Ia hanya sedikit merapikan pakaiannya, menepuk-nepuk pasir dibaju dan celana yang dikenalan, mengambil tas yang terjatuh di tanah. Lalu dengan ucapan pendek saja "terima kasih", lalu pergi meninggalkan Li Shou Lu.
Li Shou Lu tentu saja penasaran memperhatikan sikap teman misteriusnya itu. Sebagai seorang ahli kungfu Li Shou Lu dapat memahami bahwa si misterius ini bukan orang sembarangan, terlihat dari sikap dan caranya berjalan. Hingga di suatu ketika ia mengikuti si misterius pulang kuliah. Ternyata ia memiliki sebuah tempat latihan kungfu tersembunyi di sebuah gua yang jauh dari keramaian. Li Shou Lu melihat gerakan-gerakan, hentakan, hantaman dan daya tahan yang luar biasa dari si "misterius" ini ketika berlatih. Sebuah latihan keras yang tidak pernah ia saksikan selama ini.
Singkat cerita, hingga suatu ketika Li Shou Lu harus berhadapan satu lawan satu dengan si "misterius". Si misterius yang dahysat ini sayangnya diperdaya oleh sekelompok mafia pengedar narkoba untuk membunuh Li Shou Lu. Dalam 'pertempuran' kungfu itu Li Shou Lu dapat dikalahkan dengan telak dan mengakibatkan ia terluka parah dan hampir terbunuh. Tetapi beruntung, ia ditolong oleh teman-temannya yang memanggil polisi dan ambulance, namun Lee dan kelompoknya lolos dari kejaran polisi. Li Shou Lu harus dirawat di rumah sakit selama berbulan-bulan karena terluka parah dan beberapa tulangnya patah.
Selama masa penyembuhan inilah sang jagoan kungfu banyak merenung dan mengumpulkan segenap kekuatannya. Seorang teman akrabnya yang setia dan selalu menemani Li Shou Lu menasehatinya dan mengatakan bahwa ia memiliki kelemahan, yaitu kurang antisipasi, sehingga dapat dikalahkan dengan mudah oleh si "misterius".
Kata-kata temannya itu terus mengiang-ngiang dan berulang-ulang muncul di pikiran Li Shou Lu.
"Kurang antisipasi...kurang antisipasi, tidak bisa membaca gerakan yang akan dilakukan oleh lawan...".
"Yaaa...itu dia, aku kurang antisipasi..aku terlalu terlena dengan kemampuanku saat ini, sehingga tidak mampu melihat bahwa ternyata di luar sana banyak sekali orang-orang yang lebih hebat, kemampuan yang luar biasa, teknik-teknik yang baru..."
Ok, pembaca tentunya sudah dapat menebak akhir ceritanya kan?
Ya, selama di rumah sakit Li Shou Lu banyak membaca buku-buku tentang kebijaksanaan hidup. Tentang teknik-teknik baru dunia perkungfuan. Bahkan ia mempraktekkan gerakan-gerakan itu sambil berbaring. Sehingga terkadang ia mendapat teguran dari pasien lain dan tentu saja dokter yang menanganinya. Ketika keadaan Li Shou Lu sudah lebih baik, ia bahkan turun dari tempat ia berbaring dan mempraktekkan gerakan-gerakan kungfu di sekitar halaman rumah sakit. Dan ini sering membuat masalah dengan pihak rumah sakit.
Sekeluarnya Li Shou Lu dari rumah sakit, ia berlatih sangat giat dan keras. Mempelajari gerakan-gerakan dan teknik-teknik baru dalam dunia kungfu. Hingga suatu ketika ia kembali berhadapan dengan sang "misterius". Keadaan menjadi seimbang, namun sedikit demi sedikit sang "misterius" dapat dikalahkan.
Di bagian akhir cerita, sang "misterius" yang ternyata bernama Lee ini malah menjadi sahabat baik Li Shou Lu. Lee bertobat dan mengatakan bahwa ia terjerat dalam sindikat perdagangan narkoba karena membutuhkan dana besar untuk mengobati orang tuanya yang sakit keras.
Mereka berduapun berjuang keras untuk menumpas mafia jahat ini. Li Shou Lu juga mengumpulkan sedikit demi sedikit uang yang ia dapat dari pertandingan-pertandingan kungfu dan pertunjukan-pertunjukan yang ia lakukan untuk membantu menyembuhkan orang tua Lee.
Thursday, January 14, 2010
Sebuah Perjalanan
"Ngga kok, Bapak ga nanya harta ngga, yang penting agama, yang penting agama."
Itulah kata-kata terbaik yang pernah kudengar dari Bapak ketika aku bersilaturahmi ke rumah istriku dengan maksud ta'aruf 3 tahun yang lalu. Kini Bapak telah tiada, beristirahat dengan tenang di kampung kelahirannya, di desa Bengkalok, kecamatan Walantaka, Serang.
"Yan, kadieu Yaann." Getar suara teh Ani, kakak perempuan istriku yang menelpon tengah malam pukul 00:30 tepat pada hari Selasa tanggal 12 Januari 2010. Yah, Bapak telah tiada, setelah perjuangan panjang melawan penyakit asam urat dan ginjal yang dideritanya. Malam itu juga kami bergegas menuju Lebakgede, Merak di antar oleh adik menggunakan mobil Carry dan bersama istri dan ibuku, dan si kecil Naureen yang masih berusia 10 bulanpun mau tidak mau harus dibangunkan dari tidurnya, kasihan juga, tetapi kami harus berangkat.
Anehnya sebelum handphone istriku berdering tengah malam itu aku bermimpi bertemu dengan Bapak dan beliau mengatakan, "semuanya 100 juta". Setelah mengatakan itu beliau pergi begitu saja. Entah apa maksud mimpi itu tetapi mungkin itu adalah pertanda akan kepergiannya.
"Allah memberikan masalah demi masalah itu untuk mendewasakan kita." Demikian ustad Unang mengatakan ketika beliau bertakziyah ke rumah Bapak. Memang benar pikirku, semua musibah yang menimpa kita sebenarnya adalah sebuah proses pendewasaan diri. Segala sesuatunya memiliki maksud dan tujuan.
Hidup adalah sebuah perjalanan panjang, kelahiran, kehidupan di dunia dan kematian adalah proses yang akan kita alami. Bukanlah kematian yang seharusnya kita takutkan, akan tetapi apa yang akan menimpa diri kita setelahnya. Anak, istri, keluarga, saudara hanya akan mengantar kita hingga ke pemakaman, namun setelahnya mereka akan pergi dan kita bisa mendengar suara sendal-sendal yang bergerak menjauh meninggalkan kita.
Sendiri, sepi, sunyi, dingin, gelap, di dunia yang berbeda, alam barzakh. Ulat-ulat, cacing dan bakteri mulai akan menggerogoti dan menguraikan tubuh kita yang menjadi tempat tinggal ruh selama hidup. Sedih, takut, bingung, cemas, mungkin itulah yang akan kita rasakan di sana. Atau mungkin lebih mengerikan dari yang kita bayangkan. Kita berteriak sekeras-kerasnya memanggil-manggil, tetapi tidak ada yang mendengar. Yah, sadarlah kita saat itu bahwa "AKU SUDAH MATI". Tidak ada yang dapat menolong AKU, hanya amalan temanku nanti, entah amal baik atau buruk.
Lalu aku akan mendengar langkah-langkah kedatangan 2 makhluk cahaya. Munkar dan Nakir, mereka akan menanyakan beberapa hal, tentang Tuhan, Nabi, Agama, Saudara, Kitab Suci. Jika kita bisa menjawab semuanya dengan tenang dan benar, maka selamatlah kita seterusnya hingga hari pengadilan, tetapi jika kita tidak dapat menjawab, maka celakalah kita.
Sepohon kayu daunnya rimbun
Lebat bunganya serta buahnya
Walaupun hidup seribu tahun
Kalau tak sembahyang apa gunanya
Kami bekerja sehari-hari
Untuk belanja rumah sendiri
Walaupun hidup seribu tahun
Kalau tak sembahyang apa gunanya
Ya, Allah, ampunilah dosa kedua orang tuaku. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi diriku semasa aku kecil.
Ampunilah segala dosa Bapak. Dosa yang besar, yang samar dan yang kecil. Dosa yang disadari atau tidak disadari. Terimalah segala amal baktinya, luaskan dan terangilah kuburnya, permudah segala urusannya. Amin...
Posting dan do'a ini kupersembahkan untuk ayahku yang telah meninggal dunia pada tahun 2001 yang lalu. Dan juga kepada Bapak mertuaku yang baru meninggal Selasa, tanggal 12 Januari 2010. Semoga mereka berdua beristirahat dengan tenang. Amin...
Itulah kata-kata terbaik yang pernah kudengar dari Bapak ketika aku bersilaturahmi ke rumah istriku dengan maksud ta'aruf 3 tahun yang lalu. Kini Bapak telah tiada, beristirahat dengan tenang di kampung kelahirannya, di desa Bengkalok, kecamatan Walantaka, Serang.
"Yan, kadieu Yaann." Getar suara teh Ani, kakak perempuan istriku yang menelpon tengah malam pukul 00:30 tepat pada hari Selasa tanggal 12 Januari 2010. Yah, Bapak telah tiada, setelah perjuangan panjang melawan penyakit asam urat dan ginjal yang dideritanya. Malam itu juga kami bergegas menuju Lebakgede, Merak di antar oleh adik menggunakan mobil Carry dan bersama istri dan ibuku, dan si kecil Naureen yang masih berusia 10 bulanpun mau tidak mau harus dibangunkan dari tidurnya, kasihan juga, tetapi kami harus berangkat.
Anehnya sebelum handphone istriku berdering tengah malam itu aku bermimpi bertemu dengan Bapak dan beliau mengatakan, "semuanya 100 juta". Setelah mengatakan itu beliau pergi begitu saja. Entah apa maksud mimpi itu tetapi mungkin itu adalah pertanda akan kepergiannya.
"Allah memberikan masalah demi masalah itu untuk mendewasakan kita." Demikian ustad Unang mengatakan ketika beliau bertakziyah ke rumah Bapak. Memang benar pikirku, semua musibah yang menimpa kita sebenarnya adalah sebuah proses pendewasaan diri. Segala sesuatunya memiliki maksud dan tujuan.
