Apa yang membuat orang termotivasi untuk segera melakukan suatu pekerjaan tertentu? Banyak faktor, dan salah satunya adalah masalah waktu. Lebih spesifik lagi adalah waktu yang sudah mendesak.
Saya memiliki sebuah pengalaman berharga, yaitu saat sedang sibuk-sibuknya mengerjakan Tugas Akhir program Studi Diploma. Di saat waktu sidang TA sudah hitungan hari, saya begitu fokus untuk segera menyelesaikannya. Saat itu saya membuat Tugas Akhir sebuah alat elektronik untuk menghidupkan dan mematikan lampu rumah yang dihubungkan ke komputer melalui Port Paralel Printer. Alat tsb. dikendalikan sebuah bahasa pemrograman, sehingga intinya kita dapat menghidupkan dan mematikan lampu dan peralatan listrik lainnya hanya dengan mengklik program di komputer. Ketika waktu sudah sangat mendesak, kira-kira dua hari menjelang sidang TA, alat tsb. belum juga selesai, baru kira-kira 75% saja. Walaupun secara konsep laporan sudah saya kuasai dan selesai. Akhirnya waktu benar-benar saya manfaatkan secara penuh, pagi, siang, sore dan malam. Sehingga pada waktu itu saya hanya tidur sebentar. Padahal seharusnya alat tsb. sudah selesai, sehingga beberapa hari terakhir seharusnya saya hanya mempersiapkan mental untuk presentasi dan demo alat/program.
Dua hari terakhir itu saya benar-benar bekerja ekstra, penuh dan maksimal. Kamar saya berantakan, penuh dengan kabel, timah, komponen-komponen elektronika, bau asap solder. Sehingga teman yang melihat saya pasti akan menganggap saya orang yang sangat rajin dan bekerja keras. Padahal motivasi saya adalah menyelesaikan alat tsb. agar segera dapat digunakan dalam sidang Tugas Akhir saya. Hingga saya ingat saat itu, jam 12 siang saya masih sibuk membentuk sebuah PCB dengan larutan Fericlorid untuk dihubungkan ke lampu dan menata alat menggunakan gabus bekas peralatan elektronik. Padahal jam dua saya harus sudah maju sidang atau pendadaran kami menyebutnya. Sungguh sebuah contoh yang buruk, karena sesungguhnya kalau saya mau mengerjakan dari awal-awal waktu pasti tidak tergesa-gesa seperti itu.
Tetapi yang ingin saya ceritakan di sini adalah dalam waktu yang cukup mendesak itu saya sangat termotivasi. Saya mengerahkan semua kekuatan dan kemampuan saya. Sehingga pada saatnya harus sidang ternyata saya bisa melakukan presentasi dengan cukup baik, dan alat juga dapat berfungsi dengan baik. Dan yang lebih membuat saya bersyukur dan bahagia, ternyata nilai Tugas Akhir saya adalah A. Sungguh terbayar semua kelelahan saya, padahal alat dikerjakan dalam keadaan yang mendesak. Akhirnya saya berpikir, dalam keadaan mendesak saya dapat memanfaatkan waktu dengan sangat efektif dan efisien. Andaikata setiap hari adalah hari yang mendesak, sesungguhnya cukup banyak ilmu, amal atau karya bermanfaat yang dapat saya hasilkan.
Contoh lainnya adalah ketika jiwa kita terancam, misal dikejar oleh sekelompok penjahat, tentu kita akan berlari dengan sangat cepat, bahkan lebih cepat dari kecepatan biasanya. Bahkan jika misalnya kita berlari menuju ke atas sebuah gedung hingga ke bagian atap, lalu keadaan kita terjepit, di belakang gerombolan penjahat telah siap menyergap, di depan kita adalah tepian dari atap gedung. Jika melihat ke bawah, mobil, motor, rumah dan orang-orang terlihat seperti mainan, sangat tinggi. Tentu kita tahu akibatnya jika terjatuh. Lalu kira-kira tiga meter di depan kita ada gedung lainnya, apa yang akan kita lakukan. Dalam keadaan biasa, kita mungkin tidak akan berani melompatinya, karena resiko yang sangat fatal akibatnya, jika tidak berhasil. Tetapi dalam keadaan mendesak, saat di dalam pikiran kita hanya ada satu kata, selamatkan diri. Tentunya secara spontan kita akan melompat dengan segenap tenaga dan kemampuan yang dimiliki menuju gedung sebelah. Karena diam berarti mati. Kita akan berani mengambil resiko melompat.
Apa pelajaran yang dapat diambil dari contoh di atas?
Hal yang paling berbahaya adalah ketika seseorang tidak menyadari bahwa dirinya dalam keadaan bahaya. Dia tenang-tenang saja dalam hidup, bersantai ria, merasa aman, damai dan sejahtera. Tidak berusaha untuk meningkatkan kualitas, kemampuan dan prestasi diri. Padahal sebenarnya setiap hari adalah keadaan yang mendesak, rawan dan berbahaya. Apakah keadaan bahaya itu?
Andaikata kita dapat mengetahui masa depan, misal besok kita akan mati. Atau besok akan terjadi kiamat, apa yang akan kita lakukan? Tentunya setiap menit dan bahkan detik akan kita manfaatkan untuk bertaubat, beristgihfar, beribadah dan membayar semua hutang-hutang kepada sesama manusia. Bahkan kita akan rela melepaskan semua harta kekayaan kita untuk melunasinya, atau untuk diinfakkan, disodaqohkan semuanya. Toh, buat apa semua harta itu. Tidak akan berguna ketika besok kita mati, malah akan menjadi beban hisab di akherat. Namun jika harta itu kita ikhlaskan di jalan Allah, maka ia akan berubah menjadi bentuk deposit amal atau pahala yang bisa meringankan beban hisab kita Insya Allah.
Allah berfirman dalam surat Al-Ashr ayat 1-3 yang artinya:
1.Demi masa. (QS. 103:1)
2.Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, (QS. 103:2)
3.Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS. 103:3)
Nah, menurut Al-qur'an surat Al-Ashr ayat 1 sampai 3 tsb. bahwa kita ini benar-benar berada dalam kerugian setiap harinya. Kecuali jika kita beriman, beramal saleh, dan selalu nasehat menasehati dalam kesabaran.
Jika kita renungkan makna ayat tsb. bahwa kita ini selalu merugi, itu artinya setiap hari adalah hari-hari yang mendesak. Hari-hari yang mendesak untuk beramal saleh, untuk berbuat sesuatu, menghasilkan karya, bermanfaat bagi sesama. Sehingga pada saatnya nanti ketika usia kita semakin tua, setidaknya mengurangi penyesalan akibat banyaknya waktu yang telah kita sia-siakan, yang membuat kita merugi.
Jika suatu keadaan di mana pikiran bawah sadar kita selalu menyadari bahwa setiap hari adalah mendesak, setiap hari kita merugi. Maka, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk menunda-nunda untuk beramal dan berkarya dalam hidup di dunia yang hanya sementara ini.
Nah, mumpung sedang bulan suci Ramadhan, merupakan sebuah kesempatan emas bagi kita untuk beramal saleh sebanyak-banyaknya. Semoga kita digolongkan sebagai orang yang bertakwa, dan dimasukkan ke dalam Jannah-Nya. Amin...
Tuesday, July 26, 2011
Thursday, July 21, 2011
Otak Kanan Dulu, Baru Otak Kiri
Hehe..barusan saya membaca tips rahasia menulis dari Pak Jonru, karena saya ikutan di newsletternya, lumayan gratis dapet tips-tips menulis. Ternyata benar juga, gunakan dulu otak kanan, baru otak kiri. Seperti kita ketahui, otak kanan itu bekerja penuh kreatifitas, bebas, tidak terikat aturan apapun. Sedangkan otak kiri itu bekerja mengikuti aturan, teratur dan baku. Hmmm...kedua otak ini sebenarnya saling menguatkan satu sama lain, tidak berarti otak kanan lebih baik dari otak kiri. Tetapi ternyata ada rahasia dalam penggunaannya yang selama ini tidak kita perhatikan betul. Apakah itu?
Tidak ada yang lebih penting, otak kanan atau otak kiri, tetapi keduanya sama penting. Akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah prioritas penggunaannya, ternyata otak kanan harus didahulukan sebelum kita menggunakan otak kiri. Sesuai juga kan, dalam ajaran agama Islam, dahulukan kaki kanan ketika melangkah masuk ke Masjid, gunakan tangan kanan ketika makan, minum, bersalaman, dan berbagai kegiatan yang baik lainnya.
Dahulu saya pernah punya pengalaman saat sedang membuat sebuah laporan hasil praktikum saat kuliah. Saya mengetik laporan tersebut dengan sangat berhati-hati, saya sangat memperhatikan tanda baca seperti titik, koma, juga perataan paragraf kiri dan kanan, susunan paragraf dll. Karena saya berpikir bahwa saya tidak boleh salah, dan laporan itu harus sekali jadi. Tapi, ternyata lama sekali jadinya hasil laporan tsb. Saya beberapa kali bertanya ke teman saya yang waktu itu saya pinjam komputernya di kos-kosannya, "Rif, kalo meratakan ini gimana?". Dia menjawab singkat, "Ga, pokoknya kamu tulis aja dulu semuanya, gampang ngatur itu terakhir". Begitu kata temanku.
Jawaban temanku yang cukup sederhana itu aku ikuti, akhirnya aku tulis saja semua apa adanya yang harus aku tulis untuk membuat laporan tsb. Luar biasa ternyata jadi lebih cepat selesai, setelah itu baru aku merapikan format penulisannya yang masih kurang baik di sana sini, jadi deh tuh laporan, trims Arif, my friend, moga dia baca tulisanku ini, hehe. Amal jariyah buat dikau Rif atas tips menyelesaikan laporannya.
Nah, yang terjadi barusan adalah sebuah contoh ketika kita memulai mengerjakan sesuatu langsung menggunakan otak kiri, maka pekerjaan akan lama selesainya. Dan bahkan mungkin tidak pernah selesai karena kita keburu capek berpikir. Yah, memikirkan sesuatu yang sesuai aturan, formal, baku dan rumus itu kan membuat capek otak. Tetapi ketika kita melepaskan itu semua, membebaskan kreatifitas kita, biarkan otak kanan berkreasi terlebih dahulu, maka semua akan lancar, bebas hambatan. Baru setelah beres tugas otak kanan, biarkan otak kiri melakukan tugasnya untuk merapikan, menghaluskan, mengedit, sesuai dengan ilmu yang telah didapatkan oleh otak kiri.
Rahasia ini ternyata tidak hanya berlaku untuk dunia tulis menulis. Tetapi dalam bidang apapun, biarkan otak kanan bekerja terlebih dahulu, baru kemudian otak kiri. Jika kita langsung menggunakan otak kiri di awal pekerjaan kita, pekerjaan akan lambat, terbebani dan mudah lelah. Dengan mendahulukan kerja otak kanan di awal, maka kita akan banyak pengalaman dalam pekerjaan, walaupun pasti banyak kesalahan juga. Nah, tugas otak kiri nanti untuk merapikan, membetulkan kesalahan-kesalahan itu. Semoga tips singkat ini bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.
Tidak ada yang lebih penting, otak kanan atau otak kiri, tetapi keduanya sama penting. Akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah prioritas penggunaannya, ternyata otak kanan harus didahulukan sebelum kita menggunakan otak kiri. Sesuai juga kan, dalam ajaran agama Islam, dahulukan kaki kanan ketika melangkah masuk ke Masjid, gunakan tangan kanan ketika makan, minum, bersalaman, dan berbagai kegiatan yang baik lainnya.
Dahulu saya pernah punya pengalaman saat sedang membuat sebuah laporan hasil praktikum saat kuliah. Saya mengetik laporan tersebut dengan sangat berhati-hati, saya sangat memperhatikan tanda baca seperti titik, koma, juga perataan paragraf kiri dan kanan, susunan paragraf dll. Karena saya berpikir bahwa saya tidak boleh salah, dan laporan itu harus sekali jadi. Tapi, ternyata lama sekali jadinya hasil laporan tsb. Saya beberapa kali bertanya ke teman saya yang waktu itu saya pinjam komputernya di kos-kosannya, "Rif, kalo meratakan ini gimana?". Dia menjawab singkat, "Ga, pokoknya kamu tulis aja dulu semuanya, gampang ngatur itu terakhir". Begitu kata temanku.
Jawaban temanku yang cukup sederhana itu aku ikuti, akhirnya aku tulis saja semua apa adanya yang harus aku tulis untuk membuat laporan tsb. Luar biasa ternyata jadi lebih cepat selesai, setelah itu baru aku merapikan format penulisannya yang masih kurang baik di sana sini, jadi deh tuh laporan, trims Arif, my friend, moga dia baca tulisanku ini, hehe. Amal jariyah buat dikau Rif atas tips menyelesaikan laporannya.
Nah, yang terjadi barusan adalah sebuah contoh ketika kita memulai mengerjakan sesuatu langsung menggunakan otak kiri, maka pekerjaan akan lama selesainya. Dan bahkan mungkin tidak pernah selesai karena kita keburu capek berpikir. Yah, memikirkan sesuatu yang sesuai aturan, formal, baku dan rumus itu kan membuat capek otak. Tetapi ketika kita melepaskan itu semua, membebaskan kreatifitas kita, biarkan otak kanan berkreasi terlebih dahulu, maka semua akan lancar, bebas hambatan. Baru setelah beres tugas otak kanan, biarkan otak kiri melakukan tugasnya untuk merapikan, menghaluskan, mengedit, sesuai dengan ilmu yang telah didapatkan oleh otak kiri.
Rahasia ini ternyata tidak hanya berlaku untuk dunia tulis menulis. Tetapi dalam bidang apapun, biarkan otak kanan bekerja terlebih dahulu, baru kemudian otak kiri. Jika kita langsung menggunakan otak kiri di awal pekerjaan kita, pekerjaan akan lambat, terbebani dan mudah lelah. Dengan mendahulukan kerja otak kanan di awal, maka kita akan banyak pengalaman dalam pekerjaan, walaupun pasti banyak kesalahan juga. Nah, tugas otak kiri nanti untuk merapikan, membetulkan kesalahan-kesalahan itu. Semoga tips singkat ini bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.
Tuesday, July 19, 2011
Jembatan Layang Merak

Selasa, 19 Juli 2011, kupacu sepeda motorku dengan kecepatan sedang, saat itu sekitar pukul 15:15 sore hari. Alhamdulillah, lalu lintas di Merak cukup lengang dan lancar, padahal biasanya begitu padat dengan kendaraan terutama truk-truk yang membuat macet, asap dan debu yang cukup menyiksa. Mungkin karena PT. ASDP telah mendapat bantuan tambahan beberapa kapal untuk memperlancar aktivitas penyeberangan yang menghubungkan 2 pulau besar Jawa dan Sumatera. Melalui Pelabuhan Merak inilah roda perekonomian dapat berputar melalui truk-truk yang memiliki misi untuk mendistribusikan barang-barang baik itu berupa sembako, barang elektronik, material bangunan, bahkan hingga hewan seperti sapi, kambing dan ayam dari Jawa ke Sumatera atau sebaliknya.
Kuhentikan sejenak sepeda motorku di atas jembatan layang Merak ini, untuk sekedar menikmati pemandangan laut dan kapal yang tak pernah berhenti mengantarkan para penyeberang. Walaupun sebenarnya berbahaya untuk berhenti, tetapi kusempatkan mengabadikan gambar pemandangan dari atas jembatan.

Setiap hari dari aktivitas sa'i-ku, dari rumah ke kantor dan dari kantor kembali ke rumah, selalu melewati Pelabuhan Merak ini. Dan sekarang, setelah dibangun sebuah jalan fly over, maka setiap pulang dari kantor kulalui jalur jembatan layang ini. Ya, lebih menyenangkan untuk melalui jalur ini daripada melalui jalur bawah, karena kita dapat menyaksikan laut yang luas, bukit, kapal, langit, dan Pelabuhan Merak itu sendiri. Subhaanallah, meluaskan pandangan mata seolah-olah hati kita ikut menjadi lebih luas dari biasanya setelah menyaksikan secuil lukisan-Nya.
Kira-kira 2 atau 3 tahun yang lalu jembatan layang ini belum ada, dan kini tiba-tiba sudah berdiri kokoh dan sedikit mengubah wajah Merak. Selama perjalananku dari Cilegon ke Suralaya dan sebaliknya itulah aku dapat menyaksikan proses pembuatan jembatan layang ini. Proses yang sempat membuat Merak terlihat semrawut dan macet. Proses di mana terjadi pelebaran jalan yang membuat para pedagang kaki lima harus berpindah lokasi. Di satu sisi para pedagang kaki lima harus kehilangan lokasi favorit tempat mereka mencari nafkah, tetapi di sisi lain memang demi kenyamanan, kelancaran dan ketertiban lalu lintas di daerah ini. Pemecahan masalah win-win solution memang sangat dibutuhkan dalam hal ini, karena hal yang sama sepertinya selalu terjadi di manapun di negeri ini ketika pemerintah mencoba untuk menata kotanya.
Manusia, adalah satu-satunya makhluk ciptaan Allah yang mampu mengubah wajah bumi. Itu semua karena senjata utama yang Sang Pencipta berikan kepadanya. Senjata yang tidak diberikan kepada makhluk lain ciptaan-Nya. Senjata itu bukanlah gigi taring yang besar dan tajam, bukan pula tubuh yang besar, bukan kuku yang tajam. Senjata itu hanyalah sekepalan tangan, lembek, berair dan berdenyut. Ya, itulah otak manusia. Dengan otaknya, manusia dapat terbang lebih tinggi daripada burung, dapat menyelam lebih dalam dari ikan, dapat membuat rumah yang indah dan megah dari makhluk manapun, dapat membuat berbagai jenis barang yang di masa lampau mungkin zaman Nabi Adam tidak pernah membayangkannya. Jika, Nabi Adam masih hidup dan melihat keadaan dunia saat ini, mungkin akan terkaget-kaget beliau. Luar biasa, anak cucuku bisa membuat ini semua?
Kubayangkan diriku memasuki sebuah mesin waktu, dan mundur beberapa puluh, ratus bahkan ribuan tahun yang lalu. Di tempat ini, tempat yang sama saat itu aku belum terlahir. Wajah Merak bukan seperti sekarang ini, mungkin saat itu semua yang terlihat adalah hutan yang lebat, laut yang bersih dan bening bebas dari sampah dan minyak, udara yang bersih dan segar. Saat itu belum ada rumah-rumah yang menyesakkan perbukitan, belum ada kapal-kapal yang berhilir mudik, belum ada truk-truk besar, belum ada pelabuhan, saat itu alam selain manusia benar-benar berkuasa. Bahkan mungkin bebarapa juta tahun yang lalu, selat Sunda ini belum ada, karena masih menyatunya pulau Jawa dan Sumatera dalam sebuah benua besar Erasia (Eropa dan Asia). Atau mungkin masih merupakan lautan es pada zaman Glasial, Allahu Akbar.
Kubayangkan lagi diriku menghidupkan mesin waktu, lalu kuputar angkanya menuju 10 tahun, 100 tahun hingga 1000 tahun ke depan. Kira-kira seperti apa wajah Merak saat itu? Atau mungkin Merak sudah tidak ada, Wallahua'lam. Jika Allah masih menghendaki bangsa manusia tetap memimpin bumi ini beberapa ribu tahun ke depan. Mungkin wajah bumi benar-benar akan berubah total, bahkan ketika kita melihatnya dari luar angkasa. Mungkin di Merak kita akan melihat kendaraan-kendaraan mobil yang berterbangan memenuhi jalur langit Merak, atau jalan layang yang semakin bertingkat dan lebar, atau juga jalan bawah tanah. Kapal-kapal yang semakin canggih tentunya, baik dari teknologinya, ukurannya, daya tampungnya, bahan bakarnya, dll. Atau kita dapat melihat sebuah jembatan besar dan panjang yang menghubungkan antara Merak dan Lampung yang berarti menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Mega proyek yang memang akan dilaksanakan oleh pemerintah pusat dalam 15 atau 20 tahun ke depan, jika itu terealisasi. Sebuah jembatan yang akan dilalui oleh berbagai jenis kendaraan dan terdapat jalur kereta di tengah-tengahnya.
Ya, itulah manusia dengan akalnya. Otak yang hanya sekepalan tangan itu, mengandung milyaran syaraf yang teramat sangat rumit. Bahkan menurut para ilmuwan, satu sel syaraf manusia jauh lebih rumit dari jaringan komputer tercanggih yang telah diciptakan manusia, Subhaanallah. Bagaimana dengan Pencipta otak itu sendiri? Tidak dapat terbayangkan ke Maha Cerdasnya dan Maha Perkasa Zat yang berada dibalik semua yang ada di alam semesta ini.
Selesai kuambil gambar pemandangan di atas jembatan fly over Merak, kembali kupacu kuda besiku...wuuuusshhhhhhhhhhhhh....
Sunday, July 17, 2011
Tetap Berbuat
Postingan kali ini sebenarnya masih melanjutkan postingan sebelumnya yang berjudul "Membuat Daftar Aktivitas." Dah jam 11 malam nih, orang-orang di rumah dah pada molor, tapi nulis dulu bentar, karena seharian ini baru saat ini ketemu waktunya buat nulis, hehe. Harus setor nih buat melengkapi checklist daftar aktivitas...apply..apply...
Kali ini saya akan berbagi perasaan saya ketika saya beraktivitas. Ketika kita beraktivitas atau melakukan suatu kegiatan tertentu, pastilah ada energi di dalam diri yang membuat kita mau melakukan aktivitas tsb. Atau secara sederhana kita menyebutnya sebagai motivasi, semangat, kesenangan, kegembiraan, kesukaan. Sehingga ketika keadaan motivasi/mood kita sedang tinggi, pasti dengan suka cita dan ringan kita melakukan suatu aktivitas. Tetapi bagaimana jika motivasi/mood kita sedang rendah? Bagaimana jika pikiran kita tiba-tiba diserang oleh hal-hal yang negatif, seperti malas, perasaan lemah, tidak berguna melakukan itu, itu hal sepele, buang-buang waktu saja, tidak akan menjadi apa-apa, percuma, dan sejuta pikiran negarif lainnya. Saya yakin bahwa setiap diri kita pasti pernah merasakan itu, bahkan mungkin sering.
Nah, pada postingan pertama kita telah belajar dan membuat "Daftar Aktivitas." Lalu ketika dalam perjalanan aktivitas kita tiba-tiba diserang perasaan dan pikiran-pikiran negatif tadi, apa yang harus kita lakukan?
Sobat pembaca, ternyata yang harus kita lakukan adalah ya tetap berbuat, dan biarkan saja pikiran-pikiran negatif itu. Sedikit paksakan diri untuk tetap berbuat, dan sambil berbicara dalam diri sendiri bahwa pikiran-pikiran negatif itu salah semua. Aktivitas positif yang saya lakukan ini sangat bermanfaat bagi masa depan saya, ini bukan hal sepele, hal yang besar semuanya dimulai dari langkah-langkah dan kebiasaan-kebiasaan kecil. Maka, saya harus tetap melaksanakannya. Kita melawan perasaan-perasaan atau pikiran-pikiran negatif itu dengan pikiran-pikiran positif sambil terus berbuat. Ingat, sambil terus berbuat, misal sambil kita tetap berolahraga, sambil kita tetap membaca buku, sambil kita tetap bekerja, dll. Dan sobat, sungguh ajaib hasilnya, sedikit demi sedikit motivasi itu bangkit kembali. Ternyata, perasaan negatif itu hanya bersifat sementara. Dan akan hilang dengan sendirinya dengan kita tetap bergerak, bertindak, berbuat dan action..
Andaikata kita menuruti pikiran-pikiran negatif tadi, kita berhenti bertindak, maka kita sudah rugi dalam hal waktu, hanya untuk menunggu semangat itu datang lagi. Akan lebih mantap jika kita kombinasikan dengan variasi-variasi dalam berbuat, mencari hal-hal baru dan suasana baru. Sehingga pikiran-pikiran negatif itu tidak mudah menyerang. Seperti air, jika ia diam saja, tergenang, lama kelamaan akan menjadi keruh, kotor dan berpenyakit, tetapi jika air itu berputar, bersiklus, mengalir, ia akan selalu terlihat segar, bertenaga dan hidup.
Betul ternyata, jangan menunggu termotivasi untuk berbuat, tetapi berbuatlah maka kau akan termotivasi. Semoga bermanfaat...
Saatnya tidur, sampai jumpa besok lagi yaaa...
Kali ini saya akan berbagi perasaan saya ketika saya beraktivitas. Ketika kita beraktivitas atau melakukan suatu kegiatan tertentu, pastilah ada energi di dalam diri yang membuat kita mau melakukan aktivitas tsb. Atau secara sederhana kita menyebutnya sebagai motivasi, semangat, kesenangan, kegembiraan, kesukaan. Sehingga ketika keadaan motivasi/mood kita sedang tinggi, pasti dengan suka cita dan ringan kita melakukan suatu aktivitas. Tetapi bagaimana jika motivasi/mood kita sedang rendah? Bagaimana jika pikiran kita tiba-tiba diserang oleh hal-hal yang negatif, seperti malas, perasaan lemah, tidak berguna melakukan itu, itu hal sepele, buang-buang waktu saja, tidak akan menjadi apa-apa, percuma, dan sejuta pikiran negarif lainnya. Saya yakin bahwa setiap diri kita pasti pernah merasakan itu, bahkan mungkin sering.
Nah, pada postingan pertama kita telah belajar dan membuat "Daftar Aktivitas." Lalu ketika dalam perjalanan aktivitas kita tiba-tiba diserang perasaan dan pikiran-pikiran negatif tadi, apa yang harus kita lakukan?
Sobat pembaca, ternyata yang harus kita lakukan adalah ya tetap berbuat, dan biarkan saja pikiran-pikiran negatif itu. Sedikit paksakan diri untuk tetap berbuat, dan sambil berbicara dalam diri sendiri bahwa pikiran-pikiran negatif itu salah semua. Aktivitas positif yang saya lakukan ini sangat bermanfaat bagi masa depan saya, ini bukan hal sepele, hal yang besar semuanya dimulai dari langkah-langkah dan kebiasaan-kebiasaan kecil. Maka, saya harus tetap melaksanakannya. Kita melawan perasaan-perasaan atau pikiran-pikiran negatif itu dengan pikiran-pikiran positif sambil terus berbuat. Ingat, sambil terus berbuat, misal sambil kita tetap berolahraga, sambil kita tetap membaca buku, sambil kita tetap bekerja, dll. Dan sobat, sungguh ajaib hasilnya, sedikit demi sedikit motivasi itu bangkit kembali. Ternyata, perasaan negatif itu hanya bersifat sementara. Dan akan hilang dengan sendirinya dengan kita tetap bergerak, bertindak, berbuat dan action..
Andaikata kita menuruti pikiran-pikiran negatif tadi, kita berhenti bertindak, maka kita sudah rugi dalam hal waktu, hanya untuk menunggu semangat itu datang lagi. Akan lebih mantap jika kita kombinasikan dengan variasi-variasi dalam berbuat, mencari hal-hal baru dan suasana baru. Sehingga pikiran-pikiran negatif itu tidak mudah menyerang. Seperti air, jika ia diam saja, tergenang, lama kelamaan akan menjadi keruh, kotor dan berpenyakit, tetapi jika air itu berputar, bersiklus, mengalir, ia akan selalu terlihat segar, bertenaga dan hidup.
Betul ternyata, jangan menunggu termotivasi untuk berbuat, tetapi berbuatlah maka kau akan termotivasi. Semoga bermanfaat...
Saatnya tidur, sampai jumpa besok lagi yaaa...
Friday, July 15, 2011
Membuat Daftar Aktivitas
Hmmm, sobat pembaca blog, ini aku mau berbagi tips yang mudah-mudahan dapat bermanfaat. Yaitu untuk mengetahui sejauh mana peningkatan produktivitas kita setiap hari. Untuk mengetahui apakah hari ini lebih baik dari hari kemarin. Karena kalau sama saja kita merugi, sedangkan kalau lebih buruk kita celaka. Sebenarnya ini adalah hal sederhana, namun cukup ampuh untuk mengontrol aktivitas kita, terutama untuk membiasakan dan membentuk sebuah perilaku positip sehari-hari yang akan mengantarkan kita pada tujuan dan cita-cita. Perilaku yang baru dan positip terkadang harus dipaksakan dan dilaksanakan dengan penuh disiplin di awal pembentukannya, bahkan dicatat. Sehingga jika sehari kita tidak melaksanakannya dapat kita ketahui, dan wajib kita membayarnya. Namun jika perilaku itu sudah terbentuk dan terbiasa, tanpa dicatat dan dipaksakan itu sudah menyatu dalam tindakan keseharian kita dan dapat dinikmati.