Hidup adalah sebuah perjalanan panjang, kelahiran, kehidupan di dunia dan kematian adalah proses yang akan kita alami. Bukanlah kematian yang seharusnya kita takutkan, akan tetapi apa yang akan menimpa diri kita setelahnya. Anak, istri, keluarga, saudara hanya akan mengantar kita hingga ke pemakaman, namun setelahnya mereka akan pergi dan kita bisa mendengar suara sendal-sendal yang bergerak menjauh meninggalkan kita.
Sendiri, sepi, sunyi, dingin, gelap, di dunia yang berbeda, alam barzakh. Ulat-ulat, cacing dan bakteri mulai akan menggerogoti dan menguraikan tubuh kita yang menjadi tempat tinggal ruh selama hidup. Sedih, takut, bingung, cemas, mungkin itulah yang akan kita rasakan di sana. Atau mungkin lebih mengerikan dari yang kita bayangkan. Kita berteriak sekeras-kerasnya memanggil-manggil, tetapi tidak ada yang mendengar. Yah, sadarlah kita saat itu bahwa "AKU SUDAH MATI". Tidak ada yang dapat menolong AKU, hanya amalan temanku nanti, entah amal baik atau buruk.
Lalu aku akan mendengar langkah-langkah kedatangan 2 makhluk cahaya. Munkar dan Nakir, mereka akan menanyakan beberapa hal, tentang Tuhan, Nabi, Agama, Saudara, Kitab Suci. Jika kita bisa menjawab semuanya dengan tenang dan benar, maka selamatlah kita seterusnya hingga hari pengadilan, tetapi jika kita tidak dapat menjawab, maka celakalah kita.
Sepohon kayu daunnya rimbun
Lebat bunganya serta buahnya
Walaupun hidup seribu tahun
Kalau tak sembahyang apa gunanya
Kami bekerja sehari-hari
Untuk belanja rumah sendiri
Walaupun hidup seribu tahun
Kalau tak sembahyang apa gunanya
Ya, Allah, ampunilah dosa kedua orang tuaku. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi diriku semasa aku kecil.
Ampunilah segala dosa Bapak. Dosa yang besar, yang samar dan yang kecil. Dosa yang disadari atau tidak disadari. Terimalah segala amal baktinya, luaskan dan terangilah kuburnya, permudah segala urusannya. Amin...
Posting dan do'a ini kupersembahkan untuk ayahku yang telah meninggal dunia pada tahun 2001 yang lalu. Dan juga kepada Bapak mertuaku yang baru meninggal Selasa, tanggal 12 Januari 2010. Semoga mereka berdua beristirahat dengan tenang. Amin...
Sunday, December 20, 2009
Melawan Diri Sendiri
Sebenarnya yang harus ditakutkan dalam hidup ini adalah bukan apa yang kita takutkan, tetapi rasa takut itu sendiri. Rasa takut yang ada di dalam diri. Contohnya adalah seseorang yang pernah mengalami suatu peristiwa yang tidak menyenangkan di dalam hidupnya. Biasanya seseorang akan mengalami perasaan yang sama ketika terjadi suatu keadaan yang mirip dengan peristiwa buruk yang pernah ia alami sebelumnya. Padahal belum tentu sama dan belum tentu tidak menyenangkan, bisa jadi malah sebenarnya itu adalah sebuah kesempatan yang seharusnya jangan dilewatkan.Contoh nyata adalah seseorang yang pernah mengalami kecelakaan, mungkin ada sebagian yang menyatakan tidak akan pernah membawa kendaraan bermotor lagi dalam hidupnya. Atau orang yang pernah jatuh dari tempat yang tinggi, setelah selamat bersumpah tidak akan berada di tempat-tempat yang tinggi lagi dalam hidupnya. Atau orang yang pernah disakiti oleh temannya, maka selamanya menganggap temannya adalah orang yang buruk dan tidak pernah akan memaafkannya. Jika ini yang terjadi, maka berarti pikiran telah dikalahkan oleh perasaan takut yang berlebihan.
Antara pikiran dan perasaan harulah seimbang. Jika pikiran yang terlalu berlebihan, maka akan cenderung menjadi orang yang kaku dan tidak menyenangkan. Namun jika perasaan yang digunakan terlalu berlebihan, maka akan cenderung buta dan menutup mata terhadap kenyataan yang ada.
Ketika kita pernah mengalami sebuah peristiwa yang buruk di dalam hidup kita, lalu kita selamat dari peristiwa tsb, maka seharusnya kita berinstrospeksi dengan menggunakan akal sehat. Apa yang menyebabkan peristiwa tsb. terjadi, kesalahan-kesalahan apa yang pernah kita perbuat? Kemudian bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Setelah itu jika suatu keadaan yang sama terjadi kembali kita sudah siap dan yakin dan berani menghadapinya. Jika tiba-tiba perasaan takut itu kembali datang, sedangkan segala persiapan sudah matang, segala kesalahan dan kemungkinan kegagalan sudah diperhitungkan. Maka, katakan pada diri sendiri, pergilah kau rasa takut, aku sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk ini. Dan kau datang hanya untuk mengganggu aku, tidak ada alasan untuk kehadiranmu. Jika rasa takut tidak juga hilang, maka tetap lakukan saja apa yang sudah direncanakan. Abaikan rasa takut itu dan tunjukkan rasa berani. Kalaupun tindakan yang telah kita lakukan tidak menghilangkan rasa takut, maka sebenarnya kita sudah mengalahkannya dengan tindakan. Dan tindakan positip yang terus-menerus akan mengikis habis rasa takut tersebut.
Monday, November 23, 2009
Mencuri Start
Lama juga ga menyapa sahabat-sahabat bloggerku (padahal baru kira2 1 Minggu kalee..), tapi karena ngeblog udah kebiasaan jd kerasa lamaaa banget, maklum beberapa hari ini tugas-tugas kul lumayan padat banget. Padahal banyak yang ingin dilakukan di dunia Online ini, tapi ya namanya waktu harus diatur kan? Ok, deh lanjut nih lagi ada ide tulisan baru, selamat menikmati, judulnya " Mencuri Start".
Mencuri adalah perbuatan yang dilarang dalam agama. Tetapi ada mencuri yang baik, salah satunya adalah mencuri salam. Yaitu ketika mendengar ada orang yang mengucap salam tetapi tidak ditujukan kepada kita, maka kita jawab saja salam itu dalam hati berniat mendoakan orang tsb. walaupun ia tidak mengetahuinya. Nah, ada lagi nih mencuri yang baik, yaitu mencuri start. Tapi, jangan dipraktekkan di dunia olahraga ya :), nanti malah diskualisikasi, eh gimana nulisnya? diskualifikasi, bener ga? Lalu apakah mencuri yang baik itu? Yang namanya mencuri adalah perbuatan yang dilakukan tanpa diketahui orang lain kan? Betul, tetapi beda antara mencuri yang baik dengan mencuri yang jahat adalah pada perbuatannya. Mencuri yang baik adalah melakukan perbuatan yang positif tanpa diketahui orang lain, tetapi mencuri yang jahat adalah melakukan perbuatan yang negatif tanpa diketahui orang lain.
Mencuri start, adalah melakukan suatu aktifitas positif ketika orang lain belum mulai melakukannya. Sehingga kita akan memiliki kesiapan yang lebih matang dibandingkan orang lain. Di bawah ini beberapa contohnya:
1. Anak Sekolah
Untuk anak-anak sekolah, ketika di awal semester baru, ketika teman-teman masih santai saja mengikuti pelajaran sesuai petunjuk guru, ada anak yang sudah rajin membaca, mengerjakan latihan dan bahkan menyelesaikan buku pelajaran tsb. Bahkan ia sudah membaca buku-buku lain di luar buku sekolahnya. Sehingga, ketika menghadapi ujian anak ini tentunya 'santai-santai' saja sementara teman-temannya sibuk membaca.
2. Belajar Bisnis
Para mahasiswa/pelajar ketika mereka sibuk hanya belajar dan belajar dari buku, modul, membuat laporan, mengejar nilai tertinggi dalam kuliah. Ada beberapa teman yang biasa-biasa saja dalam pelajaran, atau ada juga yang bagus kuliahnya, namun selain itu mereka ini juga menyelingi kegiatan kuliahnya dengan belajar bisnis kecil-kecilan. Tentunya dengan tidak mengganggu kegiatan kuliah. Walaupun memang ada saja yang kuliahnya terganggu, karena sangat fokus di bisnisnya, tetapi tidak masalah karena dalam bisnis yang dikelola mereka sukses besar. Orang yang telah belajar berwirausaha akan lebih siap menghadapi kehidupan sebenarnya setelah lulus kuliah, dibandingkan yang hanya mengejar nilai semata.
3. Pertandingan Olahraga
Jika kita perhatikan, atlet yang berhasil meraih prestasi puncak tentunya telah mempersiapkan diri jauh sekali dari hari pertandingan itu dimulai. Bahkan mungkin ia telah memulainya beberapa saat setelah ia kalah dalam pertandingan di suatu musim. Misal di suatu musim olahraga yang dilaksanakan 4 tahun sekali, pada tahun tersebut ia tidak meraih prestasi puncak. Maka, di saat para atlet berhasil meraih prestasi dan berpesta dengan kesenangan dan kemenangan. Atau beberapa atlet lain yang kalah sedang kecewa dan sedih, ia sudah menginstrospeksi diri, mempersiapkan diri dan berlatih rutin untuk menghadapi 4 tahun berikutnya.
Baik, itu saja dulu. Eh, tapi satu hal lagi, mencuri start itu baik, tetapi akan lebih baik lagi jika sambil mengajak orang lain sama-sama mencuri start. Sehingga kesuksesan bersama yang akan diraih. Bukan kesuksesan indivisu semata. Teman-teman ada yang mau menambahkan contoh lainnya? Boleh, ditunggu pesannya di bawah ini ya...