Kita dapat membuat sebuah tabel yang berisi daftar aktivitas harian yang harus dilakukan. Daftar yang kita tulis tidaklah harus detail, tetapi secara umum menggambarkan aktivitas tsb. Dan tidak semua aktivitas harus dicatat, khususnya untuk aktivitas positip yang memang kita sudah terbiasa melakukannya dan tertanam dalam tindakan sehari-hari. Yang perlu dicatat adalah hal-hal positip yang memang ingin kita bentuk, karena kita belum memiliki kebiasaan itu. Di bawah ini contoh daftar aktivitas tsb. Sobat bisa membuatnya sesuai kebutuhan sendiri:
1. membaca sebuah artikel bahasa Inggris dan menerjemahkannya;
2. shalat wajib selalu berjama'ah;
3. shalat dhuha
4. menulis di blog;
5. silaturahmi;
6. membaca buku kisah orang-orang sukses;
7. berinfak dan shadaqoh;
8. berolahraga
9. dan lain-lain.
Nah, daftar aktivitas harian itu kita susun secara vertikal, kemudian pada kolom berikutnya kita buat daftar tanggal selama satu bulan penuh. Setiap hari kita beri tanda centang menjelang tidur malam, jika kita melaksanakan aktivitas tersebut. Usahakan agar esok hari jumlah yang dicentang itu bertambah atau minimal sama. Dengan demikian kita dapat mengetahui peningkatan produktivitas keseharian kita. Kalau ada kegiatan yang tidak dilaksanakan, musti kita beri keterangan, apa penyebabnya? Mungkin saja ada hal-hal yang terjadi di luar perencanaan. Atau karena suatu hal berupa hambatan, maka harus dicatat apa hambatan itu dana bagaimana cara mengatasinya.
Demikian tips singkat ini, pada awalnya kita harus membentuk kebiasaan-kebiasaan yang baik dengan kesabaran, tetapi pada akhirnya kebiasaan-kebiasaan baik itu yang akan membentuk diri kita. Semoga bermanfaat...
Kita dapat membuat sebuah tabel yang berisi daftar aktivitas harian yang harus dilakukan. Daftar yang kita tulis tidaklah harus detail, tetapi secara umum menggambarkan aktivitas tsb. Dan tidak semua aktivitas harus dicatat, khususnya untuk aktivitas positip yang memang kita sudah terbiasa melakukannya dan tertanam dalam tindakan sehari-hari. Yang perlu dicatat adalah hal-hal positip yang memang ingin kita bentuk, karena kita belum memiliki kebiasaan itu. Di bawah ini contoh daftar aktivitas tsb. Sobat bisa membuatnya sesuai kebutuhan sendiri:
1. membaca sebuah artikel bahasa Inggris dan menerjemahkannya;
2. shalat wajib selalu berjama'ah;
3. shalat dhuha
4. menulis di blog;
5. silaturahmi;
6. membaca buku kisah orang-orang sukses;
7. berinfak dan shadaqoh;
8. berolahraga
9. dan lain-lain.
Nah, daftar aktivitas harian itu kita susun secara vertikal, kemudian pada kolom berikutnya kita buat daftar tanggal selama satu bulan penuh. Setiap hari kita beri tanda centang menjelang tidur malam, jika kita melaksanakan aktivitas tersebut. Usahakan agar esok hari jumlah yang dicentang itu bertambah atau minimal sama. Dengan demikian kita dapat mengetahui peningkatan produktivitas keseharian kita. Kalau ada kegiatan yang tidak dilaksanakan, musti kita beri keterangan, apa penyebabnya? Mungkin saja ada hal-hal yang terjadi di luar perencanaan. Atau karena suatu hal berupa hambatan, maka harus dicatat apa hambatan itu dana bagaimana cara mengatasinya.
Demikian tips singkat ini, pada awalnya kita harus membentuk kebiasaan-kebiasaan yang baik dengan kesabaran, tetapi pada akhirnya kebiasaan-kebiasaan baik itu yang akan membentuk diri kita. Semoga bermanfaat...
Wednesday, July 13, 2011
Knowing Is Not Enough, We Must Apply

Sungguh sederhana apa yang pernah dikatakan oleh Bruce Lee: "Knowing is not enough, we must apply, willing is not enough, we must do." Artinya adalah bahwa pengetahuan saja tidak cukup, kita harus menerapkannya, keinginan saja tidak cukup, kita harus bertindak. Sederhana, tetapi itulah kunci orang-orang sukses.
Kuncinya ada pada tindakan, perbuatan, amal, penerapan, yang bersifat nyata. Sehingga apa yang berupa konsep, ide, cita-cita, harapan, keinginan, tujuan, dan impian akan menjelma menjadi wujud nyata. Tidak lagi berada dalam dimensi pikiran saja. Pikiran adalah yang utama, tetapi tidak sempurna tanpa adanya amal perbuatan nyata. Sebaliknya perbuatan juga tidak akan baik dan terarah tanpa pikiran, impian dalam melakukannya. Tanpa impian dan cita-cita tidak akan sampai ke manapun tindakan kita. Hanya terombang-ambing dihempas tsunami zaman.
Pertama kita memiliki impian, target, cita-cita. Lalu kita melihat bahwa untuk mencapai target itu ada jalan yang panjang yang harus ditempuh. Satu-satunya cara untuk mencapai target tersebut ya kita tempuh jalan tersebut. Siapkan perbekalan, rencanakan tindakan, lalu berjalan. Kebanyakan orang biasa berhenti pada tahap menyiapkan perbekalan dan merencanakan tindakan hingga sempurna dan matang. Akan tetapi mereka tidak lanjut ke hal yang nyata, yaitu mulai melangkah dan berjalan. Dalam perjalanan dan melangkah, tentunya tidak akan sempurna sama persis seperti rencana yang dibuat, bisa jadi ada kegagalan, ada kesalahan, jatuh, dan lain-lain. Tetapi sebenarnya tidak ada kegagalan kecuali kita berhenti melangkah. Selama kita bangun lagi setelah jatuh dan kembali melangkah, kita akan sampai juga ke tujuan. Orang yang sukses itu jatuhnya ke depan, bukan ke belakang. Jadi jatuh juga sebenarnya semakin mendekatkan diri kepada tujuan.
Jadi, mulai sekarang koreksi diri kita. Sudah sejauh mana hari ini saya berjalan menerapkan ilmu pengetahuan saya, bukan sejauh mana saya berpikir dan merencanakan dan merencanakan lagi, tapi ragu-ragu dalam berjalan.
Monday, April 25, 2011
Rasa
Kehidupan ini ternyata banyak sekali rasa dengan berbagai warna-warninya. Dan itu yang membuat hidup ini begitu bermakna. Ada rasa cinta, benci, senang, sedih, semangat, lemah, gairah, lesu, bingung, harapan, putus asa, percaya diri, rendah diri, galau, yakin, dll. Apa maksud Allah menciptakan itu semua?
Perasaan itu terkadang berganti-ganti, berbolak-balik, kadang senang, kadang sedih, kadang yakin, kadang galau. Itulah hidup manusia, dan tidak lain semua itu adalah ujian. Ujian bagi keimanan seseorang. Karena surga Allah itu tidak murah, perlu ujian-ujian yang berat untuk memperolehnya. Semua ujian itu melibatkan rasa di dalam diri manusia.
Di surga, tidak ada lagi penderitaan itu, jika manusia menyadari. Hal yang menyiksa manusia hidup di dunia tidak lain adalah perasaannya sendiri. Di surga, tidak ada lagi rasa dendam, sakit hati, iri, lemah, takut, cemas, sedih. Semua adalah rasa-rasa yang menyenangkan. Jadi, jangan bersedih, La Tahzan, jika hidup di dunia ini penuh cobaan. Ingat ada surga Allah di akherat, mari berusaha menggapainya. Amin.
Perasaan itu terkadang berganti-ganti, berbolak-balik, kadang senang, kadang sedih, kadang yakin, kadang galau. Itulah hidup manusia, dan tidak lain semua itu adalah ujian. Ujian bagi keimanan seseorang. Karena surga Allah itu tidak murah, perlu ujian-ujian yang berat untuk memperolehnya. Semua ujian itu melibatkan rasa di dalam diri manusia.
Di surga, tidak ada lagi penderitaan itu, jika manusia menyadari. Hal yang menyiksa manusia hidup di dunia tidak lain adalah perasaannya sendiri. Di surga, tidak ada lagi rasa dendam, sakit hati, iri, lemah, takut, cemas, sedih. Semua adalah rasa-rasa yang menyenangkan. Jadi, jangan bersedih, La Tahzan, jika hidup di dunia ini penuh cobaan. Ingat ada surga Allah di akherat, mari berusaha menggapainya. Amin.
Friday, February 4, 2011
Kestabilan Emosi
Saya sangat mengagumi orang-orang yang memiliki kestabilan emosi. Orang-orang yang mampu menyelesaikan masalah tanpa masalah, tanpa amarah, tanpa beradu fisik. Mampu menyampaikan yang benar tanpa kekerasan dan tanpa merendahkan orang lain. Inilah menurut saya orang-orang yang kuat. Orang yang kuat itu bukan yang mampu mengalahkan orang lain dengan fisiknya. Tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu melawan dirinya sendiri.
Hmmm, kira-kira siapa orang yang saya kagumi itu. Tentu saja yang pertama adalah Rasulullah Muhammad SAW. Beliau adalah orang yang paling kuat menurut saya. Bagaimana tidak, beliau yang diludahi, dilempar kotoran unta, dihina, tetapi tetap bisa tersenyum ikhlas, bukan senyum pahit seperti kita. Bahkan ketika giliran orang yang menyakiti beliau itu sakit, justru beliau adalah orang yang pertama menjenguknya, Subhaanallah, betapa luhur akhlak yang beliau contohkan. Masih banyak contoh-contoh lain yang Rasulullah berikan.
Suatu ketika beliau sedang duduk seorang diri beristirahat di bawah pohon kurma, kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Da'tsur. Ia menghunus pedang di depan Rasulullah dan menodongkannya ke leher beliau dan berkata, "Siapa yang akan menolongmu?" Dengan tenang dan mantap rasulullah menjawab,"Allah". Mendengar jawaban tersebut Da'tsur langsung gemetar, lemas sekujur tubuhnya hingga terjatuh pedangnya, lalu rasulullah mengambil pedang itu dan balik menodongkannya ke leher Da'tsur,"Sekarang siapa yang akan menolongmu?", seru beliau. "Tidak ada wahai Muhammad, kecuali engkau mau menolongku!" Saya benar-benar terkesan membaca atau mendengar kisah tersebut, walaupun tidak menyaksikan langsung dan hidup di zaman itu, tetapi terbayang ketenangan dan keyakinan hati seorang Rasulullah.
Bagaimana dengan kita? Kita yang setiap hari menghadapi masalah dalam kehidupan. Dibutuhkan kestabilan emosi dalam menghadapinya. Dan itu tidak mudah untuk dilaksanakan. Tetapi nikmat rasanya ketika berhasil menguasainya. Ini memang perlu latihan dan latihan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita berada di posisi yang benar, dan orang lain salah, tetapi kita menyerang orang tsb. dan menyampaikan kebenaran itu dengan marah-marah, merendahkan orang tsb. Maka tidak akan baik juga hasilnya. Yang terjadi justru orang tsb. akan semakin lari dan jauh dari kebenaran. Apalagi jika kita berada di posisi yang salah. Sudah salah, ngotot lagi. Alangkah malunya ketika menyadari bahwa kita salah.
Mungkinkah bertarung tanpa emosi atau hawa nafsu? Nampaknya dalam pertarungan tidak mungkin dapat dipisahkan dari emosi atau hawa nafsu amarah. Karena energi marah inilah yang membuat kita menyerang orang lain, baik secara fisik, dengan kata-kata atau mental. Namun sebenarnya inilah rahasia kemenangan orang-orang besar sepanjang zaman. Mereka memiliki kemampuan menahan diri, tidak mudah terpancing, sehingga selalu dapat memenangkan pertarungan dengan cantik, bahkan tanpa melukai atau menghancurkan lawan. Bahkan lawan akan berbalik menjadi kawan.
Hmmm, kira-kira siapa orang yang saya kagumi itu. Tentu saja yang pertama adalah Rasulullah Muhammad SAW. Beliau adalah orang yang paling kuat menurut saya. Bagaimana tidak, beliau yang diludahi, dilempar kotoran unta, dihina, tetapi tetap bisa tersenyum ikhlas, bukan senyum pahit seperti kita. Bahkan ketika giliran orang yang menyakiti beliau itu sakit, justru beliau adalah orang yang pertama menjenguknya, Subhaanallah, betapa luhur akhlak yang beliau contohkan. Masih banyak contoh-contoh lain yang Rasulullah berikan.
Suatu ketika beliau sedang duduk seorang diri beristirahat di bawah pohon kurma, kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Da'tsur. Ia menghunus pedang di depan Rasulullah dan menodongkannya ke leher beliau dan berkata, "Siapa yang akan menolongmu?" Dengan tenang dan mantap rasulullah menjawab,"Allah". Mendengar jawaban tersebut Da'tsur langsung gemetar, lemas sekujur tubuhnya hingga terjatuh pedangnya, lalu rasulullah mengambil pedang itu dan balik menodongkannya ke leher Da'tsur,"Sekarang siapa yang akan menolongmu?", seru beliau. "Tidak ada wahai Muhammad, kecuali engkau mau menolongku!" Saya benar-benar terkesan membaca atau mendengar kisah tersebut, walaupun tidak menyaksikan langsung dan hidup di zaman itu, tetapi terbayang ketenangan dan keyakinan hati seorang Rasulullah.
Bagaimana dengan kita? Kita yang setiap hari menghadapi masalah dalam kehidupan. Dibutuhkan kestabilan emosi dalam menghadapinya. Dan itu tidak mudah untuk dilaksanakan. Tetapi nikmat rasanya ketika berhasil menguasainya. Ini memang perlu latihan dan latihan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita berada di posisi yang benar, dan orang lain salah, tetapi kita menyerang orang tsb. dan menyampaikan kebenaran itu dengan marah-marah, merendahkan orang tsb. Maka tidak akan baik juga hasilnya. Yang terjadi justru orang tsb. akan semakin lari dan jauh dari kebenaran. Apalagi jika kita berada di posisi yang salah. Sudah salah, ngotot lagi. Alangkah malunya ketika menyadari bahwa kita salah.
Mungkinkah bertarung tanpa emosi atau hawa nafsu? Nampaknya dalam pertarungan tidak mungkin dapat dipisahkan dari emosi atau hawa nafsu amarah. Karena energi marah inilah yang membuat kita menyerang orang lain, baik secara fisik, dengan kata-kata atau mental. Namun sebenarnya inilah rahasia kemenangan orang-orang besar sepanjang zaman. Mereka memiliki kemampuan menahan diri, tidak mudah terpancing, sehingga selalu dapat memenangkan pertarungan dengan cantik, bahkan tanpa melukai atau menghancurkan lawan. Bahkan lawan akan berbalik menjadi kawan.