Mencuri adalah perbuatan yang dilarang dalam agama. Tetapi ada mencuri yang baik, salah satunya adalah mencuri salam. Yaitu ketika mendengar ada orang yang mengucap salam tetapi tidak ditujukan kepada kita, maka kita jawab saja salam itu dalam hati berniat mendoakan orang tsb. walaupun ia tidak mengetahuinya. Nah, ada lagi nih mencuri yang baik, yaitu mencuri start. Tapi, jangan dipraktekkan di dunia olahraga ya :), nanti malah diskualisikasi, eh gimana nulisnya? diskualifikasi, bener ga? Lalu apakah mencuri yang baik itu? Yang namanya mencuri adalah perbuatan yang dilakukan tanpa diketahui orang lain kan? Betul, tetapi beda antara mencuri yang baik dengan mencuri yang jahat adalah pada perbuatannya. Mencuri yang baik adalah melakukan perbuatan yang positif tanpa diketahui orang lain, tetapi mencuri yang jahat adalah melakukan perbuatan yang negatif tanpa diketahui orang lain. Mencuri start, adalah melakukan suatu aktifitas positif ketika orang lain belum mulai melakukannya. Sehingga kita akan memiliki kesiapan yang lebih matang dibandingkan orang lain. Di bawah ini beberapa contohnya:
1. Anak Sekolah
Untuk anak-anak sekolah, ketika di awal semester baru, ketika teman-teman masih santai saja mengikuti pelajaran sesuai petunjuk guru, ada anak yang sudah rajin membaca, mengerjakan latihan dan bahkan menyelesaikan buku pelajaran tsb. Bahkan ia sudah membaca buku-buku lain di luar buku sekolahnya. Sehingga, ketika menghadapi ujian anak ini tentunya 'santai-santai' saja sementara teman-temannya sibuk membaca.
2. Belajar Bisnis
Para mahasiswa/pelajar ketika mereka sibuk hanya belajar dan belajar dari buku, modul, membuat laporan, mengejar nilai tertinggi dalam kuliah. Ada beberapa teman yang biasa-biasa saja dalam pelajaran, atau ada juga yang bagus kuliahnya, namun selain itu mereka ini juga menyelingi kegiatan kuliahnya dengan belajar bisnis kecil-kecilan. Tentunya dengan tidak mengganggu kegiatan kuliah. Walaupun memang ada saja yang kuliahnya terganggu, karena sangat fokus di bisnisnya, tetapi tidak masalah karena dalam bisnis yang dikelola mereka sukses besar. Orang yang telah belajar berwirausaha akan lebih siap menghadapi kehidupan sebenarnya setelah lulus kuliah, dibandingkan yang hanya mengejar nilai semata.
3. Pertandingan Olahraga
Jika kita perhatikan, atlet yang berhasil meraih prestasi puncak tentunya telah mempersiapkan diri jauh sekali dari hari pertandingan itu dimulai. Bahkan mungkin ia telah memulainya beberapa saat setelah ia kalah dalam pertandingan di suatu musim. Misal di suatu musim olahraga yang dilaksanakan 4 tahun sekali, pada tahun tersebut ia tidak meraih prestasi puncak. Maka, di saat para atlet berhasil meraih prestasi dan berpesta dengan kesenangan dan kemenangan. Atau beberapa atlet lain yang kalah sedang kecewa dan sedih, ia sudah menginstrospeksi diri, mempersiapkan diri dan berlatih rutin untuk menghadapi 4 tahun berikutnya.
Baik, itu saja dulu. Eh, tapi satu hal lagi, mencuri start itu baik, tetapi akan lebih baik lagi jika sambil mengajak orang lain sama-sama mencuri start. Sehingga kesuksesan bersama yang akan diraih. Bukan kesuksesan indivisu semata. Teman-teman ada yang mau menambahkan contoh lainnya? Boleh, ditunggu pesannya di bawah ini ya...
Sunday, November 8, 2009
Prioritas Utama
Ada kalanya dalam suatu episode kehidupan, kita harus memfokuskan diri pada satu hal terpenting dalam aktivitas kita. Dan untuk sementara waktu meninggalkan kegiatan lain yang penting juga tetapi tidak menjadi prioritas utama. Dikatakan sementara waktu, karena dalam jangka waktu tertentu kita memiliki deadline untuk menyelesaikan satu tugas terpenting di dalam kehidupan kita, yang tidak dapat dicampuradukkan dengan kegiatan lain karena tidak cukup waktu, tenaga dan pikiran untuk sama-sama menyelesaikannya. Walaupun dalam pikiran kita banyak yang dapat kita kerjakan, namun pada kenyataannya waktu begitu sempit sehingga kita harus memilih. Tujuannya adalah agar target terpenting itu dapat terselesaikan dengan baik dan sukses. Jika target itu sudah tercapai maka kita kembali membuka diri pada aktivitas-aktivitas penting lainnya.
Seperti yang telah disampaikan oleh dosenku dalam perkuliahan, bahwa kita harus tahu diri, tahu waktu, dan tahu tempat agar kehidupan kita dapat menggapai kesuksesan. Tahu diri artinya mengetahui siapa saya, apa posisi dan kewajiban pokok saya? Tahu waktu artinya kita mengetahui kapan waktu kita bekerja, kapan waktu kita bersantai, kapan waktu kita beristirahat, kapan waktu kita beribadah, dll. Tahu tempat adalah kita dapat menyesuaikan tingkah laku kita dimanapun berada. Bagaimana sikap kita seharusnya saat di kantor, saat di rumah, saat di masyarakat, saat di perkuliahan, dll. Dengan demikian akan seimbanglah kehidupan kita.
Ketidaksuksesan biasanya akan terjadi manakala kita tidak tahu diri, tidak tahu waktu dan tidak tahu tempat. Sehingga kita tidak memiliki prioritas terpenting yang harus dikerjakan. Kegiatan apapun diikuti, ada tawaran ini dan itu semua diterima. Sehingga kita akan kelihatan sibuk sekali tetapi pada hal-hal yang tidak menjadi tujuan hidup. Akhirnya sibuk hanya tinggal sibuk saja, tanpa ada hasil yang mengarah pada fokus utama kita. Jadilah energi kita terkuras habis dan tersebar tetapi tidak menghasilkan apapun.
Seperti yang telah disampaikan oleh dosenku dalam perkuliahan, bahwa kita harus tahu diri, tahu waktu, dan tahu tempat agar kehidupan kita dapat menggapai kesuksesan. Tahu diri artinya mengetahui siapa saya, apa posisi dan kewajiban pokok saya? Tahu waktu artinya kita mengetahui kapan waktu kita bekerja, kapan waktu kita bersantai, kapan waktu kita beristirahat, kapan waktu kita beribadah, dll. Tahu tempat adalah kita dapat menyesuaikan tingkah laku kita dimanapun berada. Bagaimana sikap kita seharusnya saat di kantor, saat di rumah, saat di masyarakat, saat di perkuliahan, dll. Dengan demikian akan seimbanglah kehidupan kita.
Ketidaksuksesan biasanya akan terjadi manakala kita tidak tahu diri, tidak tahu waktu dan tidak tahu tempat. Sehingga kita tidak memiliki prioritas terpenting yang harus dikerjakan. Kegiatan apapun diikuti, ada tawaran ini dan itu semua diterima. Sehingga kita akan kelihatan sibuk sekali tetapi pada hal-hal yang tidak menjadi tujuan hidup. Akhirnya sibuk hanya tinggal sibuk saja, tanpa ada hasil yang mengarah pada fokus utama kita. Jadilah energi kita terkuras habis dan tersebar tetapi tidak menghasilkan apapun.
Sunday, November 1, 2009
Kebahagiaan Murni
Ingin melihat seperti apa kebahagiaan yang murni? Gampang, lihatlah anak kecil atau bayi yang sedang bermain. Mereka tertawa riang gembira tanpa beban. Apa yang membuat mereka tertawa? Ternyata hanya karena permainan-permainan kecil yang bagi orang dewasa tidaklah menarik tetapi bagi mereka sangat membahagiakan.
Sepulang kerja, badan masih agak penat karena seharian beraktivitas, ditambah lagi perjalanan pulang dari Suralaya ke Cilegon yang memakan waktu kurang lebih 35 menit menggunakan kendaraan motor. Sore hari begitu penuh sesak terutama kendaraan roda dua bermesin ini. Kebanyakan para karyawan pulang kerja di waktu yang bersamaan. Sehingga menimbulkan kepadatan, terutama ketika mulai memasuki daerah Damkar, bunderan kampus teknik Untirta sampai ke Simpang Tiga Cilegon. Namun, beruntung setiap hari lalu lintas lancar saja di kota baja ini, tidak seperti di ibukota Jakarta yang semua orang sudah tahu kemacetannya seperti apa.
"Baaaa...eee...oooo, baaa..ee..ooo..!!!", sapaku pada buah hatiku, Naureen Hamidah atau si Olen. Perasaan penat hilang seketika melihat senyum dan tawanya yang polos. Kuambil sebuah wadah bekas kosmetik kecil yang berbentuk bulat, lalu aku gelindingkan di dekatnya.
"Tuk..utuukk..utuukkk...tung...!", aku berceloteh sambil menggelindingkannya, ketika wadah kosmetik tsb. berhenti aku berkata, "tung..". Seketika si Olen tertawa riang sambil berusaha mengejar wadah tsb. Kuulang-ulang permainan tsb. dan ia selalu tertawa melihat wadah tsb. menggelinding dan berhenti sambil aku teriakkan kata, "tuuungg...".
Yah, cerita di atas mengilhami aku untuk menuliskannya di blog ini. Bahwa ternyata kebahagiaan tidak dapat diukur dari materi, benda atau harta yang dimiliki. Tidak berarti orang yang memiliki banyak materi itu lebih bahagia daripada yang biasa-biasa saja atau bahkan kekurangan. Buktinya seorang anak kecil atau bayi dapat begitu gembira dan senang hanya dengan permainan wadah kosmetik yang digelindingkan seperti cerita tadi. Aku perhatikan si Olen juga senang sekali melihat kucing dan berusaha mengejarnya. Benda apapun yang bergerak selalu menjadi perhatiannya. Benda-benda yang bagi orang dewasa dianggap biasa saja. Namun bagi mereka benda ini memberikan kebahagiaan tersendiri. Tetapi sebetulnya bukan bendanya yang membuat mereka bahagia, tetapi kemurnian, kebersihan dan kepolosan jiwa itulah yang membuatnya gembira. Jiwa mereka tidak terkotori oleh hawa nafsu, ambisi dan keinginan yang banyak diderita oleh orang dewasa. Sehingga mereka bisa menikmati hal-hal kecil di sekitar dirinya.
Sepulang kerja, badan masih agak penat karena seharian beraktivitas, ditambah lagi perjalanan pulang dari Suralaya ke Cilegon yang memakan waktu kurang lebih 35 menit menggunakan kendaraan motor. Sore hari begitu penuh sesak terutama kendaraan roda dua bermesin ini. Kebanyakan para karyawan pulang kerja di waktu yang bersamaan. Sehingga menimbulkan kepadatan, terutama ketika mulai memasuki daerah Damkar, bunderan kampus teknik Untirta sampai ke Simpang Tiga Cilegon. Namun, beruntung setiap hari lalu lintas lancar saja di kota baja ini, tidak seperti di ibukota Jakarta yang semua orang sudah tahu kemacetannya seperti apa.
"Baaaa...eee...oooo, baaa..ee..ooo..!!!", sapaku pada buah hatiku, Naureen Hamidah atau si Olen. Perasaan penat hilang seketika melihat senyum dan tawanya yang polos. Kuambil sebuah wadah bekas kosmetik kecil yang berbentuk bulat, lalu aku gelindingkan di dekatnya.
"Tuk..utuukk..utuukkk...tung...!", aku berceloteh sambil menggelindingkannya, ketika wadah kosmetik tsb. berhenti aku berkata, "tung..". Seketika si Olen tertawa riang sambil berusaha mengejar wadah tsb. Kuulang-ulang permainan tsb. dan ia selalu tertawa melihat wadah tsb. menggelinding dan berhenti sambil aku teriakkan kata, "tuuungg...".
Yah, cerita di atas mengilhami aku untuk menuliskannya di blog ini. Bahwa ternyata kebahagiaan tidak dapat diukur dari materi, benda atau harta yang dimiliki. Tidak berarti orang yang memiliki banyak materi itu lebih bahagia daripada yang biasa-biasa saja atau bahkan kekurangan. Buktinya seorang anak kecil atau bayi dapat begitu gembira dan senang hanya dengan permainan wadah kosmetik yang digelindingkan seperti cerita tadi. Aku perhatikan si Olen juga senang sekali melihat kucing dan berusaha mengejarnya. Benda apapun yang bergerak selalu menjadi perhatiannya. Benda-benda yang bagi orang dewasa dianggap biasa saja. Namun bagi mereka benda ini memberikan kebahagiaan tersendiri. Tetapi sebetulnya bukan bendanya yang membuat mereka bahagia, tetapi kemurnian, kebersihan dan kepolosan jiwa itulah yang membuatnya gembira. Jiwa mereka tidak terkotori oleh hawa nafsu, ambisi dan keinginan yang banyak diderita oleh orang dewasa. Sehingga mereka bisa menikmati hal-hal kecil di sekitar dirinya.
Mendaki Gunung
Jika kita sedang menempuh perjalanan menuju tujuan hidup yang panjang, jangan pusing memikirkan berbagai kemungkinan yang terjadi. Lakukan saja aktivitas yang terbaik pada hari ini.
Wednesday, October 28, 2009
Meluruskan Niat
Niat merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan kita. Niat adalah tujuan dan target yang hendak dicapai. Tanpa adanya niat maka kehidupan seseorang seperti berlayar tanpa kompas, peta, radar, tanpa pengetahuan akan rasi bintang. Sehingga tidak jelas tujuan yang akan diraih, hanya terombang-ambing mengikuti arah angin bertiup dan arah ombak menyeretnya. Mungkin ia hanya akan tenggelam di tengah laut dihajar gelombang dan badai, atau terdampar di sebuah pulau yang mematikan.
Mari kita tetapkan niat, tujuan yang ingin dicapai. Banyak sekali niat yang dapat kita tanamkan di dalam diri, seperti niat untuk mendapatkan harta, jabatan, wanita. Niat untuk mendapatkan pengakuan, status, kebanggaan. Niat untuk memperoleh kesejahteraan, kekayaan, kemudahan hidup. Niat untuk memperoleh gelar dan nilai ijazah yang tinggi. Tentunya masih banyak niat-niat yang lain di dalam hidup ini. Tidak ada yang salah dengan niat-niat ini, namun yang perlu diperhatikan adalah posisi dari semua niat itu tidak boleh melebihi niat untuk memperoleh keridhoan-Nya. Karena tidak akan ada gunanya semua niat itu tercapai jika tidak mendapatkan keridhoan Allah S.W.T.
Mari kita tempatkan niat karena Allah ini di tempat yang tertinggi. Sehingga kita belajar menjadi orang yang ikhlas dalam berbuat. Mengapa? Karena jika kita memposisikan niat yang lain di atas niat utama ini, maka bersiap-siaplah untuk merasa kecewa ketika niat itu tidak tercapai.
Dari Umar bin Khathab Ra. berkata : "Aku telah mendengar rasulullah saw.bersabda : Sesunggunya segala amalan itu tergantung pada niatnya. dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia niatkan. Maka barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan rasulNya, ia akan sampai pada Allah dan RasulNya.dan barang siapa hijrahnya menuju dunia yang akan di perolehnya atau menuju wanita yang akan dinikahinya, ia akan mendapatkan apa yang dituju. (HR : Bukhari & Muslim)
Mari kita tetapkan niat, tujuan yang ingin dicapai. Banyak sekali niat yang dapat kita tanamkan di dalam diri, seperti niat untuk mendapatkan harta, jabatan, wanita. Niat untuk mendapatkan pengakuan, status, kebanggaan. Niat untuk memperoleh kesejahteraan, kekayaan, kemudahan hidup. Niat untuk memperoleh gelar dan nilai ijazah yang tinggi. Tentunya masih banyak niat-niat yang lain di dalam hidup ini. Tidak ada yang salah dengan niat-niat ini, namun yang perlu diperhatikan adalah posisi dari semua niat itu tidak boleh melebihi niat untuk memperoleh keridhoan-Nya. Karena tidak akan ada gunanya semua niat itu tercapai jika tidak mendapatkan keridhoan Allah S.W.T.
Mari kita tempatkan niat karena Allah ini di tempat yang tertinggi. Sehingga kita belajar menjadi orang yang ikhlas dalam berbuat. Mengapa? Karena jika kita memposisikan niat yang lain di atas niat utama ini, maka bersiap-siaplah untuk merasa kecewa ketika niat itu tidak tercapai.
Dari Umar bin Khathab Ra. berkata : "Aku telah mendengar rasulullah saw.bersabda : Sesunggunya segala amalan itu tergantung pada niatnya. dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia niatkan. Maka barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan rasulNya, ia akan sampai pada Allah dan RasulNya.dan barang siapa hijrahnya menuju dunia yang akan di perolehnya atau menuju wanita yang akan dinikahinya, ia akan mendapatkan apa yang dituju. (HR : Bukhari & Muslim)
Wednesday, October 21, 2009
Bisnis Dana Syariah
Alhamdulillah telah lahir sebuah program bisnis yang menggabungkan antara kecanggihan teknologi online dengan produk-produk syariahnya. Baru Launching tanggal 1 Agustus 2009. Tentunya dengan mengutamakan prinsip-prinsip syariah yang bersifat halal, jujur, disiplin dan bertanggung jawab. Ini tentunya sebuah kabar gembira bagi para pebisnis online yang mengutamakan kesejahteraan bersama.
Program ini bernama Dana Syariah yang bertujuan untuk mendorong masyarakat yang kekurangan modal sektor industri menengah ke bawah agar terbebas dari masalah permodalan. Selain itu juga sangat bermanfaat untuk membantu sesama dalam hal investasi atau mengembangkan usaha, masalah hutang, biaya pendidikan, pengobatan, kehidupan sehari-hari, kegiatan sosial, juga bagi yang menginginkan penghasilan passive income.
Produk dari Dana Syariah juga sangat bermanfaat, tidak hanya untuk kepentingan dunia, tetapi juga untuk investasi di akherat. Di antaranya adalah E-book keutamaan shalat-shalat nafil, risalah qurban dan aqiqah, do'a-doa masnunnah, kisah-kisah yang memotivasi diri dan keimanan, dll. Terdapat juga berbagai E-book tentang sukses berbisnis online, script-script bisnis seperti toko online, bisnis dealer pulsa, random reseller, bisnis E-Commerce, dan masih banyak lagi semuanya lengkap disediakan bagi Anda yang memang serius ingin menekuni bisnis online. Perpaduan yang manis antara kecanggihan teknologi online dengan produk-produk syariah.
Salah satu keuntungan pada program bisnis Dana-Syariah ini adalah kita akan mendapatkan website investasi siap pakai secara gratis. Kita juga mendapatkan strategi dan panduan bagaimana cara mendapatkan hasil dari Dana-Syariah secara efisien.
Penjelasan secara lebih detail dan lengkap dapat sobat pelajari dengan mengklik link di bawah ini. Trims, semoga kita bisa sukses bersama, amin.
Program ini bernama Dana Syariah yang bertujuan untuk mendorong masyarakat yang kekurangan modal sektor industri menengah ke bawah agar terbebas dari masalah permodalan. Selain itu juga sangat bermanfaat untuk membantu sesama dalam hal investasi atau mengembangkan usaha, masalah hutang, biaya pendidikan, pengobatan, kehidupan sehari-hari, kegiatan sosial, juga bagi yang menginginkan penghasilan passive income.
Produk dari Dana Syariah juga sangat bermanfaat, tidak hanya untuk kepentingan dunia, tetapi juga untuk investasi di akherat. Di antaranya adalah E-book keutamaan shalat-shalat nafil, risalah qurban dan aqiqah, do'a-doa masnunnah, kisah-kisah yang memotivasi diri dan keimanan, dll. Terdapat juga berbagai E-book tentang sukses berbisnis online, script-script bisnis seperti toko online, bisnis dealer pulsa, random reseller, bisnis E-Commerce, dan masih banyak lagi semuanya lengkap disediakan bagi Anda yang memang serius ingin menekuni bisnis online. Perpaduan yang manis antara kecanggihan teknologi online dengan produk-produk syariah.
Salah satu keuntungan pada program bisnis Dana-Syariah ini adalah kita akan mendapatkan website investasi siap pakai secara gratis. Kita juga mendapatkan strategi dan panduan bagaimana cara mendapatkan hasil dari Dana-Syariah secara efisien.
Penjelasan secara lebih detail dan lengkap dapat sobat pelajari dengan mengklik link di bawah ini. Trims, semoga kita bisa sukses bersama, amin.