Monday, January 17, 2011
Berpikir dan Bertindak...
Mana di antara aktivitas yang terbaik menurut Anda, berpikir atau bertindak? Sebetulnya keduanya baik dan bermanfaat daripada diam. Berpikir membuat manusia lebih berhati-hati dan cerdas dalam bersikap. Bertindak dapat membuat hasil yang nyata. Yang menjadi masalah adalah porsinya. Ketika manusia terlalu banyak berpikir tanpa melakukan tindakan, maka ilmu pengetahuan dan konsep yang dipikirkan tsb. selamanya hanya akan ada di alam pikiran. Sehingga tidak ada manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Sebaliknya terus bertindak tanpa pernah berpikir juga berbahaya, ia akan berbuat sesuai kehendak hati dan tidak mempedulikan sekitar. Apakah perbuatannya baik atau tidak.
Orang-orang yang sukses dan banyak bermanfaat bagi orang lain kebanyakan memang adalah orang-orang yang 'nekat'. Tetapi kenekatan yang dimaksud adalah kenekatan yang terarah. Setelah berpikir dan meyakini kebaikan akan suatu tindakan, ya sudah dilakukan saja. Tidak lantas terus berpikir dan berpikir, menimbang dan merencanakan hingga sempurna. Padahal kesempurnaan itu akan terbentuk dengan sendirinya dari pengalaman-pengalaman melakukan tindakan.
Beberapa sumber hikmah yang dapat diambil adalah:
1. Q.S 13:11
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ”
Jelas, bahwa kita harus bertindak mengubah keadaan diri kita sendiri, harus berbuat, melakukan hal yang nyata. Sehingga Allah akan menolong kita.
2. Bruce Lee
Kata Bruce Lee, master kungfu Jet Kun Do: "Knowing is not enough; we must apply. Willing is not enough; we must do."
Artinya: "Pengetahuan saja tidaklah cukup; kita harus mengaplikasikannya. Keinginan saja tidaklah cukup; kita harus bertindak."
3. Stop Dreaming, Start Action
Ini bukan berarti mematikan mimpi. Mimpi harus tetap ada dan menyala di dalam hati dan pikiran, tetapi berhentilah untuk terus memimpikannya tanpa berbuat apa-apa, tetapi mulailah mengambil tindakan nyata. Sehingga mimpi itu benar-benar menjadi kenyataan pada saatnya nanti.
4. Suri tauladan Rasulullah SAW
Tengoklah sejarah rasulullah. Beliau yang mulia mengatakan sesuatu yang memang telah dilaksanakannya. Beliau menyampaikan kebenaran dengan tindakan dan akhlak yang mulia. Tidak hanya dengan kata-kata.
5. Orang-orang sukses
Lihatlah orang-orang sukses, mereka semua berbuat sesuatu. Thomas Alva Edison menciptakan lampu pijar dengan cara melakukan eksperimen demi eksperimen yang terus-menerus gagal hingga akhirnya sukses. Soichiro Honda menjadi legenda motor bebek karena tindakannya bereksperimen dan berkecimpung di dunia mesin motor. Seorang petinju profesional setiap hari tentunya berlatih dan berlatih secara fisik dan mental sehingga menjadi semakin kuat dan kuat.
Masih banyak contoh-contoh dan hikmah lainnya. Maka, sebaiknya kita juga meniru mereka yang sudah sukses, apapun bidang dan profesi yang ditekuni.
Lebih baik lelah fisik dalam berbuat kebaikan, karena pikiran akan tenang, sedangkan kelelahan fisik itu akan hilang. Daripada lelah pikiran, karena fisik tidak melakukan kewajiban yang harus dilakukan. Lelah pikiran lebih berbahaya karena akan menyerang fisik juga, tetapi lelah fisik akan mudah disembuhkan dengan beristirahat asalkan pikiran tenang.
Orang-orang yang sukses dan banyak bermanfaat bagi orang lain kebanyakan memang adalah orang-orang yang 'nekat'. Tetapi kenekatan yang dimaksud adalah kenekatan yang terarah. Setelah berpikir dan meyakini kebaikan akan suatu tindakan, ya sudah dilakukan saja. Tidak lantas terus berpikir dan berpikir, menimbang dan merencanakan hingga sempurna. Padahal kesempurnaan itu akan terbentuk dengan sendirinya dari pengalaman-pengalaman melakukan tindakan.
Beberapa sumber hikmah yang dapat diambil adalah:
1. Q.S 13:11
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ”
Jelas, bahwa kita harus bertindak mengubah keadaan diri kita sendiri, harus berbuat, melakukan hal yang nyata. Sehingga Allah akan menolong kita.
2. Bruce Lee
Kata Bruce Lee, master kungfu Jet Kun Do: "Knowing is not enough; we must apply. Willing is not enough; we must do."
Artinya: "Pengetahuan saja tidaklah cukup; kita harus mengaplikasikannya. Keinginan saja tidaklah cukup; kita harus bertindak."
3. Stop Dreaming, Start Action
Ini bukan berarti mematikan mimpi. Mimpi harus tetap ada dan menyala di dalam hati dan pikiran, tetapi berhentilah untuk terus memimpikannya tanpa berbuat apa-apa, tetapi mulailah mengambil tindakan nyata. Sehingga mimpi itu benar-benar menjadi kenyataan pada saatnya nanti.
4. Suri tauladan Rasulullah SAW
Tengoklah sejarah rasulullah. Beliau yang mulia mengatakan sesuatu yang memang telah dilaksanakannya. Beliau menyampaikan kebenaran dengan tindakan dan akhlak yang mulia. Tidak hanya dengan kata-kata.
5. Orang-orang sukses
Lihatlah orang-orang sukses, mereka semua berbuat sesuatu. Thomas Alva Edison menciptakan lampu pijar dengan cara melakukan eksperimen demi eksperimen yang terus-menerus gagal hingga akhirnya sukses. Soichiro Honda menjadi legenda motor bebek karena tindakannya bereksperimen dan berkecimpung di dunia mesin motor. Seorang petinju profesional setiap hari tentunya berlatih dan berlatih secara fisik dan mental sehingga menjadi semakin kuat dan kuat.
Masih banyak contoh-contoh dan hikmah lainnya. Maka, sebaiknya kita juga meniru mereka yang sudah sukses, apapun bidang dan profesi yang ditekuni.
Lebih baik lelah fisik dalam berbuat kebaikan, karena pikiran akan tenang, sedangkan kelelahan fisik itu akan hilang. Daripada lelah pikiran, karena fisik tidak melakukan kewajiban yang harus dilakukan. Lelah pikiran lebih berbahaya karena akan menyerang fisik juga, tetapi lelah fisik akan mudah disembuhkan dengan beristirahat asalkan pikiran tenang.
Tuesday, August 10, 2010
Jangan berkata "nanti"
Jangan pernah berkata nanti untuk kesempatan melakukan pekerjaan-pekerjaan/tindakan yang mulia. Berkata "nanti" adalah ciri-ciri dari seorang perfeksionis yang selalu menunda pekerjaan karena ingin segala sesuatunya sempurna terlebih dahulu. Ketika kita menunda-nunda pekerjaan yang baik, maka waktu sudah terlalu banyak terbuang. Apa yang kita impikan tidak pernah tercapai, dan kita hanya melihat impian-impian itu terjadi pada orang lain yang cepat bertindak.
Di bawah ini contoh pekerjaan-pekerjaan mulia yang harus segera dilaksanakan:
1. Shalat tepat waktu
2. Zakat, infaq, shodaqoh
3. Mengaji, membaca
4. Bersilaturahmi
5. Menyelesaikan pekerjaan kantor
6. Membayar hutang
6. Menolong orang lain
7. Bersih-bersih/beres-beres
8. Menjalankan usaha
9. dll...
Masih banyak tentunya pekerjaan-pekerjaan mulia yang tidak dapat disebutkan semuanya. Kapan kita akan melaksanakannya, jawabnya adalah "sekarang". Kalau kita berkata "nanti, aku masih sibuk". Kesibukan apa sebenarnya yang membuat kita lalai mengerjakannya. Waktu demikian cepat berjalan, berputar. Tau-tau sudah besar, tau-tau sudah nikah, tau-tau sudah punya anak, tau-tau sudah tua. Alangkah menyesalnya jika menyadari diri kita sudah tua, tetapi banyak kesempatan besar yang kita lewati di masa muda. Sedangkan kita tidak dapat kembali lagi ke masa itu. Tidak ada yang bisa melawan penuaan diri. Semuanya atas kehendak Allah. Maka, bangkitlah, sekarang saatnya, jangan bagaimana nanti, tetapi nanti bagaimana. Pikirkan akibatnya jika terus menunda-nunda pekerjaan.
Demi Masa
Sesungguhnya Manusia dalam kerugian. Kecuali Orang-orang yang beramal shaleh dan saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. (QS : Al-Ashr 1-3)
Di bawah ini contoh pekerjaan-pekerjaan mulia yang harus segera dilaksanakan:
1. Shalat tepat waktu
2. Zakat, infaq, shodaqoh
3. Mengaji, membaca
4. Bersilaturahmi
5. Menyelesaikan pekerjaan kantor
6. Membayar hutang
6. Menolong orang lain
7. Bersih-bersih/beres-beres
8. Menjalankan usaha
9. dll...
Masih banyak tentunya pekerjaan-pekerjaan mulia yang tidak dapat disebutkan semuanya. Kapan kita akan melaksanakannya, jawabnya adalah "sekarang". Kalau kita berkata "nanti, aku masih sibuk". Kesibukan apa sebenarnya yang membuat kita lalai mengerjakannya. Waktu demikian cepat berjalan, berputar. Tau-tau sudah besar, tau-tau sudah nikah, tau-tau sudah punya anak, tau-tau sudah tua. Alangkah menyesalnya jika menyadari diri kita sudah tua, tetapi banyak kesempatan besar yang kita lewati di masa muda. Sedangkan kita tidak dapat kembali lagi ke masa itu. Tidak ada yang bisa melawan penuaan diri. Semuanya atas kehendak Allah. Maka, bangkitlah, sekarang saatnya, jangan bagaimana nanti, tetapi nanti bagaimana. Pikirkan akibatnya jika terus menunda-nunda pekerjaan.
Demi Masa
Sesungguhnya Manusia dalam kerugian. Kecuali Orang-orang yang beramal shaleh dan saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. (QS : Al-Ashr 1-3)
Saturday, July 17, 2010
Pelajaran Berharga
Ada kalanya suatu ilmu pelajaran baru akan kita rasakan manfaatnya atau kebenarannya beberapa tahun atau beberapa puluh tahun kemudian. Dan inilah yang baru penulis alami, suatu hal yang sepele namun cukup berharga.
Penulis sudah 2 kali mengalami hal yang tidak menyenangkan sebagai konsumen yang membeli barang elektronik. Sekitar 2 tahun yang lalu membeli sebuah laptop 14 inch. Tampilannya cukup menarik, fasilitas juga lengkap, harga juga cukup terjangkau. Selama 2 tahun itu juga laptop tsb. senantiasa menemani pekerjaan sehari-hari, termasuk menulis di blog yang sering saya lakukan. Tetapi hal yang mengecewakan itu terjadi begitu saja, laptop tsb. tiba-tiba di pagi hari tidak bisa dinyalakan, layar blank. Penulis cukup panik juga, karena data-data penting pekerjaan, foto-foto keluarga yang belum tercetak juga ada di dalamnya. Singkat cerita laptop tsb. diservice, dan menelan biaya Rp. 800.000 rupiah. Tetapi tidak tahan lama, sebulan kemudian terjadi lagi hal yang sama. Benar-benar mengesalkan. Untungnya harddisk masih cukup baik dan data dapat penulis amankan dengan memindahkannya ke harddisk komputer. Saya tidak mau ambil pusing lagi, laptop tsb. kini saya titipkan ke teman untuk dijual komponennya saja, mungkin LCD, Harddisk dan memori bisa dijual ke orang yang membutuhkannya. Daripada hanya teronggok di kamar tanpa manfaat sama sekali. Tetapi yang jelas saya sudah cukup banyak kehilangan waktu, tenaga, materi, pikiran untuk mengurusnya. Akhirnya saya membeli lagi sebuah netbook yang agak mahal sedikit, tidak mengapa tetapi puas, karena berkualitas.
Produk yang berikutnya adalah Handphone. Begitu maraknya berbagai merk Handphone kali ini. Terutama merk-merk dari Cina yang begitu membanjir di pasaran Indonesia. Kita sebagai konsumen memang harus teliti betul mengenai masalah kualitas ini, daripada menyesal kemudian. Namun lagi-lagi penulis mengalami hal yang sama. Karena tergiur Handphone yang cukup murah namun dengan fasilitas yang cukup lengkap, penulis membelinya. Walaupun sebenarnya saya sudah mempertimbangkan dari pengalaman-pengalaman beberapa teman yang sudah menggunakan produk tsb. Singkat kata beberapa kali handphone tsb. mengalami Hang, tombol juga mulai mengalami masalah. Akhirnya penulis jual kembali sebelum bertambah parah, dengan menjelaskan keluhan tsb. kepada counter.
Cukup sudah 2 pengalaman di atas untuk menjadi pelajaran. Saya tidak ingin mengalaminya lagi.
Di kelas 4 SD dahulu kira-kira 18 tahun yang lalu, penulis masih ingat betul ibu guru SD pernah mengatakan bahwa sebaiknya kita membeli barang itu yang mahal sedikit tidak mengapa, justru lebih hemat daripada membeli barang murah. Alasannya, bahwa barang yang mahal kualitasnya lebih bagus daripada barang yang murah. Sehingga jika kita membeli barang yang mahal, maka barang tersebut akan awet terpakai untuk jangka waktu yang lama. Sedangkan jika membeli barang yang murah, maka justru merupakan pemborosan, karena tidak beberapa lama barang tersebut akan rusak. Kita akan mengeluarkan dana lagi untuk memperbaikinya berkali-kali bahkan mungkin harus membuangnya begitu saja jika kerusakannya parah, atau jika biaya servisnya mendekati harga baru, akhirnya kita memutuskan untuk membeli lagi barang yang baru. Sehingga banyak sekali kerugiannya, secara materi, waktu, tenaga dan pikiran kita tersedot mengurus barang tsb. Sebuah nasehat yang cukup berharga dari ibu guru, namun saya lupa dan mengabaikannya. Terima kasih ibu guru, semoga ke depan saya bisa mengamalkan nasehat ibu.
Kata kunci utama sebenarnya adalah kualitas, carilah barang yang berkualitas. Kita kesampingkan dulu masalah harga. Setelah kualitas, baru harga kita bandingkan, cari yang termurah di antara yang berkualitas. Namun biasanya, harga itu mengikuti kualitas, walaupun tidak semua yang mahal itu berkualitas, dan tidak semua yang murah itu murahan.