Sunday, October 18, 2009
Menikmati Proses
Saturday, October 17, 2009
Data-data yang Beterbangan
Terkadang aku memikirkan, bahwa di udara ini sedang beterbangan banyak sekali data dan informasi berupa sms, suara obrolan, film, gambar, dll . Namun kita tidak dapat melihatnya dengan mata. Kita baru dapat melihat, membaca atau mendengarnya jika data-data itu sudah ditangkap oleh peralatan elektronik dan digital. Data-data tsb. beterbangan dan bisa sampai tepat pada alamat yang dituju, misalnya no. telepon, alamat email, alamat blog, facebook, dll. Jarang sekali data itu menyangkut atau hilang dalam perjalanannya di udara. Andaikata kita bisa melihatnya dengan mata telanjang di udara, tentu berbagai rahasia komunikasi antar manusia dapat kita lihat di udara tsb. Bayangkan, saat ini kita telah memasuki era komunikasi nirkabel (tanpa kabel). Karena lebih praktis, mudah berpindah tempat dengan tetap terhubung. Peralatan seperti telepon seluler, laptop yang terhubung ke internet, PDA, dll telah mulai menggeser fungsi dari telepon kabel.
Yang ingin dibahas dalam tulisan ini bukanlah tentang teknologi peralatan tsb. Tetapi hanyalah sebuah renungan kecil saja. Apa hikmah yang dapat kita ambil dari teknologi komunikasi udara tsb?
Artinya di udara ini tidaklah kosong. Ada medium yang mengantarkan data-data tsb. ke peralatan digital. Sedemikian canggihnya penemuan manusia hingga dapat melakukan komunikasi yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh manusia zaman dahulu kala. Tentunya ini membuka sedikit tabir tentang adanya alam gaib di dunia ini. Alam yang tidak bisa dilihat tetapi sebetulnya ada secara nyata.
Kita dapat menyimpulkan bahwa di udara ini terdapat data-data yang beterbangan dibawa oleh gelombang, sinyal dan frekuensi yang berbeda-beda. Kita mempercayainya walaupun kita tidak dapat melihatnya. Mengapa? Karena kita dapat menerima data-data tsb. lewat peralatan digital nirkabel kita. Lewat mana data-data itu sampai, jika tidak melalui udara?
Al-qur'an telah banyak bercerita tentang adanya Allah, para malaikat, adanya jin, adanya surga dan neraka, adanya hari pembalasan, adanya ruh, dll. Kita semua tidak dapat melihatnya dengan mata biasa. Tetapi kita dapat meyakini keberadaannya dari akibat yang terjadi. Misalnya adanya alam semesta dengan segala isinya ini tentu ada yang menciptakannya yaitu Allah S.W.T. Karena akal kita tidak akan dapat menerima keberadaan sesuatu tanpa ada yang menciptakannya. Akherat, walaupun kita tidak dapat melihatnya saat ini, tetapi kita meyakininya. Hari pembalasan itu ada, untuk menyelesaikan urusan antara manusia dengan Allah dan manusia dengan manusia dan dengan sesama makhluk. Akal kita tidak bisa menerima seseorang yang berbuat jahat, bebas hidup di dunia ini penuh dengan kesenangan tanpa pernah tersentuh hukum, lalu mati begitu saja tanpa ada pengadilan di akherat untuk pertanggungjawaban.
Kesimpulannya alam gaib itu ada, bukan sesuatu yang diada-adakan, dia ada, hanya tidak terlihat, atau belum terlihat. Karena sesuatu yang ada tidak harus selalu terlihat. Kita telah tertipu dengan panca indera yang disebut mata. Padahal panca indera manusia itu bukan hanya mata, ada mata hati (batin). Benda-benda yang ada di dunia ini sebenarnya hanya bayangan yang kita lihat di otak melalui mata kita, bukanlah benda sebenarnya? Buktinya apa? Buktinya, jika mata kita ditutup semua benda itu tidak ada kan?
Saturday, October 10, 2009
Mendaur Ulang

Sampah tampaknya akan menjadi masalah yang cukup mengkhawatirkan di abad modern ini. Teknologi dan ilmu pengetahuan memang berkembang sangat pesat, namun ternyata manusia melalaikan efek sampingnya, yaitu sampah/limbah. Keseimbangan harus melalui siklus yang melingkar, seperti proses rantai makanan. Daun di makan ulat, ulat di makan ayam, ayam di mangsa harimau, harimau mati diuraikan oleh bakteri, lalu kembali ke alam menyuburkan tanah tempat tumbuh pohon dan tanaman. Terus berputar secara seimbang.
Manusia dengan akal dan daya pikirnya mampu menciptakan berbagai produk-produk yang memudahkan kehidupan. Seperti barang-barang elektronik dan digital, produk rumah tangga, kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik, mainan, dll. Manusia terus berkreasi dan berproduksi, namun kita melupakan keseimbangan alam. Akibatnya tentu akan mengubah sifat alam itu sendiri. Hasilnya adalah pemanasan global yang mengakibatkan cuaca menjadi ekstrim, berbagai penyakit timbul, bencana alam seperti banjir dan kekeringan. Ada mata rantai yang terputus, maka alampun bereaksi dengan caranya sendiri untuk menyeimbangkan keadaan ini, disebut hukum alam atau dalam Islam kita mengenalnya sebagai sunatullah.
Produk yang paling cepat mengalami perkembangan dan kemajuan saat ini adalah produk elektronik, digital dan kendaraan bermotor. Khusus untuk produk digital seperti komputer/notebook dan telepon seluler, setiap saat selalu saja kita mendengar ada fitur baru, keluaran baru, dengan kemampuan yang lebih tinggi, baik kapasitas memori, kecepatan, fitur, dll. Sehingga begitu membanjir di pasaran dan harganya semakin terjangkau. Sampai ke anak-anak SD pun telah memiliki produk yang bernama telepon seluler/handphone ini. Kemudian untuk kendaraan bermotor, nampaknya bangsa Indonesia menjadi pasar empuk bagi para produsen kendaraan bermotor. Mereka terus berinovasi, membuat kendaraan yang semakin canggih, bergaya sport, dengan berbagai kemampuan dan teknologi baru. Sehingga dapat kita melihat fenomena di jalanan, khususnya kendaraan bermotor roda dua, begitu sesak jalan raya, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Bahkan setiap tahun, kendaraan roda dua ini menjadi favorit untuk pulang kampung, mudik di hari lebaran. Akibatnya banyak terjadi kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua.
Saya berpikir, jika setiap saat produk-produk ini terus membanjiri pasaran, dengan mudah orang membeli produk baru yang lebih canggih. Maka, kemana perginya produk-produk yang lama, tidak terpakai karena sudah rusak? Apakah negeri kita akan menjadi sampah barang-barang elektronik dan digital? Sedangkan barang-barang ini tidak mudah untuk diuraikan begitu saja oleh alam. Karena mengandung zat-zat yang berbahaya seperti timbal, dan bisa mengganggu kesehatan serta kecerdasan otak. Kita dapat membacanya di situs kapanlagi..
Teknologi ke depan, nampaknya harus mulai memperhatikan keseimbangan alam ini. Harus mulai ada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pendaur ulang limbah. Baik limbah rumah tangga dan limbah elektronik. Alhamdulillah ini sudah mulai dilaksanakan oleh IBM, salah satu vendor komputer terbesar. Dapat kita baca pada situs republika online..
Peluang perusahaan-perusahaan yang ingin bergerak dibidang pendaur ulang limbah akan sangat besar. Karena akan menjadi solusi bagi masyarakat yang menginginkan hidup nyaman, bebas dari polusi. Sebagaimana kita melihat, terutama di daerah perkotaan, sampah banyak terdapat di tempat-tempat kumuh, sungai, bahkan di jalan-jalan. Begitu sesaknya sehingga untuk membuang sampah saja sulit. Akhirnya mengambil jalan pintas dengan membuangnya ke jalan atau ke sungai. Akhirnya jalanan menjadi bau, tidak sedap, sungai menjadi kotor dan hitam airnya.
Bagi warga biasa seperti saya, minimal kita berusaha untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak sembarangan membuang sampah, terutama sampah plastik yang tidak mudah diuraikan. Merawat barang-barang elektronik yang masih layak dipakai. Mematikan listrik, lampu, televisi, kipas angin, komputer jika sedang tidak digunakan. Ketika menyalakan pompa air, segera matikan listriknya jika sudah penuh agar tidak terjadi pemborosan. Jika setiap orang melakukan ini, maka kita sudah ikut serta menjaga dan merawat bumi tempat kita tinggal.
Demikian tulisan kecil ini, semoga bisa bermanfaat dan memberikan sumbangan pemikiran dari seorang warga planet bumi.
Friday, October 9, 2009
Cara Cepat Versus Cara Konsisten
Maksud dari judul posting ini adalah bahwa ada 2 tipe orang dalam meraih kesuksesan. Yang pertama adalah jalur instant, yang kedua adalah dengan sabar dan perjuangan. Sobat tentunya sudah mengetahui bahwa cara kedualah yang akan bertahan lama dan eksis.
Baik, saya akan memberikan beberapa contoh-contoh nyata perbandingan kedua hal di atas.
a. Air
Air yang dimasukkan ke dalam kulkas. Ternyata proses pembekuan air itu tidaklah sekaligus, namun sedikit demi sedikit membentuk kristal-kristal kecil yang saling tersusun rapih. Sehingga ia menjadi struktur yang kuat.
b. Fast Food versus Slow Food
Lihatlah makanan-makanan yang diproses secara Fast Food, ternyata kebanyakan tidak sehat dan bergizi. Karena banyak mengandung kalori dan zat-zat yang merusak dan tidak diperlukan oleh tubuh.
c. Sistem Kebut Semalam (SKS)
Bagi mantan mahasiswa/i tentu sudah paham maksudnya. Ya, ketika akan menghadapi ujian, semalam penuh buku dan catatan yang tebal dibaca. Sambil minum kopi supaya tahan untuk tidak tidur. Hasilnya sudah dapat kita kira. Bandingkan dengan mahasiswa/i yang dengan tekun mencicil dalam mempelajari mata kuliah setiap harinya sedikit demi sedikit. Ketika akan menghadapi ujian, sudah siap dan penuh keyakinan.
d. Membaca Al-qur'an
Di dalam ajaran Islam sendiri, membaca Al-qur'an itu tidak harus sekaligus banyak dalam 1 hari. Tetapi Allah lebih menyukai yang sedikit tetapi berkelanjutan. Konsisten setiap harinya membaca Al-qur'an.
e. Antri
Bandingkan antara loket yang pesertanya antri dengan loket yang pesertanya saling mendahului. Tentunya loket yang pertama akan lebih cepat selesai dibandingkan loket kedua. Loket kedua akan membutuhkan waktu lebih lama dan bahkan mungkin akan mengakibatkan perselisihan dan kekacauan.
f. Uang
Orang yang berjuang untuk mendapatkan uang dengan cara cepat biasanya akan cepat juga kehilangan uangnya. Karena ia mendapatkannya tanpa memiliki skill/pengetahuan untuk mengelola dan memanfaatkannya. Misalnya, saya pernah menonton sebuah acara di stasiun TV swasta tentang seseorang yang ingin menjual ginjalnya agar segera mendapat uang dalam jumlah besar. Di samping itu ada seorang pengusaha yang menawarkan pelatihan baginya agar bisa hidup mandiri. Sayangnya ia menyatakan untuk tetap lebih memilih untuk menjual ginjalnya demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
Demikian mungkin yang dapat saya contohkan, jika Anda memiliki contoh lain silahkan ditambahkan di bawah ini (kolom komentar). Terima kasih.
Baik, saya akan memberikan beberapa contoh-contoh nyata perbandingan kedua hal di atas.
a. Air
Air yang dimasukkan ke dalam kulkas. Ternyata proses pembekuan air itu tidaklah sekaligus, namun sedikit demi sedikit membentuk kristal-kristal kecil yang saling tersusun rapih. Sehingga ia menjadi struktur yang kuat.
b. Fast Food versus Slow Food
Lihatlah makanan-makanan yang diproses secara Fast Food, ternyata kebanyakan tidak sehat dan bergizi. Karena banyak mengandung kalori dan zat-zat yang merusak dan tidak diperlukan oleh tubuh.
c. Sistem Kebut Semalam (SKS)
Bagi mantan mahasiswa/i tentu sudah paham maksudnya. Ya, ketika akan menghadapi ujian, semalam penuh buku dan catatan yang tebal dibaca. Sambil minum kopi supaya tahan untuk tidak tidur. Hasilnya sudah dapat kita kira. Bandingkan dengan mahasiswa/i yang dengan tekun mencicil dalam mempelajari mata kuliah setiap harinya sedikit demi sedikit. Ketika akan menghadapi ujian, sudah siap dan penuh keyakinan.
d. Membaca Al-qur'an
Di dalam ajaran Islam sendiri, membaca Al-qur'an itu tidak harus sekaligus banyak dalam 1 hari. Tetapi Allah lebih menyukai yang sedikit tetapi berkelanjutan. Konsisten setiap harinya membaca Al-qur'an.
e. Antri
Bandingkan antara loket yang pesertanya antri dengan loket yang pesertanya saling mendahului. Tentunya loket yang pertama akan lebih cepat selesai dibandingkan loket kedua. Loket kedua akan membutuhkan waktu lebih lama dan bahkan mungkin akan mengakibatkan perselisihan dan kekacauan.
f. Uang
Orang yang berjuang untuk mendapatkan uang dengan cara cepat biasanya akan cepat juga kehilangan uangnya. Karena ia mendapatkannya tanpa memiliki skill/pengetahuan untuk mengelola dan memanfaatkannya. Misalnya, saya pernah menonton sebuah acara di stasiun TV swasta tentang seseorang yang ingin menjual ginjalnya agar segera mendapat uang dalam jumlah besar. Di samping itu ada seorang pengusaha yang menawarkan pelatihan baginya agar bisa hidup mandiri. Sayangnya ia menyatakan untuk tetap lebih memilih untuk menjual ginjalnya demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
Demikian mungkin yang dapat saya contohkan, jika Anda memiliki contoh lain silahkan ditambahkan di bawah ini (kolom komentar). Terima kasih.
Tuesday, October 6, 2009
Hadapi...!
Salah satu hal yang tidak akan pernah berhenti sepanjang kehidupan manusia adalah masalah. Tidak ada satupun manusia yang hidup tanpa merasakan adanya masalah. Masalah dan kesulitan hidup terkadang membuat stress, pusing dan jika menjadi kronis akan mengacaukan cara berpikir seseorang. Akibatnya mengganggu secara mental dan spiritual. Sebenarnya tidak ada pilihan di dalam hidup ini kecuali hadapi masalah itu. Dekati ia dan lawan, bukan malah menjauhi dan lari dari masalah. Karena kita tidak akan pernah selesai dari masalah jika kita lari, justru masalah itu akan semakin menumpuk dan mengejar kita.
Para ustadz dan motivator sering mengatakan bahwa yang menjadi masalah bukanlah masalah itu sendiri, tetapi masalahnya adalah bagaimana reaksi kita dalam menghadapinya. Orang yang benar reaksinya, akan berpikir bahwa masalah hidup adalah tantangan yang harus diselesaikan, seperti dalam games-games elektronik. Dalam games terdapat level-level yang harus dilewati, sehingga dapat menamatkan permainan. Betapapun sulitnya suatu level, nampaknya para gamers selalu senang dan semangat mencari jalan keluarnya, karena menyenangkan bagi mereka. Jika menyerah dan berhenti maka game over namanya. Masalah adalah tantangan yang mengasyikkan, tetapi bukan berarti kita mencari-cari masalah dalam hidup ini. Masalah tidak untuk dicari, tetapi jika menemui masalah, hadapi dengan berani.
Allah S.W.T tentunya mengetahui sebatas mana kemampuan manusia dalam menghadapi masalah. Dia tidak akan memberikan beban yang 'over load' kepada manusia. Justru maksudnya adalah untuk menaikkan derajat keimanan, level dan pangkat kita di hadapan-Nya.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (Q.S 2 ayat 286).
Jadi, tidak perlu panik menghadapinya. Tenangkan hati dan pikiran, tingkatkan keyakinan kepada-Nya. Pelajari jalan keluarnya dan hadapi!
Posting ini untuk memotivasi diri sendiri dan alhamdulillah jika ada yang membacanya mudah-mudahan bisa bermanfaat. Silahkan jika ingin komentar di bawah ini...trims.
Sunday, October 4, 2009
Jogging Track Krakatau Steel Group
Hmmm...Minggu pagi memang paling asyik bersantai bersama keluarga. Salah satu favoritku adalah lari-lari pagi di komplek KS, murah meriah dan sehat. Yah, setelah bekerja selama seminggu perlu juga tuk recharge nih badan...Biasanya sih lari-lari di stadion KS, tapi pagi ini mau coba track baru yang lumayan asyik, yaitu Jogging Track dan Agrowisata Krakatau Steel Group yang berada tepat di sebelah stadion.
Banyak juga orang-orang yang sudah datang ke tempat ini. Cukup menyenangkan, sebuah track yang meliuk melingkar diantara pohon-pohon dan sawah. Di beberapa pojok track terdapat bunderan yang disediakan bangku untuk sekedar duduk bersantai atau beristirahat. Di tengah-tengah terdapat sebuah saung kecil yang menghadap ke sawah dan lapangan Bapor KS. Di dekat saung ini juga terdapat jalur/track khusus untuk memijat kaki. Track ini di susun lurus memanjang dua jalur, terdapat batu-batu kecil yang lumayan tajam jika kita berjalan di atasnya. Jika tidak terbiasa agak sakit juga berjalan di atasnya. Lumayan, untuk kesehatan bagi penderita rematik. Namun juga bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit. Karena seperti kita ketahui, di kaki terdapat banyak syaraf yang terhubung ke organ tubuh tertentu. Seperti orang Badui yang selalu bertelanjang kaki kemanapun pergi, mereka semua rata-rata kebal penyakit.
Senang sekali rasanya bersama istri dan si kecil Naureen. Sempat juga foto-foto sejenak di saung dan track jogging. Wah, mustinya tempat-tempat seperti ini dipertahankan, jika perlu dibangun yang banyak. Kita memerlukan lahan hijau untuk mengimbangi pemanasan global terutama di daerah perkotaan yang banyak terdapat pabrik, asap kendaraan, limbah, dll. Semua itu tanpa disadari telah meracuni manusia sendiri. Akibatnya adalah berbagai penyakit datang menyerang manusia 'modern'.
Ok, sekian dulu posting hari ini, yang mau kirim-kirim komentarnya di bawah ini ya....
Friday, October 2, 2009
Gempa di Sumatera Barat

Rabu sore sekitar pukul 17:15 terjadi gempa dengan kekuatan 7.6 skala richter di Sumatera Barat. Padang adalah daerah yang mengalami penderitaan paling besar akibat peristiwa alam tsb. Gempa ini terasa juga hingga ke negara tetangga Malaysia dan Singapura.
Bayangkan, di sore hari ketika masyarakat masih sibuk beraktifitas, ada yang di gedung-gedung perkantoran, hotel, mall, rumah, jalan, tiba-tiba bumi bergoncang dengan begitu dahsyatnya. Mengakibatkan ribuan rumah rusak parah, bahkan rata dengan tanah, beberapa mengalami kebakaran. Wargapun panik dan berhamburan ke jalan, mengakibatkan kacaunya lalu-lintas, suara sirene meraung-meraung, warga lari ke bukit karena khawatir akan terjadi bencana Tsunami. Bahkan sebuah hotel terbesar di Padang dengan 3 lantai ambruk, mengakibatkan 200 orang terjebak dalam timbunan reruntuhan. Ibu-ibu ada yang menangis kehilangan suaminya, anak-anak yang kehilangan orang tuanya. Kemudian listrikpun padam, sehingga dalam suasana mencekam, di malam hari tanpa adanya penerangan, ditambah lagi hujan, saudara-saudara kita kebingungan mencari perlindungan.
Pertanyaannya adalah, bagaimana jika itu semua terjadi di tempat kita, pada orang tua, anak-anak, suami dan istri kita? Maka, sudah sepantasnyalah bagi kita sebagai satu bangsa yang besar untuk dapat memberikan bantuannya. Sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Ada yang berangkat menjadi relawan, menyumbang dengan harta berupa uang, pakaian, makanan dan obat-obatan. Tidak lupa juga bersimpati dengan do'a.