Semoga bermanfaat.
Penulis sudah 2 kali mengalami hal yang tidak menyenangkan sebagai konsumen yang membeli barang elektronik. Sekitar 2 tahun yang lalu membeli sebuah laptop 14 inch. Tampilannya cukup menarik, fasilitas juga lengkap, harga juga cukup terjangkau. Selama 2 tahun itu juga laptop tsb. senantiasa menemani pekerjaan sehari-hari, termasuk menulis di blog yang sering saya lakukan. Tetapi hal yang mengecewakan itu terjadi begitu saja, laptop tsb. tiba-tiba di pagi hari tidak bisa dinyalakan, layar blank. Penulis cukup panik juga, karena data-data penting pekerjaan, foto-foto keluarga yang belum tercetak juga ada di dalamnya. Singkat cerita laptop tsb. diservice, dan menelan biaya Rp. 800.000 rupiah. Tetapi tidak tahan lama, sebulan kemudian terjadi lagi hal yang sama. Benar-benar mengesalkan. Untungnya harddisk masih cukup baik dan data dapat penulis amankan dengan memindahkannya ke harddisk komputer. Saya tidak mau ambil pusing lagi, laptop tsb. kini saya titipkan ke teman untuk dijual komponennya saja, mungkin LCD, Harddisk dan memori bisa dijual ke orang yang membutuhkannya. Daripada hanya teronggok di kamar tanpa manfaat sama sekali. Tetapi yang jelas saya sudah cukup banyak kehilangan waktu, tenaga, materi, pikiran untuk mengurusnya. Akhirnya saya membeli lagi sebuah netbook yang agak mahal sedikit, tidak mengapa tetapi puas, karena berkualitas.
Produk yang berikutnya adalah Handphone. Begitu maraknya berbagai merk Handphone kali ini. Terutama merk-merk dari Cina yang begitu membanjir di pasaran Indonesia. Kita sebagai konsumen memang harus teliti betul mengenai masalah kualitas ini, daripada menyesal kemudian. Namun lagi-lagi penulis mengalami hal yang sama. Karena tergiur Handphone yang cukup murah namun dengan fasilitas yang cukup lengkap, penulis membelinya. Walaupun sebenarnya saya sudah mempertimbangkan dari pengalaman-pengalaman beberapa teman yang sudah menggunakan produk tsb. Singkat kata beberapa kali handphone tsb. mengalami Hang, tombol juga mulai mengalami masalah. Akhirnya penulis jual kembali sebelum bertambah parah, dengan menjelaskan keluhan tsb. kepada counter.
Cukup sudah 2 pengalaman di atas untuk menjadi pelajaran. Saya tidak ingin mengalaminya lagi.
Di kelas 4 SD dahulu kira-kira 18 tahun yang lalu, penulis masih ingat betul ibu guru SD pernah mengatakan bahwa sebaiknya kita membeli barang itu yang mahal sedikit tidak mengapa, justru lebih hemat daripada membeli barang murah. Alasannya, bahwa barang yang mahal kualitasnya lebih bagus daripada barang yang murah. Sehingga jika kita membeli barang yang mahal, maka barang tersebut akan awet terpakai untuk jangka waktu yang lama. Sedangkan jika membeli barang yang murah, maka justru merupakan pemborosan, karena tidak beberapa lama barang tersebut akan rusak. Kita akan mengeluarkan dana lagi untuk memperbaikinya berkali-kali bahkan mungkin harus membuangnya begitu saja jika kerusakannya parah, atau jika biaya servisnya mendekati harga baru, akhirnya kita memutuskan untuk membeli lagi barang yang baru. Sehingga banyak sekali kerugiannya, secara materi, waktu, tenaga dan pikiran kita tersedot mengurus barang tsb. Sebuah nasehat yang cukup berharga dari ibu guru, namun saya lupa dan mengabaikannya. Terima kasih ibu guru, semoga ke depan saya bisa mengamalkan nasehat ibu.
Kata kunci utama sebenarnya adalah kualitas, carilah barang yang berkualitas. Kita kesampingkan dulu masalah harga. Setelah kualitas, baru harga kita bandingkan, cari yang termurah di antara yang berkualitas. Namun biasanya, harga itu mengikuti kualitas, walaupun tidak semua yang mahal itu berkualitas, dan tidak semua yang murah itu murahan.
Semoga bermanfaat.
Saturday, April 24, 2010
Efek Kebersamaan

Pernahkah kita berjalan kaki bersama seorang teman menuju suatu lokasi tertentu yang cukup jauh sambil berbincang-bincang, kemudian tanpa terasa ternyata kita sudah sampai? Kemudian pernahkah kita berjalan kaki seorang diri menuju lokasi yang sama, dan ini terasa sangat jauh dan melelahkan? Saya rasa setiap orang pernah merasakan hal yang sama. Apa sebenarnya yang membedakan dari kedua hal di atas?
Masih banyak pengalaman lain yang dapat menjadi contoh. Penulis pernah mengikuti kegiatan Achievement Motivation Learning bersama teman-teman guru sekolah dasar. Dalam suatu kegiatan outbond, kami membentuk lingkaran, di tengah-tengah sudah disediakan papan-papan kayu yang saling disusun bersilang. Di tengah papan kayu tersebut dipilih seorang teman kami yang memiliki bobot tubuh besar. Dan kami diminta untuk mengacungkan telunjuk ke atas langit. Lalu pelan-pelan sambil mengucap Basmallah jari kami turunkan dan diletakkan di bawah papan untuk mencoba mengangkatnya. Kami pikir apa mungkin mampu mengangkat teman kami yang cukup berbobot dan berdiri di atas papan-papan kayu hanya dengan menggunakan jari telunjuk saja? Lalu kami menarik nafas bersama-sama, sang motivator memerintahkan kami untuk saling percaya dan yakin bisa. "Angkat...", teriak sang pelatih. Kamipun mengangkatnya, ajaib, ringan sekali rasanya, teman kami di tengah papan berdiri dapat terangkat ke atas seperti mengangkat sebuah papan kecil saja. Seperti ada kekuatan lain yang ikut mengangkatnya.
Tadinya penulis berpikir sang motivator menggunakan magic dalam melakukannya. Tetapi setelah dijelaskan secara logika ternyata masuk akal juga. Kami menghitung bobot teman kami plus papan-papan yang ada, kira-kira 80 Kg, lalu dibagi 25 orang, jadi sebenarnya setiap orang hanya mengangkat berat 3,2 kg saja menggunakan telunjuk. Jadi kekuatan lain itu memang ada, yaitu kekuatan teman-teman kita selain diri sendiri yang mengangkatnya, dan tentunya dengan izin-Nya.
Contoh lain lagi adalah shalat, ternyata akan terasa lebih nikmat, ringan dan khusyuk dalam menjalankannya jika berjamaah. Terasa berbeda jika hanya menjalankannya seorang diri, biasanya akan terburu-buru, bacaan surat yang pendek-pendek saja dan tidak khusyuk. Pahalanyapun jauh lebih besar, yakni 27 kali lipat.
Berikutnya adalah burung angsa yang terbang, kita melihat angsa di udara terbang bersama-sama dan membentuk formasi huruf V. Ternyata setelah diteliti oleh para ilmuwan, formasi terbang seperti itu tidaklah kebetulan saja. Kepakan sayap angsa yang terdepan akan memberi daya dukung bagi angsa yang di belakangnya, sehingga angsa yang di belakang tidak perlu susah payah menembus dinding udara di depannya. Sehingga mereka dapat menempuh perjalanan yang cukup jauh. Dan jika angsa terdepan lelah, ia akan mundur ke belakang dan digantikan oleh angsa yang lain. Luar biasa...
Model bisnispun sekarang sudah sangat banyak yang menggunakan sistem jaringan dalam pemasarannya. Dan hasilnya luar biasa, perusahaan dapat memasarkan produknya jauh lebih berhasil dibandingkan jika memasarkannya dengan cara biasa. Dan setiap orang di dalam sistem bisnis jaringan ini berkesempatan untuk ikut meraih kesuksesan. Mereka bekerja bersama-sama, saling membantu, memberikan semangat dan motivasi untuk sukses.
Masih banyak tentunya contoh lainnya, teman-teman bisa menambahkannya sendiri, sekian dulu, terima kasih. Sampai jumpa lagi pada judul yang lain....
Friday, March 26, 2010
Antisipasi
Wow, sobat blogger...lama nih ga posting. Yah, postingnya memang pas ada ide aja, kalo lagi ga ada ide ya bisa lama ga nulis-nulis, dipaksakan nulis juga jelek hasilnya. Ok, judul yang diambil kali ini adalah mengenai antisipasi, idenya dari sebuah film yang pernah penulis saksikan ketika di Sekolah Dasar, tentunya dengan tambahan-tambahan bumbu racikan sendiri supaya lebih menarik, selamat membaca...............

Sedia payung sebelum hujan adalah sebuah pepatah yang tepat untuk menggambarkan kata "antisipasi". Antisipasi adalah sebuah kemampuan untuk dapat membaca masa depan (tapi bukan peramal ya!) melalui tanda-tanda yang dapat dilihat saat ini. Orang yang memiliki sifat antisipasi selalu siap dalam menghadapi masa-masa sulit dalam kehidupan.
Pernah di suatu film kungfu, Li Shou Lu adalah seorang jagoan di kampusnya. Suka menolong teman-temannya yang teraniaya. Kemampuan kungfunya juga dapat diandalkan, sehingga ia dijuluki master kungfu di kampusnya tersebut dan tidak ada saingannya. Hal ini membuat Li Shou Lu bangga diri, ia merasa cukup dengan kemampuan kungfunya, sehingga tidak pernah mencoba mempelajari hal-hal dan teknik baru dalam dunia perkungfuan. Hingga suatu ketika masuklah seorang mahasiswa baru di tempat Li Shou Lu kuliah. Mahasiswa baru ini bersifat pendiam, tidak bergaul dan misterius. Pernah suatu ketika Li Shou Lu mencoba mendekatinya, mengajaknya bicara, namun ia pergi begitu saja. Hal ini membuat sekelompok jahil ingin mencoba mengganggunya. Dalam perjalanan pulang, mereka mencegat si "misterius", meledeknya, meminta uang, bahkan memukulnya. Si "misterius" ini hanya diam saja, ketika dipukul perutnyapun terlihat meringis kesakitan, namun tidak banyak bicara. Li Shou Lu yang kebetulan melihat itu tentunya tidak tinggal diam, ia langsung membela si "misterius" yang teraniaya. Teman-teman jahil tersebut tentunya segan melihat kedatangan Li Shou Lu dan mereka tidak mau membuat masalah. Tetapi si "misterius" tetap diam dan tidak bicara apapun kepada Li Shou Lu. Ia hanya sedikit merapikan pakaiannya, menepuk-nepuk pasir dibaju dan celana yang dikenalan, mengambil tas yang terjatuh di tanah. Lalu dengan ucapan pendek saja "terima kasih", lalu pergi meninggalkan Li Shou Lu.
Li Shou Lu tentu saja penasaran memperhatikan sikap teman misteriusnya itu. Sebagai seorang ahli kungfu Li Shou Lu dapat memahami bahwa si misterius ini bukan orang sembarangan, terlihat dari sikap dan caranya berjalan. Hingga di suatu ketika ia mengikuti si misterius pulang kuliah. Ternyata ia memiliki sebuah tempat latihan kungfu tersembunyi di sebuah gua yang jauh dari keramaian. Li Shou Lu melihat gerakan-gerakan, hentakan, hantaman dan daya tahan yang luar biasa dari si "misterius" ini ketika berlatih. Sebuah latihan keras yang tidak pernah ia saksikan selama ini.
Singkat cerita, hingga suatu ketika Li Shou Lu harus berhadapan satu lawan satu dengan si "misterius". Si misterius yang dahysat ini sayangnya diperdaya oleh sekelompok mafia pengedar narkoba untuk membunuh Li Shou Lu. Dalam 'pertempuran' kungfu itu Li Shou Lu dapat dikalahkan dengan telak dan mengakibatkan ia terluka parah dan hampir terbunuh. Tetapi beruntung, ia ditolong oleh teman-temannya yang memanggil polisi dan ambulance, namun Lee dan kelompoknya lolos dari kejaran polisi. Li Shou Lu harus dirawat di rumah sakit selama berbulan-bulan karena terluka parah dan beberapa tulangnya patah.
Selama masa penyembuhan inilah sang jagoan kungfu banyak merenung dan mengumpulkan segenap kekuatannya. Seorang teman akrabnya yang setia dan selalu menemani Li Shou Lu menasehatinya dan mengatakan bahwa ia memiliki kelemahan, yaitu kurang antisipasi, sehingga dapat dikalahkan dengan mudah oleh si "misterius".
Kata-kata temannya itu terus mengiang-ngiang dan berulang-ulang muncul di pikiran Li Shou Lu.
"Kurang antisipasi...kurang antisipasi, tidak bisa membaca gerakan yang akan dilakukan oleh lawan...".
"Yaaa...itu dia, aku kurang antisipasi..aku terlalu terlena dengan kemampuanku saat ini, sehingga tidak mampu melihat bahwa ternyata di luar sana banyak sekali orang-orang yang lebih hebat, kemampuan yang luar biasa, teknik-teknik yang baru..."
Ok, pembaca tentunya sudah dapat menebak akhir ceritanya kan?
Ya, selama di rumah sakit Li Shou Lu banyak membaca buku-buku tentang kebijaksanaan hidup. Tentang teknik-teknik baru dunia perkungfuan. Bahkan ia mempraktekkan gerakan-gerakan itu sambil berbaring. Sehingga terkadang ia mendapat teguran dari pasien lain dan tentu saja dokter yang menanganinya. Ketika keadaan Li Shou Lu sudah lebih baik, ia bahkan turun dari tempat ia berbaring dan mempraktekkan gerakan-gerakan kungfu di sekitar halaman rumah sakit. Dan ini sering membuat masalah dengan pihak rumah sakit.
Sekeluarnya Li Shou Lu dari rumah sakit, ia berlatih sangat giat dan keras. Mempelajari gerakan-gerakan dan teknik-teknik baru dalam dunia kungfu. Hingga suatu ketika ia kembali berhadapan dengan sang "misterius". Keadaan menjadi seimbang, namun sedikit demi sedikit sang "misterius" dapat dikalahkan.
Di bagian akhir cerita, sang "misterius" yang ternyata bernama Lee ini malah menjadi sahabat baik Li Shou Lu. Lee bertobat dan mengatakan bahwa ia terjerat dalam sindikat perdagangan narkoba karena membutuhkan dana besar untuk mengobati orang tuanya yang sakit keras.