Maut memang salah satu yang menjadi rahasia Allah. Manusia tidak pernah dapat mengetahui kapan datangnya. Jika belum waktunya, bencana sedahsyat apapun tidak akan menyebabkan kematian bagi dirinya. Seorang ibu yang selamat dari reruntuhan hotel ketika mengikuti kegiatan training di antara 35 orang lainnya membuktikan itu, walaupun ia mengalami cedera di wajah, kaki dan punggungnya. Ia dapat diselamatkan dan diangkat dari reruntuhan. Sebaliknya, dalam keadaan alam yang tenang, tubuh yang sehat, bisa saja seseorang meninggal dunia begitu saja jika memang sudah waktunya.
Kita memang dipesankan oleh Rasulullah agar jangan melakukan sesuatu yang dapat menghilangkan nyawa sendiri, namun jangan pula kita takut menghadapinya. Karena maut adalah sesuatu yang pasti terjadi. Yang menjadi masalah adalah apakah kita telah siap menghadapi peristiwa panjang yang akan dialami setelah kematian? Siapkah kita menjawab pertanyaan malaikat kubur? Siapkah kita mempertanggung jawabkan segala amal perbuatan di dunia?
Tidak ada jalan lain bagi manusia, makhluk yang lemah kecuali kembali kepada-Nya. Bencana adalah sarana kembalinya hati manusia kepada sang Pencipta. Sarana kembali tersungkur sujudnya kepala ini. Sarana persatuan ummat manusia yang senang bertikai. Sarana merenungkan kembali tujuan penciptaan manusia. Yakni untuk ta'at, tunduk dan beribadah kepada penggenggam alam semesta. Dia yang menciptakan dari tidak ada menjadi ada, dialah Allah S.W.T.
"Dan tidak Kuciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku (Allah)." (QS. 51:56)
Wednesday, September 30, 2009
Sediakan Waktu untuk Cita-citamu
Setiap orang dalam hidup tentunya memiliki cita-cita. Sebuah tujuan atau goal yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. Tetapi tidak banyak manusia yang mau menyediakan waktu untuk cita-citanya tsb. Sehingga lebih banyak orang-orang yang hanya bermimpi dan bermimpi tanpa pernah terus melangkah untuk menggapainya.
Orang yang telah menentukan tujuan hidupnya secara jelas dan tertarget tentunya dapat melihat jalan yang terbentang panjang menuju cita-citanya tsb. Dalam jalan itu, ia sudah mengetahui apa saja yang harus dilakukan dan menghadapi berbagai resikonya. Ia selalu menyediakan waktu untuk melakukan yang terbaik menuju goal hidup. Rutin, fokus dan terarah adalah kuncinya.
Memiliki berbagai alasan dan menunda pekerjaan adalah salah satu ciri orang yang jauh dari keberhasilan menggapai cita-citanya.
“Saya terlalu sibuk dan lelah…”. Ini merupakan alasan yang sering kita mendengarnya. Terkadang kita ini sibuk pada pekerjaan-pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan tujuan hidup. Atau mungkin memang kita belum menentukan target hidup. Akhirnya kita terus sibuk dan sibuk tetapi tidak terarah dan tidak jelas hasil yang ingin dicapai. Ini terus terjadi sampai akhirnya tanpa terasa usia sudah terlalu tua ketika menyadarinya. Teringat cerita Nasrudin Affandi yang diminta tolong untuk mengangkat sebuah batu, ia mengatakan, “Saya akan mengangkatnya nanti …”. Terus ia menundanya karena tidak yakin dengan kekuatannya hingga ketika sudah tua ia berkata, “Saya mau mengangkatnya sekarang, tetapi saya sudah tidak kuat…”.
Maka, tidak ada pilihan lain kecuali segera tentukan tujuan hidup, baik jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Jika sudah menentukan, jangan hanya diam, sediakan waktu untuk melakukan perjalanan menuju cita-cita tsb. Tidak malas dan menundanya dengan berbagai alasan, karena jika tidak mungkin kita hanya akan numpang lewat saja dalam kehidupan di dunia ini tanpa memberikan sesuatu yang berarti bagi kehidupan. Itu artinya adalah kesia-siaan yang membuat hidup menjadi merugi.
Orang yang telah menentukan tujuan hidupnya secara jelas dan tertarget tentunya dapat melihat jalan yang terbentang panjang menuju cita-citanya tsb. Dalam jalan itu, ia sudah mengetahui apa saja yang harus dilakukan dan menghadapi berbagai resikonya. Ia selalu menyediakan waktu untuk melakukan yang terbaik menuju goal hidup. Rutin, fokus dan terarah adalah kuncinya.
Memiliki berbagai alasan dan menunda pekerjaan adalah salah satu ciri orang yang jauh dari keberhasilan menggapai cita-citanya.
“Saya terlalu sibuk dan lelah…”. Ini merupakan alasan yang sering kita mendengarnya. Terkadang kita ini sibuk pada pekerjaan-pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan tujuan hidup. Atau mungkin memang kita belum menentukan target hidup. Akhirnya kita terus sibuk dan sibuk tetapi tidak terarah dan tidak jelas hasil yang ingin dicapai. Ini terus terjadi sampai akhirnya tanpa terasa usia sudah terlalu tua ketika menyadarinya. Teringat cerita Nasrudin Affandi yang diminta tolong untuk mengangkat sebuah batu, ia mengatakan, “Saya akan mengangkatnya nanti …”. Terus ia menundanya karena tidak yakin dengan kekuatannya hingga ketika sudah tua ia berkata, “Saya mau mengangkatnya sekarang, tetapi saya sudah tidak kuat…”.
Maka, tidak ada pilihan lain kecuali segera tentukan tujuan hidup, baik jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Jika sudah menentukan, jangan hanya diam, sediakan waktu untuk melakukan perjalanan menuju cita-cita tsb. Tidak malas dan menundanya dengan berbagai alasan, karena jika tidak mungkin kita hanya akan numpang lewat saja dalam kehidupan di dunia ini tanpa memberikan sesuatu yang berarti bagi kehidupan. Itu artinya adalah kesia-siaan yang membuat hidup menjadi merugi.
Sunday, September 27, 2009
Tidak Ada yang Sempurna
Sebuah peribahasa mengatakan bahwa "tiada gading yang tak retak" yang berarti tidak ada yang sempurna di dunia ini. Semua memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Setiap orang dilahirkan dengan bidang dan keahlian yang berbeda-beda. Semua itu dengan tujuan agar manusia dapat saling mengenal dan bekerja sama. Jadi tidak ada yang pantas untuk disombongkan apapun prestasi yang telah kita peroleh. Semua itu tidak akan berhasil dicapai tanpa bantuan orang lain dan tentunya atas kehendak Yang Maha Kuasa.
Teringat kata-kata guruku ketika di sekolah dasar yang pernah mengatakan bahwa kita tidak mungkin dapat bertahan hidup tanpa bantuan orang lain. Misalnya rumah dimana kita tinggal yang diperoleh dengan keringat hasil kerja tidak akan pernah bisa berdiri jika tidak dikerjakan oleh seorang pekerja bangunan. Nasi yang ada dipiring telah melalui proses yang panjang hingga tersedia di meja makan kita. Mulai dari membajak sawah, menyemai, mengairi, menjaganya dari hama, hingga panen dan dipasarkan tentunya telah melibatkan orang banyak.
Tidak ada satupun manusia yang seperti superman yang mampu mengerjakan segala sesuatu dengan kekuatannya sendiri. Jika ada orang yang mengatakan tidak membutuhkan orang lain, coba kita bertanya padanya, siapa yang akan menguburkan jasadnya nanti bila ia meninggal dunia. Apakah ia mampu menguburkan sendiri jasadnya?
Semua yang bernama makhluk memiliki ketidaksempurnaan. Yang sempurna dan pantas untuk sombong hanya Allah S.W.T yang Maha Berdiri Sendiri tanpa perlu bantuan siapapun.
“..angkuh dan sombong itu adalah pakaian Allah, siapa yang menyaingi pakaian-Nya. Allah Ta'ala akan menyiksanya. (HR. Muslim) “
Teringat kata-kata guruku ketika di sekolah dasar yang pernah mengatakan bahwa kita tidak mungkin dapat bertahan hidup tanpa bantuan orang lain. Misalnya rumah dimana kita tinggal yang diperoleh dengan keringat hasil kerja tidak akan pernah bisa berdiri jika tidak dikerjakan oleh seorang pekerja bangunan. Nasi yang ada dipiring telah melalui proses yang panjang hingga tersedia di meja makan kita. Mulai dari membajak sawah, menyemai, mengairi, menjaganya dari hama, hingga panen dan dipasarkan tentunya telah melibatkan orang banyak.
Tidak ada satupun manusia yang seperti superman yang mampu mengerjakan segala sesuatu dengan kekuatannya sendiri. Jika ada orang yang mengatakan tidak membutuhkan orang lain, coba kita bertanya padanya, siapa yang akan menguburkan jasadnya nanti bila ia meninggal dunia. Apakah ia mampu menguburkan sendiri jasadnya?
Semua yang bernama makhluk memiliki ketidaksempurnaan. Yang sempurna dan pantas untuk sombong hanya Allah S.W.T yang Maha Berdiri Sendiri tanpa perlu bantuan siapapun.
Friday, September 25, 2009
Busana Muslim Berkualitas
Masih dalam suasana lebaran Idul Fitri 1430 H, saya mengucapkan mohon maaf lahir dan batin, semoga segala amal ibadah kita selama bulan suci Ramadhan diterima oleh-Nya, dan semoga juga diberi kesempatan untuk berjumpa kembali dengan bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini pada tahun yang akan datang, amin.
Salah satu kebiasaan ummat Islam di hari lebaran adalah mengenakan pakaian yang serba baru. Walaupun tidak menjadi kewajiban, akan tetapi merupakan suatu kebahagiaan tersendiri jika melihat saudara-saudara kita dapat mengenakan pakaian baru di hari yang fitri ini.