Mereka berduapun berjuang keras untuk menumpas mafia jahat ini. Li Shou Lu juga mengumpulkan sedikit demi sedikit uang yang ia dapat dari pertandingan-pertandingan kungfu dan pertunjukan-pertunjukan yang ia lakukan untuk membantu menyembuhkan orang tua Lee.

Sedia payung sebelum hujan adalah sebuah pepatah yang tepat untuk menggambarkan kata "antisipasi". Antisipasi adalah sebuah kemampuan untuk dapat membaca masa depan (tapi bukan peramal ya!) melalui tanda-tanda yang dapat dilihat saat ini. Orang yang memiliki sifat antisipasi selalu siap dalam menghadapi masa-masa sulit dalam kehidupan.
Pernah di suatu film kungfu, Li Shou Lu adalah seorang jagoan di kampusnya. Suka menolong teman-temannya yang teraniaya. Kemampuan kungfunya juga dapat diandalkan, sehingga ia dijuluki master kungfu di kampusnya tersebut dan tidak ada saingannya. Hal ini membuat Li Shou Lu bangga diri, ia merasa cukup dengan kemampuan kungfunya, sehingga tidak pernah mencoba mempelajari hal-hal dan teknik baru dalam dunia perkungfuan. Hingga suatu ketika masuklah seorang mahasiswa baru di tempat Li Shou Lu kuliah. Mahasiswa baru ini bersifat pendiam, tidak bergaul dan misterius. Pernah suatu ketika Li Shou Lu mencoba mendekatinya, mengajaknya bicara, namun ia pergi begitu saja. Hal ini membuat sekelompok jahil ingin mencoba mengganggunya. Dalam perjalanan pulang, mereka mencegat si "misterius", meledeknya, meminta uang, bahkan memukulnya. Si "misterius" ini hanya diam saja, ketika dipukul perutnyapun terlihat meringis kesakitan, namun tidak banyak bicara. Li Shou Lu yang kebetulan melihat itu tentunya tidak tinggal diam, ia langsung membela si "misterius" yang teraniaya. Teman-teman jahil tersebut tentunya segan melihat kedatangan Li Shou Lu dan mereka tidak mau membuat masalah. Tetapi si "misterius" tetap diam dan tidak bicara apapun kepada Li Shou Lu. Ia hanya sedikit merapikan pakaiannya, menepuk-nepuk pasir dibaju dan celana yang dikenalan, mengambil tas yang terjatuh di tanah. Lalu dengan ucapan pendek saja "terima kasih", lalu pergi meninggalkan Li Shou Lu.
Li Shou Lu tentu saja penasaran memperhatikan sikap teman misteriusnya itu. Sebagai seorang ahli kungfu Li Shou Lu dapat memahami bahwa si misterius ini bukan orang sembarangan, terlihat dari sikap dan caranya berjalan. Hingga di suatu ketika ia mengikuti si misterius pulang kuliah. Ternyata ia memiliki sebuah tempat latihan kungfu tersembunyi di sebuah gua yang jauh dari keramaian. Li Shou Lu melihat gerakan-gerakan, hentakan, hantaman dan daya tahan yang luar biasa dari si "misterius" ini ketika berlatih. Sebuah latihan keras yang tidak pernah ia saksikan selama ini.
Singkat cerita, hingga suatu ketika Li Shou Lu harus berhadapan satu lawan satu dengan si "misterius". Si misterius yang dahysat ini sayangnya diperdaya oleh sekelompok mafia pengedar narkoba untuk membunuh Li Shou Lu. Dalam 'pertempuran' kungfu itu Li Shou Lu dapat dikalahkan dengan telak dan mengakibatkan ia terluka parah dan hampir terbunuh. Tetapi beruntung, ia ditolong oleh teman-temannya yang memanggil polisi dan ambulance, namun Lee dan kelompoknya lolos dari kejaran polisi. Li Shou Lu harus dirawat di rumah sakit selama berbulan-bulan karena terluka parah dan beberapa tulangnya patah.
Selama masa penyembuhan inilah sang jagoan kungfu banyak merenung dan mengumpulkan segenap kekuatannya. Seorang teman akrabnya yang setia dan selalu menemani Li Shou Lu menasehatinya dan mengatakan bahwa ia memiliki kelemahan, yaitu kurang antisipasi, sehingga dapat dikalahkan dengan mudah oleh si "misterius".
Kata-kata temannya itu terus mengiang-ngiang dan berulang-ulang muncul di pikiran Li Shou Lu.
"Kurang antisipasi...kurang antisipasi, tidak bisa membaca gerakan yang akan dilakukan oleh lawan...".
"Yaaa...itu dia, aku kurang antisipasi..aku terlalu terlena dengan kemampuanku saat ini, sehingga tidak mampu melihat bahwa ternyata di luar sana banyak sekali orang-orang yang lebih hebat, kemampuan yang luar biasa, teknik-teknik yang baru..."
Ok, pembaca tentunya sudah dapat menebak akhir ceritanya kan?
Ya, selama di rumah sakit Li Shou Lu banyak membaca buku-buku tentang kebijaksanaan hidup. Tentang teknik-teknik baru dunia perkungfuan. Bahkan ia mempraktekkan gerakan-gerakan itu sambil berbaring. Sehingga terkadang ia mendapat teguran dari pasien lain dan tentu saja dokter yang menanganinya. Ketika keadaan Li Shou Lu sudah lebih baik, ia bahkan turun dari tempat ia berbaring dan mempraktekkan gerakan-gerakan kungfu di sekitar halaman rumah sakit. Dan ini sering membuat masalah dengan pihak rumah sakit.
Sekeluarnya Li Shou Lu dari rumah sakit, ia berlatih sangat giat dan keras. Mempelajari gerakan-gerakan dan teknik-teknik baru dalam dunia kungfu. Hingga suatu ketika ia kembali berhadapan dengan sang "misterius". Keadaan menjadi seimbang, namun sedikit demi sedikit sang "misterius" dapat dikalahkan.
Di bagian akhir cerita, sang "misterius" yang ternyata bernama Lee ini malah menjadi sahabat baik Li Shou Lu. Lee bertobat dan mengatakan bahwa ia terjerat dalam sindikat perdagangan narkoba karena membutuhkan dana besar untuk mengobati orang tuanya yang sakit keras.
Mereka berduapun berjuang keras untuk menumpas mafia jahat ini. Li Shou Lu juga mengumpulkan sedikit demi sedikit uang yang ia dapat dari pertandingan-pertandingan kungfu dan pertunjukan-pertunjukan yang ia lakukan untuk membantu menyembuhkan orang tua Lee.
Thursday, January 14, 2010
Sebuah Perjalanan
"Ngga kok, Bapak ga nanya harta ngga, yang penting agama, yang penting agama."
Itulah kata-kata terbaik yang pernah kudengar dari Bapak ketika aku bersilaturahmi ke rumah istriku dengan maksud ta'aruf 3 tahun yang lalu. Kini Bapak telah tiada, beristirahat dengan tenang di kampung kelahirannya, di desa Bengkalok, kecamatan Walantaka, Serang.
"Yan, kadieu Yaann." Getar suara teh Ani, kakak perempuan istriku yang menelpon tengah malam pukul 00:30 tepat pada hari Selasa tanggal 12 Januari 2010. Yah, Bapak telah tiada, setelah perjuangan panjang melawan penyakit asam urat dan ginjal yang dideritanya. Malam itu juga kami bergegas menuju Lebakgede, Merak di antar oleh adik menggunakan mobil Carry dan bersama istri dan ibuku, dan si kecil Naureen yang masih berusia 10 bulanpun mau tidak mau harus dibangunkan dari tidurnya, kasihan juga, tetapi kami harus berangkat.
Anehnya sebelum handphone istriku berdering tengah malam itu aku bermimpi bertemu dengan Bapak dan beliau mengatakan, "semuanya 100 juta". Setelah mengatakan itu beliau pergi begitu saja. Entah apa maksud mimpi itu tetapi mungkin itu adalah pertanda akan kepergiannya.
"Allah memberikan masalah demi masalah itu untuk mendewasakan kita." Demikian ustad Unang mengatakan ketika beliau bertakziyah ke rumah Bapak. Memang benar pikirku, semua musibah yang menimpa kita sebenarnya adalah sebuah proses pendewasaan diri. Segala sesuatunya memiliki maksud dan tujuan.
Hidup adalah sebuah perjalanan panjang, kelahiran, kehidupan di dunia dan kematian adalah proses yang akan kita alami. Bukanlah kematian yang seharusnya kita takutkan, akan tetapi apa yang akan menimpa diri kita setelahnya. Anak, istri, keluarga, saudara hanya akan mengantar kita hingga ke pemakaman, namun setelahnya mereka akan pergi dan kita bisa mendengar suara sendal-sendal yang bergerak menjauh meninggalkan kita.
Sendiri, sepi, sunyi, dingin, gelap, di dunia yang berbeda, alam barzakh. Ulat-ulat, cacing dan bakteri mulai akan menggerogoti dan menguraikan tubuh kita yang menjadi tempat tinggal ruh selama hidup. Sedih, takut, bingung, cemas, mungkin itulah yang akan kita rasakan di sana. Atau mungkin lebih mengerikan dari yang kita bayangkan. Kita berteriak sekeras-kerasnya memanggil-manggil, tetapi tidak ada yang mendengar. Yah, sadarlah kita saat itu bahwa "AKU SUDAH MATI". Tidak ada yang dapat menolong AKU, hanya amalan temanku nanti, entah amal baik atau buruk.
Lalu aku akan mendengar langkah-langkah kedatangan 2 makhluk cahaya. Munkar dan Nakir, mereka akan menanyakan beberapa hal, tentang Tuhan, Nabi, Agama, Saudara, Kitab Suci. Jika kita bisa menjawab semuanya dengan tenang dan benar, maka selamatlah kita seterusnya hingga hari pengadilan, tetapi jika kita tidak dapat menjawab, maka celakalah kita.
Sepohon kayu daunnya rimbun
Lebat bunganya serta buahnya
Walaupun hidup seribu tahun
Kalau tak sembahyang apa gunanya
Kami bekerja sehari-hari
Untuk belanja rumah sendiri
Walaupun hidup seribu tahun
Kalau tak sembahyang apa gunanya
Ya, Allah, ampunilah dosa kedua orang tuaku. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi diriku semasa aku kecil.
Ampunilah segala dosa Bapak. Dosa yang besar, yang samar dan yang kecil. Dosa yang disadari atau tidak disadari. Terimalah segala amal baktinya, luaskan dan terangilah kuburnya, permudah segala urusannya. Amin...
Posting dan do'a ini kupersembahkan untuk ayahku yang telah meninggal dunia pada tahun 2001 yang lalu. Dan juga kepada Bapak mertuaku yang baru meninggal Selasa, tanggal 12 Januari 2010. Semoga mereka berdua beristirahat dengan tenang. Amin...
Itulah kata-kata terbaik yang pernah kudengar dari Bapak ketika aku bersilaturahmi ke rumah istriku dengan maksud ta'aruf 3 tahun yang lalu. Kini Bapak telah tiada, beristirahat dengan tenang di kampung kelahirannya, di desa Bengkalok, kecamatan Walantaka, Serang.
"Yan, kadieu Yaann." Getar suara teh Ani, kakak perempuan istriku yang menelpon tengah malam pukul 00:30 tepat pada hari Selasa tanggal 12 Januari 2010. Yah, Bapak telah tiada, setelah perjuangan panjang melawan penyakit asam urat dan ginjal yang dideritanya. Malam itu juga kami bergegas menuju Lebakgede, Merak di antar oleh adik menggunakan mobil Carry dan bersama istri dan ibuku, dan si kecil Naureen yang masih berusia 10 bulanpun mau tidak mau harus dibangunkan dari tidurnya, kasihan juga, tetapi kami harus berangkat.
Anehnya sebelum handphone istriku berdering tengah malam itu aku bermimpi bertemu dengan Bapak dan beliau mengatakan, "semuanya 100 juta". Setelah mengatakan itu beliau pergi begitu saja. Entah apa maksud mimpi itu tetapi mungkin itu adalah pertanda akan kepergiannya.
"Allah memberikan masalah demi masalah itu untuk mendewasakan kita." Demikian ustad Unang mengatakan ketika beliau bertakziyah ke rumah Bapak. Memang benar pikirku, semua musibah yang menimpa kita sebenarnya adalah sebuah proses pendewasaan diri. Segala sesuatunya memiliki maksud dan tujuan.
Hidup adalah sebuah perjalanan panjang, kelahiran, kehidupan di dunia dan kematian adalah proses yang akan kita alami. Bukanlah kematian yang seharusnya kita takutkan, akan tetapi apa yang akan menimpa diri kita setelahnya. Anak, istri, keluarga, saudara hanya akan mengantar kita hingga ke pemakaman, namun setelahnya mereka akan pergi dan kita bisa mendengar suara sendal-sendal yang bergerak menjauh meninggalkan kita.
Sendiri, sepi, sunyi, dingin, gelap, di dunia yang berbeda, alam barzakh. Ulat-ulat, cacing dan bakteri mulai akan menggerogoti dan menguraikan tubuh kita yang menjadi tempat tinggal ruh selama hidup. Sedih, takut, bingung, cemas, mungkin itulah yang akan kita rasakan di sana. Atau mungkin lebih mengerikan dari yang kita bayangkan. Kita berteriak sekeras-kerasnya memanggil-manggil, tetapi tidak ada yang mendengar. Yah, sadarlah kita saat itu bahwa "AKU SUDAH MATI". Tidak ada yang dapat menolong AKU, hanya amalan temanku nanti, entah amal baik atau buruk.
Lalu aku akan mendengar langkah-langkah kedatangan 2 makhluk cahaya. Munkar dan Nakir, mereka akan menanyakan beberapa hal, tentang Tuhan, Nabi, Agama, Saudara, Kitab Suci. Jika kita bisa menjawab semuanya dengan tenang dan benar, maka selamatlah kita seterusnya hingga hari pengadilan, tetapi jika kita tidak dapat menjawab, maka celakalah kita.
Sepohon kayu daunnya rimbun
Lebat bunganya serta buahnya
Walaupun hidup seribu tahun
Kalau tak sembahyang apa gunanya
Kami bekerja sehari-hari
Untuk belanja rumah sendiri
Walaupun hidup seribu tahun
Kalau tak sembahyang apa gunanya
Ya, Allah, ampunilah dosa kedua orang tuaku. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi diriku semasa aku kecil.