Walaupun sudah lewat beberapa hari lebaran, namun tidak ada salahnya kalau kita ingin membeli baju baru untuk diri sendiri atau sebagai hadiah/kado bagi sahabat dan keluarga. Sebagai seorang muslim, tentunya pakaian harus sesuai dengan yang disyariatkan, yaitu menutup aurat. Namun tentunya ingin juga tetap mengikuti mode dan gaya yang terkini/modern. Alhamdulillah, kini banyak sekali tersedia bermacam-macam busana muslim yang dapat menjadi pilihan sesuai selera kita. Tentunya dengan bahan yang bermutu dan berkualitas tinggi. Saya mendapatkan informasi sebuah alamat website yang menjual busana dan baju muslim. Contoh busana muslim yang ada adalah baju koko Shafa, busana muslim Elfadha, mukena Amaly lengkap dengan paket tas eksklusif, sajadah dan bergo, songkok Awing.
Ibu Ati Wicaksono, seorang ibu rumah tangga dengan 2 anak laki yang masih balita. Setelah satu tahun lebih berjualan baju hamil di MomsMiracle.com, kemudian memberanikan diri untuk membuka toko online yang kedua, khusus berjualan busana muslim yaitu ButikAqilla.com.
ButikAqilla.com beralamat sama dengan MomsMiracle.com yaitu di Citra Raya blok M1 No.3 Cikupa Tangerang. Silakan bagi yang ingin mampir dapat melihat langsung koleksi busana muslimnya. Dapat juga memesan secara online dengan mengirim sms/telepon atau email. Tentang detailnya secara lengkap silahkan kunjungi alamat websitenya.
Salah satu kebiasaan ummat Islam di hari lebaran adalah mengenakan pakaian yang serba baru. Walaupun tidak menjadi kewajiban, akan tetapi merupakan suatu kebahagiaan tersendiri jika melihat saudara-saudara kita dapat mengenakan pakaian baru di hari yang fitri ini.
Walaupun sudah lewat beberapa hari lebaran, namun tidak ada salahnya kalau kita ingin membeli baju baru untuk diri sendiri atau sebagai hadiah/kado bagi sahabat dan keluarga. Sebagai seorang muslim, tentunya pakaian harus sesuai dengan yang disyariatkan, yaitu menutup aurat. Namun tentunya ingin juga tetap mengikuti mode dan gaya yang terkini/modern. Alhamdulillah, kini banyak sekali tersedia bermacam-macam busana muslim yang dapat menjadi pilihan sesuai selera kita. Tentunya dengan bahan yang bermutu dan berkualitas tinggi. Saya mendapatkan informasi sebuah alamat website yang menjual busana dan baju muslim. Contoh busana muslim yang ada adalah baju koko Shafa, busana muslim Elfadha, mukena Amaly lengkap dengan paket tas eksklusif, sajadah dan bergo, songkok Awing.
Ibu Ati Wicaksono, seorang ibu rumah tangga dengan 2 anak laki yang masih balita. Setelah satu tahun lebih berjualan baju hamil di MomsMiracle.com, kemudian memberanikan diri untuk membuka toko online yang kedua, khusus berjualan busana muslim yaitu ButikAqilla.com.
ButikAqilla.com beralamat sama dengan MomsMiracle.com yaitu di Citra Raya blok M1 No.3 Cikupa Tangerang. Silakan bagi yang ingin mampir dapat melihat langsung koleksi busana muslimnya. Dapat juga memesan secara online dengan mengirim sms/telepon atau email. Tentang detailnya secara lengkap silahkan kunjungi alamat websitenya.
Tuesday, September 22, 2009
Selepas Ramadhan
Apa indikator dari keberhasilan kita menjalani latihan di bulan Ramadhan? Tentunya peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah S.W.T. Seseorang yang telah melaksanakan latihan satu bulan penuh tentunya diharapkan kemampuannya akan meningkat, bukan malah sebaliknya. Tetapi begitulah keadaan yang kita lihat setiap tahun berulang-ulang. Di bulan suci Ramadhan orang beramai-ramai pergi ke Masjid untuk beribadah. Al-qur’an rajin dibaca hingga khatam dan dikaji. Shalat malam dan shalat-shalat sunnah, dzikir, zakat dan shadaqoh, semuanya begitu terasa. Tetapi apa yang terjadi setelah bulan Ramadhan usai? Atau bahkan pada setengah perjalanan bulan Ramadhan? Dapat kita saksikan sendiri.
Selepas bulan Ramadhan, kepadatan jama’ah shalat wajib, khususnya di waktu Isya kembali normal (walaupun seharusnya tidak hanya di waktu Isya saja), sama seperti arus mudik. Ke mana para sahabat kita yang di bulan suci kemarin bersama-sama menghadiri shalat berjama’ah? Jumlahnya berkurang begitu drastis. Lalu apa hasil dari latihan selama ini? Apakah ini hanya ritual tahunan belaka yang sama saja seperti budaya dan adat-istiadat lainnya? Tentu kita tidak mengharapkan demikian. Ramadhan bukanlah bulan pengekangan sesaat dari hawa nafsu, yang jika telah usai kembali menjadi liar dan merusak. Tetapi Ramadhan adalah sarana pelatihan untuk menghadapi bulan-bulan berikutnya.
Pertarungan sesungguhnya baru akan dimulai selama 11 bulan ke depan. Pertarungan melawan hawa nafsu yang tidak pernah berakhir. Maka, seharusnya kita pertahankan atau bahkan tingkatkan kebiasaan-kebiasaan baik yang sudah dikerjakan selama bulan suci Ramadhan sehingga terasa hasilnya.
Demikian, semoga tulisan singkat ini cukup bermanfaat untuk memotivasi khususnya pribadi penulis sendiri dan siapapun yang membacanya. Terima kasih, kirim-kirim komentarnya ya di bawah ini…
Selepas bulan Ramadhan, kepadatan jama’ah shalat wajib, khususnya di waktu Isya kembali normal (walaupun seharusnya tidak hanya di waktu Isya saja), sama seperti arus mudik. Ke mana para sahabat kita yang di bulan suci kemarin bersama-sama menghadiri shalat berjama’ah? Jumlahnya berkurang begitu drastis. Lalu apa hasil dari latihan selama ini? Apakah ini hanya ritual tahunan belaka yang sama saja seperti budaya dan adat-istiadat lainnya? Tentu kita tidak mengharapkan demikian. Ramadhan bukanlah bulan pengekangan sesaat dari hawa nafsu, yang jika telah usai kembali menjadi liar dan merusak. Tetapi Ramadhan adalah sarana pelatihan untuk menghadapi bulan-bulan berikutnya.
Pertarungan sesungguhnya baru akan dimulai selama 11 bulan ke depan. Pertarungan melawan hawa nafsu yang tidak pernah berakhir. Maka, seharusnya kita pertahankan atau bahkan tingkatkan kebiasaan-kebiasaan baik yang sudah dikerjakan selama bulan suci Ramadhan sehingga terasa hasilnya.
Demikian, semoga tulisan singkat ini cukup bermanfaat untuk memotivasi khususnya pribadi penulis sendiri dan siapapun yang membacanya. Terima kasih, kirim-kirim komentarnya ya di bawah ini…
Alam Pikiran dan Alam Kenyataan
Kita sebenarnya hidup di dua alam yang berbeda, yaitu alam pikiran dan alam kenyataan. Orang yang sukses adalah orang yang seimbang antara alam pikiran dan alam kenyataannya. Artinya apa yang ada dipikirannya atau dapat juga disebut impiannya itu sama dengan apa yang dialaminya secara nyata. Dengan kata lain ia mampu mewujudkan impian hidupnya.Sedangkan orang gagal, apa yang ada dipikirannya tidak sama dengan apa yang dialaminya dalam hidup. Impiannya besar, keinginannya banyak, tetapi pada kenyataan hidupnya tidak satupun mimpi itu terwujud. Sehingga yang ada pada dirinya adalah penderitaan dan disiksa oleh pikiran dan impian tersebut.
Mengapa bisa seperti itu? Sederhana saja jawabannya, yaitu tindakan. Orang yang sukses adalah orang yang segera berbuat, bertindak, tidak menunda untuk meraih impiannya. Sedangkan orang yang gagal adalah orang yang malas, tidak berbuat karena terlalu banyak pertimbangan atau takut melangkah. Sehingga impiannya hanya sebatas khayalan, karena tidak ada kemauan untuk mewujudkannya. Akhirnya ia hanya membangun kerajaan di alam pikirannya saja, tidak di dunia nyata.
Coba saja Anda praktekkan, dalam 1 hari diam saja tidak melakukan kegiatan apapun, padahal tugas dan kewajiban Anda banyak. Pasti yang hadir ke dalam jiwa adalah kegelisahan dan pikiran yang tidak menentu. Walaupun fisik Anda diam, beristirahat dari aktivitas, tetapi jiwa Anda gelisah karena merasa ada tugas dan kewajiban yang harus diselesaikan. Bandingkan jika Anda bergerak, berbuat sesuatu, menyelesaikan tugas dan kewajiban, maka ketenangan jiwa yang didapatkan. Walaupun fisik lelah, tetapi jiwa Anda tenang dan beristirahat. Lihatlah perbedaan antara air yang tergenang dengan air yang mengalir, tentu lebih segar air yang mengalir. Air yang tergenang akan menjadi sumber penyakit, menjadi bau dan tidak segar.
Maka, seimbangkan impian di dalam pikiran itu dengan tindakan. Maka kesuksesan itu akan dicapai. Di dalam agama Islam juga iman saja tidak cukup bukan? Harus disertai dengan taqwa (melakukan segala perintah-Nya, dan menjauhi segala larangan-Nya).
"sesungguhnya Allah swt tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah nasibnya sendiri-sendiri..." (Q.S. Ar-Ra'd: 13)
Friday, September 18, 2009
Hari Raya Idul Fitri

Tanpa terasa bulan suci Ramadhan akan segera berlalu. Ada rasa sedih bahwa kita akan ditinggalkan oleh bulan yang benuh dengan rahmat, pahala dan ampunan. Bulan di mana ibadah dilaksanakan bersama-sama seluruh ummat Islam di dunia.
Kita akan memasuki hari raya Idul Fitri. Hari di mana bagi yang berhasil menjalankan ibadah shaum selama sebulan penuh merupakan hari kemenangan, hari yang fitri. Kembali suci seperti bayi yang baru lahir. Semoga segala amal kita selama bulan suci Ramadhan diterima oleh Allah S.W.T. Amin.
Mohon maaf lahir dan batin
Subscribe to:
Posts (Atom)