Ampunilah segala dosa Bapak. Dosa yang besar, yang samar dan yang kecil. Dosa yang disadari atau tidak disadari. Terimalah segala amal baktinya, luaskan dan terangilah kuburnya, permudah segala urusannya. Amin...
Posting dan do'a ini kupersembahkan untuk ayahku yang telah meninggal dunia pada tahun 2001 yang lalu. Dan juga kepada Bapak mertuaku yang baru meninggal Selasa, tanggal 12 Januari 2010. Semoga mereka berdua beristirahat dengan tenang. Amin...
Sunday, December 20, 2009
Melawan Diri Sendiri
Sebenarnya yang harus ditakutkan dalam hidup ini adalah bukan apa yang kita takutkan, tetapi rasa takut itu sendiri. Rasa takut yang ada di dalam diri. Contohnya adalah seseorang yang pernah mengalami suatu peristiwa yang tidak menyenangkan di dalam hidupnya. Biasanya seseorang akan mengalami perasaan yang sama ketika terjadi suatu keadaan yang mirip dengan peristiwa buruk yang pernah ia alami sebelumnya. Padahal belum tentu sama dan belum tentu tidak menyenangkan, bisa jadi malah sebenarnya itu adalah sebuah kesempatan yang seharusnya jangan dilewatkan.Contoh nyata adalah seseorang yang pernah mengalami kecelakaan, mungkin ada sebagian yang menyatakan tidak akan pernah membawa kendaraan bermotor lagi dalam hidupnya. Atau orang yang pernah jatuh dari tempat yang tinggi, setelah selamat bersumpah tidak akan berada di tempat-tempat yang tinggi lagi dalam hidupnya. Atau orang yang pernah disakiti oleh temannya, maka selamanya menganggap temannya adalah orang yang buruk dan tidak pernah akan memaafkannya. Jika ini yang terjadi, maka berarti pikiran telah dikalahkan oleh perasaan takut yang berlebihan.
Antara pikiran dan perasaan harulah seimbang. Jika pikiran yang terlalu berlebihan, maka akan cenderung menjadi orang yang kaku dan tidak menyenangkan. Namun jika perasaan yang digunakan terlalu berlebihan, maka akan cenderung buta dan menutup mata terhadap kenyataan yang ada.
Ketika kita pernah mengalami sebuah peristiwa yang buruk di dalam hidup kita, lalu kita selamat dari peristiwa tsb, maka seharusnya kita berinstrospeksi dengan menggunakan akal sehat. Apa yang menyebabkan peristiwa tsb. terjadi, kesalahan-kesalahan apa yang pernah kita perbuat? Kemudian bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Setelah itu jika suatu keadaan yang sama terjadi kembali kita sudah siap dan yakin dan berani menghadapinya. Jika tiba-tiba perasaan takut itu kembali datang, sedangkan segala persiapan sudah matang, segala kesalahan dan kemungkinan kegagalan sudah diperhitungkan. Maka, katakan pada diri sendiri, pergilah kau rasa takut, aku sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk ini. Dan kau datang hanya untuk mengganggu aku, tidak ada alasan untuk kehadiranmu. Jika rasa takut tidak juga hilang, maka tetap lakukan saja apa yang sudah direncanakan. Abaikan rasa takut itu dan tunjukkan rasa berani. Kalaupun tindakan yang telah kita lakukan tidak menghilangkan rasa takut, maka sebenarnya kita sudah mengalahkannya dengan tindakan. Dan tindakan positip yang terus-menerus akan mengikis habis rasa takut tersebut.
Monday, November 23, 2009
Mencuri Start
Lama juga ga menyapa sahabat-sahabat bloggerku (padahal baru kira2 1 Minggu kalee..), tapi karena ngeblog udah kebiasaan jd kerasa lamaaa banget, maklum beberapa hari ini tugas-tugas kul lumayan padat banget. Padahal banyak yang ingin dilakukan di dunia Online ini, tapi ya namanya waktu harus diatur kan? Ok, deh lanjut nih lagi ada ide tulisan baru, selamat menikmati, judulnya " Mencuri Start".
Mencuri adalah perbuatan yang dilarang dalam agama. Tetapi ada mencuri yang baik, salah satunya adalah mencuri salam. Yaitu ketika mendengar ada orang yang mengucap salam tetapi tidak ditujukan kepada kita, maka kita jawab saja salam itu dalam hati berniat mendoakan orang tsb. walaupun ia tidak mengetahuinya. Nah, ada lagi nih mencuri yang baik, yaitu mencuri start. Tapi, jangan dipraktekkan di dunia olahraga ya :), nanti malah diskualisikasi, eh gimana nulisnya? diskualifikasi, bener ga? Lalu apakah mencuri yang baik itu? Yang namanya mencuri adalah perbuatan yang dilakukan tanpa diketahui orang lain kan? Betul, tetapi beda antara mencuri yang baik dengan mencuri yang jahat adalah pada perbuatannya. Mencuri yang baik adalah melakukan perbuatan yang positif tanpa diketahui orang lain, tetapi mencuri yang jahat adalah melakukan perbuatan yang negatif tanpa diketahui orang lain.
Mencuri start, adalah melakukan suatu aktifitas positif ketika orang lain belum mulai melakukannya. Sehingga kita akan memiliki kesiapan yang lebih matang dibandingkan orang lain. Di bawah ini beberapa contohnya:
1. Anak Sekolah
Untuk anak-anak sekolah, ketika di awal semester baru, ketika teman-teman masih santai saja mengikuti pelajaran sesuai petunjuk guru, ada anak yang sudah rajin membaca, mengerjakan latihan dan bahkan menyelesaikan buku pelajaran tsb. Bahkan ia sudah membaca buku-buku lain di luar buku sekolahnya. Sehingga, ketika menghadapi ujian anak ini tentunya 'santai-santai' saja sementara teman-temannya sibuk membaca.
2. Belajar Bisnis
Para mahasiswa/pelajar ketika mereka sibuk hanya belajar dan belajar dari buku, modul, membuat laporan, mengejar nilai tertinggi dalam kuliah. Ada beberapa teman yang biasa-biasa saja dalam pelajaran, atau ada juga yang bagus kuliahnya, namun selain itu mereka ini juga menyelingi kegiatan kuliahnya dengan belajar bisnis kecil-kecilan. Tentunya dengan tidak mengganggu kegiatan kuliah. Walaupun memang ada saja yang kuliahnya terganggu, karena sangat fokus di bisnisnya, tetapi tidak masalah karena dalam bisnis yang dikelola mereka sukses besar. Orang yang telah belajar berwirausaha akan lebih siap menghadapi kehidupan sebenarnya setelah lulus kuliah, dibandingkan yang hanya mengejar nilai semata.
3. Pertandingan Olahraga
Jika kita perhatikan, atlet yang berhasil meraih prestasi puncak tentunya telah mempersiapkan diri jauh sekali dari hari pertandingan itu dimulai. Bahkan mungkin ia telah memulainya beberapa saat setelah ia kalah dalam pertandingan di suatu musim. Misal di suatu musim olahraga yang dilaksanakan 4 tahun sekali, pada tahun tersebut ia tidak meraih prestasi puncak. Maka, di saat para atlet berhasil meraih prestasi dan berpesta dengan kesenangan dan kemenangan. Atau beberapa atlet lain yang kalah sedang kecewa dan sedih, ia sudah menginstrospeksi diri, mempersiapkan diri dan berlatih rutin untuk menghadapi 4 tahun berikutnya.
Baik, itu saja dulu. Eh, tapi satu hal lagi, mencuri start itu baik, tetapi akan lebih baik lagi jika sambil mengajak orang lain sama-sama mencuri start. Sehingga kesuksesan bersama yang akan diraih. Bukan kesuksesan indivisu semata. Teman-teman ada yang mau menambahkan contoh lainnya? Boleh, ditunggu pesannya di bawah ini ya...
Mencuri adalah perbuatan yang dilarang dalam agama. Tetapi ada mencuri yang baik, salah satunya adalah mencuri salam. Yaitu ketika mendengar ada orang yang mengucap salam tetapi tidak ditujukan kepada kita, maka kita jawab saja salam itu dalam hati berniat mendoakan orang tsb. walaupun ia tidak mengetahuinya. Nah, ada lagi nih mencuri yang baik, yaitu mencuri start. Tapi, jangan dipraktekkan di dunia olahraga ya :), nanti malah diskualisikasi, eh gimana nulisnya? diskualifikasi, bener ga? Lalu apakah mencuri yang baik itu? Yang namanya mencuri adalah perbuatan yang dilakukan tanpa diketahui orang lain kan? Betul, tetapi beda antara mencuri yang baik dengan mencuri yang jahat adalah pada perbuatannya. Mencuri yang baik adalah melakukan perbuatan yang positif tanpa diketahui orang lain, tetapi mencuri yang jahat adalah melakukan perbuatan yang negatif tanpa diketahui orang lain. Mencuri start, adalah melakukan suatu aktifitas positif ketika orang lain belum mulai melakukannya. Sehingga kita akan memiliki kesiapan yang lebih matang dibandingkan orang lain. Di bawah ini beberapa contohnya:
1. Anak Sekolah
Untuk anak-anak sekolah, ketika di awal semester baru, ketika teman-teman masih santai saja mengikuti pelajaran sesuai petunjuk guru, ada anak yang sudah rajin membaca, mengerjakan latihan dan bahkan menyelesaikan buku pelajaran tsb. Bahkan ia sudah membaca buku-buku lain di luar buku sekolahnya. Sehingga, ketika menghadapi ujian anak ini tentunya 'santai-santai' saja sementara teman-temannya sibuk membaca.
2. Belajar Bisnis
Para mahasiswa/pelajar ketika mereka sibuk hanya belajar dan belajar dari buku, modul, membuat laporan, mengejar nilai tertinggi dalam kuliah. Ada beberapa teman yang biasa-biasa saja dalam pelajaran, atau ada juga yang bagus kuliahnya, namun selain itu mereka ini juga menyelingi kegiatan kuliahnya dengan belajar bisnis kecil-kecilan. Tentunya dengan tidak mengganggu kegiatan kuliah. Walaupun memang ada saja yang kuliahnya terganggu, karena sangat fokus di bisnisnya, tetapi tidak masalah karena dalam bisnis yang dikelola mereka sukses besar. Orang yang telah belajar berwirausaha akan lebih siap menghadapi kehidupan sebenarnya setelah lulus kuliah, dibandingkan yang hanya mengejar nilai semata.
3. Pertandingan Olahraga
Jika kita perhatikan, atlet yang berhasil meraih prestasi puncak tentunya telah mempersiapkan diri jauh sekali dari hari pertandingan itu dimulai. Bahkan mungkin ia telah memulainya beberapa saat setelah ia kalah dalam pertandingan di suatu musim. Misal di suatu musim olahraga yang dilaksanakan 4 tahun sekali, pada tahun tersebut ia tidak meraih prestasi puncak. Maka, di saat para atlet berhasil meraih prestasi dan berpesta dengan kesenangan dan kemenangan. Atau beberapa atlet lain yang kalah sedang kecewa dan sedih, ia sudah menginstrospeksi diri, mempersiapkan diri dan berlatih rutin untuk menghadapi 4 tahun berikutnya.
Baik, itu saja dulu. Eh, tapi satu hal lagi, mencuri start itu baik, tetapi akan lebih baik lagi jika sambil mengajak orang lain sama-sama mencuri start. Sehingga kesuksesan bersama yang akan diraih. Bukan kesuksesan indivisu semata. Teman-teman ada yang mau menambahkan contoh lainnya? Boleh, ditunggu pesannya di bawah ini ya...
Sunday, November 8, 2009
Prioritas Utama
Ada kalanya dalam suatu episode kehidupan, kita harus memfokuskan diri pada satu hal terpenting dalam aktivitas kita. Dan untuk sementara waktu meninggalkan kegiatan lain yang penting juga tetapi tidak menjadi prioritas utama. Dikatakan sementara waktu, karena dalam jangka waktu tertentu kita memiliki deadline untuk menyelesaikan satu tugas terpenting di dalam kehidupan kita, yang tidak dapat dicampuradukkan dengan kegiatan lain karena tidak cukup waktu, tenaga dan pikiran untuk sama-sama menyelesaikannya. Walaupun dalam pikiran kita banyak yang dapat kita kerjakan, namun pada kenyataannya waktu begitu sempit sehingga kita harus memilih. Tujuannya adalah agar target terpenting itu dapat terselesaikan dengan baik dan sukses. Jika target itu sudah tercapai maka kita kembali membuka diri pada aktivitas-aktivitas penting lainnya.
Seperti yang telah disampaikan oleh dosenku dalam perkuliahan, bahwa kita harus tahu diri, tahu waktu, dan tahu tempat agar kehidupan kita dapat menggapai kesuksesan. Tahu diri artinya mengetahui siapa saya, apa posisi dan kewajiban pokok saya? Tahu waktu artinya kita mengetahui kapan waktu kita bekerja, kapan waktu kita bersantai, kapan waktu kita beristirahat, kapan waktu kita beribadah, dll. Tahu tempat adalah kita dapat menyesuaikan tingkah laku kita dimanapun berada. Bagaimana sikap kita seharusnya saat di kantor, saat di rumah, saat di masyarakat, saat di perkuliahan, dll. Dengan demikian akan seimbanglah kehidupan kita.
Ketidaksuksesan biasanya akan terjadi manakala kita tidak tahu diri, tidak tahu waktu dan tidak tahu tempat. Sehingga kita tidak memiliki prioritas terpenting yang harus dikerjakan. Kegiatan apapun diikuti, ada tawaran ini dan itu semua diterima. Sehingga kita akan kelihatan sibuk sekali tetapi pada hal-hal yang tidak menjadi tujuan hidup. Akhirnya sibuk hanya tinggal sibuk saja, tanpa ada hasil yang mengarah pada fokus utama kita. Jadilah energi kita terkuras habis dan tersebar tetapi tidak menghasilkan apapun.
Seperti yang telah disampaikan oleh dosenku dalam perkuliahan, bahwa kita harus tahu diri, tahu waktu, dan tahu tempat agar kehidupan kita dapat menggapai kesuksesan. Tahu diri artinya mengetahui siapa saya, apa posisi dan kewajiban pokok saya? Tahu waktu artinya kita mengetahui kapan waktu kita bekerja, kapan waktu kita bersantai, kapan waktu kita beristirahat, kapan waktu kita beribadah, dll. Tahu tempat adalah kita dapat menyesuaikan tingkah laku kita dimanapun berada. Bagaimana sikap kita seharusnya saat di kantor, saat di rumah, saat di masyarakat, saat di perkuliahan, dll. Dengan demikian akan seimbanglah kehidupan kita.
Ketidaksuksesan biasanya akan terjadi manakala kita tidak tahu diri, tidak tahu waktu dan tidak tahu tempat. Sehingga kita tidak memiliki prioritas terpenting yang harus dikerjakan. Kegiatan apapun diikuti, ada tawaran ini dan itu semua diterima. Sehingga kita akan kelihatan sibuk sekali tetapi pada hal-hal yang tidak menjadi tujuan hidup. Akhirnya sibuk hanya tinggal sibuk saja, tanpa ada hasil yang mengarah pada fokus utama kita. Jadilah energi kita terkuras habis dan tersebar tetapi tidak menghasilkan apapun.
Sunday, November 1, 2009
Kebahagiaan Murni
Ingin melihat seperti apa kebahagiaan yang murni? Gampang, lihatlah anak kecil atau bayi yang sedang bermain. Mereka tertawa riang gembira tanpa beban. Apa yang membuat mereka tertawa? Ternyata hanya karena permainan-permainan kecil yang bagi orang dewasa tidaklah menarik tetapi bagi mereka sangat membahagiakan.
Sepulang kerja, badan masih agak penat karena seharian beraktivitas, ditambah lagi perjalanan pulang dari Suralaya ke Cilegon yang memakan waktu kurang lebih 35 menit menggunakan kendaraan motor. Sore hari begitu penuh sesak terutama kendaraan roda dua bermesin ini. Kebanyakan para karyawan pulang kerja di waktu yang bersamaan. Sehingga menimbulkan kepadatan, terutama ketika mulai memasuki daerah Damkar, bunderan kampus teknik Untirta sampai ke Simpang Tiga Cilegon. Namun, beruntung setiap hari lalu lintas lancar saja di kota baja ini, tidak seperti di ibukota Jakarta yang semua orang sudah tahu kemacetannya seperti apa.
"Baaaa...eee...oooo, baaa..ee..ooo..!!!", sapaku pada buah hatiku, Naureen Hamidah atau si Olen. Perasaan penat hilang seketika melihat senyum dan tawanya yang polos. Kuambil sebuah wadah bekas kosmetik kecil yang berbentuk bulat, lalu aku gelindingkan di dekatnya.
"Tuk..utuukk..utuukkk...tung...!", aku berceloteh sambil menggelindingkannya, ketika wadah kosmetik tsb. berhenti aku berkata, "tung..". Seketika si Olen tertawa riang sambil berusaha mengejar wadah tsb. Kuulang-ulang permainan tsb. dan ia selalu tertawa melihat wadah tsb. menggelinding dan berhenti sambil aku teriakkan kata, "tuuungg...".
Yah, cerita di atas mengilhami aku untuk menuliskannya di blog ini. Bahwa ternyata kebahagiaan tidak dapat diukur dari materi, benda atau harta yang dimiliki. Tidak berarti orang yang memiliki banyak materi itu lebih bahagia daripada yang biasa-biasa saja atau bahkan kekurangan. Buktinya seorang anak kecil atau bayi dapat begitu gembira dan senang hanya dengan permainan wadah kosmetik yang digelindingkan seperti cerita tadi. Aku perhatikan si Olen juga senang sekali melihat kucing dan berusaha mengejarnya. Benda apapun yang bergerak selalu menjadi perhatiannya. Benda-benda yang bagi orang dewasa dianggap biasa saja. Namun bagi mereka benda ini memberikan kebahagiaan tersendiri. Tetapi sebetulnya bukan bendanya yang membuat mereka bahagia, tetapi kemurnian, kebersihan dan kepolosan jiwa itulah yang membuatnya gembira. Jiwa mereka tidak terkotori oleh hawa nafsu, ambisi dan keinginan yang banyak diderita oleh orang dewasa. Sehingga mereka bisa menikmati hal-hal kecil di sekitar dirinya.
Sepulang kerja, badan masih agak penat karena seharian beraktivitas, ditambah lagi perjalanan pulang dari Suralaya ke Cilegon yang memakan waktu kurang lebih 35 menit menggunakan kendaraan motor. Sore hari begitu penuh sesak terutama kendaraan roda dua bermesin ini. Kebanyakan para karyawan pulang kerja di waktu yang bersamaan. Sehingga menimbulkan kepadatan, terutama ketika mulai memasuki daerah Damkar, bunderan kampus teknik Untirta sampai ke Simpang Tiga Cilegon. Namun, beruntung setiap hari lalu lintas lancar saja di kota baja ini, tidak seperti di ibukota Jakarta yang semua orang sudah tahu kemacetannya seperti apa.
"Baaaa...eee...oooo, baaa..ee..ooo..!!!", sapaku pada buah hatiku, Naureen Hamidah atau si Olen. Perasaan penat hilang seketika melihat senyum dan tawanya yang polos. Kuambil sebuah wadah bekas kosmetik kecil yang berbentuk bulat, lalu aku gelindingkan di dekatnya.
"Tuk..utuukk..utuukkk...tung...!", aku berceloteh sambil menggelindingkannya, ketika wadah kosmetik tsb. berhenti aku berkata, "tung..". Seketika si Olen tertawa riang sambil berusaha mengejar wadah tsb. Kuulang-ulang permainan tsb. dan ia selalu tertawa melihat wadah tsb. menggelinding dan berhenti sambil aku teriakkan kata, "tuuungg...".
Yah, cerita di atas mengilhami aku untuk menuliskannya di blog ini. Bahwa ternyata kebahagiaan tidak dapat diukur dari materi, benda atau harta yang dimiliki. Tidak berarti orang yang memiliki banyak materi itu lebih bahagia daripada yang biasa-biasa saja atau bahkan kekurangan. Buktinya seorang anak kecil atau bayi dapat begitu gembira dan senang hanya dengan permainan wadah kosmetik yang digelindingkan seperti cerita tadi. Aku perhatikan si Olen juga senang sekali melihat kucing dan berusaha mengejarnya. Benda apapun yang bergerak selalu menjadi perhatiannya. Benda-benda yang bagi orang dewasa dianggap biasa saja. Namun bagi mereka benda ini memberikan kebahagiaan tersendiri. Tetapi sebetulnya bukan bendanya yang membuat mereka bahagia, tetapi kemurnian, kebersihan dan kepolosan jiwa itulah yang membuatnya gembira. Jiwa mereka tidak terkotori oleh hawa nafsu, ambisi dan keinginan yang banyak diderita oleh orang dewasa. Sehingga mereka bisa menikmati hal-hal kecil di sekitar dirinya.
Mendaki Gunung
Jika kita sedang menempuh perjalanan menuju tujuan hidup yang panjang, jangan pusing memikirkan berbagai kemungkinan yang terjadi. Lakukan saja aktivitas yang terbaik pada hari ini.
Wednesday, October 28, 2009
Meluruskan Niat
Niat merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan kita. Niat adalah tujuan dan target yang hendak dicapai. Tanpa adanya niat maka kehidupan seseorang seperti berlayar tanpa kompas, peta, radar, tanpa pengetahuan akan rasi bintang. Sehingga tidak jelas tujuan yang akan diraih, hanya terombang-ambing mengikuti arah angin bertiup dan arah ombak menyeretnya. Mungkin ia hanya akan tenggelam di tengah laut dihajar gelombang dan badai, atau terdampar di sebuah pulau yang mematikan.
Mari kita tetapkan niat, tujuan yang ingin dicapai. Banyak sekali niat yang dapat kita tanamkan di dalam diri, seperti niat untuk mendapatkan harta, jabatan, wanita. Niat untuk mendapatkan pengakuan, status, kebanggaan. Niat untuk memperoleh kesejahteraan, kekayaan, kemudahan hidup. Niat untuk memperoleh gelar dan nilai ijazah yang tinggi. Tentunya masih banyak niat-niat yang lain di dalam hidup ini. Tidak ada yang salah dengan niat-niat ini, namun yang perlu diperhatikan adalah posisi dari semua niat itu tidak boleh melebihi niat untuk memperoleh keridhoan-Nya. Karena tidak akan ada gunanya semua niat itu tercapai jika tidak mendapatkan keridhoan Allah S.W.T.
Mari kita tempatkan niat karena Allah ini di tempat yang tertinggi. Sehingga kita belajar menjadi orang yang ikhlas dalam berbuat. Mengapa? Karena jika kita memposisikan niat yang lain di atas niat utama ini, maka bersiap-siaplah untuk merasa kecewa ketika niat itu tidak tercapai.
Dari Umar bin Khathab Ra. berkata : "Aku telah mendengar rasulullah saw.bersabda : Sesunggunya segala amalan itu tergantung pada niatnya. dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia niatkan. Maka barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan rasulNya, ia akan sampai pada Allah dan RasulNya.dan barang siapa hijrahnya menuju dunia yang akan di perolehnya atau menuju wanita yang akan dinikahinya, ia akan mendapatkan apa yang dituju. (HR : Bukhari & Muslim)
Mari kita tetapkan niat, tujuan yang ingin dicapai. Banyak sekali niat yang dapat kita tanamkan di dalam diri, seperti niat untuk mendapatkan harta, jabatan, wanita. Niat untuk mendapatkan pengakuan, status, kebanggaan. Niat untuk memperoleh kesejahteraan, kekayaan, kemudahan hidup. Niat untuk memperoleh gelar dan nilai ijazah yang tinggi. Tentunya masih banyak niat-niat yang lain di dalam hidup ini. Tidak ada yang salah dengan niat-niat ini, namun yang perlu diperhatikan adalah posisi dari semua niat itu tidak boleh melebihi niat untuk memperoleh keridhoan-Nya. Karena tidak akan ada gunanya semua niat itu tercapai jika tidak mendapatkan keridhoan Allah S.W.T.
Mari kita tempatkan niat karena Allah ini di tempat yang tertinggi. Sehingga kita belajar menjadi orang yang ikhlas dalam berbuat. Mengapa? Karena jika kita memposisikan niat yang lain di atas niat utama ini, maka bersiap-siaplah untuk merasa kecewa ketika niat itu tidak tercapai.
Dari Umar bin Khathab Ra. berkata : "Aku telah mendengar rasulullah saw.bersabda : Sesunggunya segala amalan itu tergantung pada niatnya. dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia niatkan. Maka barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan rasulNya, ia akan sampai pada Allah dan RasulNya.dan barang siapa hijrahnya menuju dunia yang akan di perolehnya atau menuju wanita yang akan dinikahinya, ia akan mendapatkan apa yang dituju. (HR : Bukhari & Muslim)
Wednesday, October 21, 2009
Bisnis Dana Syariah
Alhamdulillah telah lahir sebuah program bisnis yang menggabungkan antara kecanggihan teknologi online dengan produk-produk syariahnya. Baru Launching tanggal 1 Agustus 2009. Tentunya dengan mengutamakan prinsip-prinsip syariah yang bersifat halal, jujur, disiplin dan bertanggung jawab. Ini tentunya sebuah kabar gembira bagi para pebisnis online yang mengutamakan kesejahteraan bersama.
Program ini bernama Dana Syariah yang bertujuan untuk mendorong masyarakat yang kekurangan modal sektor industri menengah ke bawah agar terbebas dari masalah permodalan. Selain itu juga sangat bermanfaat untuk membantu sesama dalam hal investasi atau mengembangkan usaha, masalah hutang, biaya pendidikan, pengobatan, kehidupan sehari-hari, kegiatan sosial, juga bagi yang menginginkan penghasilan passive income.
Produk dari Dana Syariah juga sangat bermanfaat, tidak hanya untuk kepentingan dunia, tetapi juga untuk investasi di akherat. Di antaranya adalah E-book keutamaan shalat-shalat nafil, risalah qurban dan aqiqah, do'a-doa masnunnah, kisah-kisah yang memotivasi diri dan keimanan, dll. Terdapat juga berbagai E-book tentang sukses berbisnis online, script-script bisnis seperti toko online, bisnis dealer pulsa, random reseller, bisnis E-Commerce, dan masih banyak lagi semuanya lengkap disediakan bagi Anda yang memang serius ingin menekuni bisnis online. Perpaduan yang manis antara kecanggihan teknologi online dengan produk-produk syariah.
Salah satu keuntungan pada program bisnis Dana-Syariah ini adalah kita akan mendapatkan website investasi siap pakai secara gratis. Kita juga mendapatkan strategi dan panduan bagaimana cara mendapatkan hasil dari Dana-Syariah secara efisien.
Penjelasan secara lebih detail dan lengkap dapat sobat pelajari dengan mengklik link di bawah ini. Trims, semoga kita bisa sukses bersama, amin.
Program ini bernama Dana Syariah yang bertujuan untuk mendorong masyarakat yang kekurangan modal sektor industri menengah ke bawah agar terbebas dari masalah permodalan. Selain itu juga sangat bermanfaat untuk membantu sesama dalam hal investasi atau mengembangkan usaha, masalah hutang, biaya pendidikan, pengobatan, kehidupan sehari-hari, kegiatan sosial, juga bagi yang menginginkan penghasilan passive income.
Produk dari Dana Syariah juga sangat bermanfaat, tidak hanya untuk kepentingan dunia, tetapi juga untuk investasi di akherat. Di antaranya adalah E-book keutamaan shalat-shalat nafil, risalah qurban dan aqiqah, do'a-doa masnunnah, kisah-kisah yang memotivasi diri dan keimanan, dll. Terdapat juga berbagai E-book tentang sukses berbisnis online, script-script bisnis seperti toko online, bisnis dealer pulsa, random reseller, bisnis E-Commerce, dan masih banyak lagi semuanya lengkap disediakan bagi Anda yang memang serius ingin menekuni bisnis online. Perpaduan yang manis antara kecanggihan teknologi online dengan produk-produk syariah.
Salah satu keuntungan pada program bisnis Dana-Syariah ini adalah kita akan mendapatkan website investasi siap pakai secara gratis. Kita juga mendapatkan strategi dan panduan bagaimana cara mendapatkan hasil dari Dana-Syariah secara efisien.
Penjelasan secara lebih detail dan lengkap dapat sobat pelajari dengan mengklik link di bawah ini. Trims, semoga kita bisa sukses bersama, amin.
Sunday, October 18, 2009
Menikmati Proses
Saturday, October 17, 2009
Data-data yang Beterbangan
Terkadang aku memikirkan, bahwa di udara ini sedang beterbangan banyak sekali data dan informasi berupa sms, suara obrolan, film, gambar, dll . Namun kita tidak dapat melihatnya dengan mata. Kita baru dapat melihat, membaca atau mendengarnya jika data-data itu sudah ditangkap oleh peralatan elektronik dan digital. Data-data tsb. beterbangan dan bisa sampai tepat pada alamat yang dituju, misalnya no. telepon, alamat email, alamat blog, facebook, dll. Jarang sekali data itu menyangkut atau hilang dalam perjalanannya di udara. Andaikata kita bisa melihatnya dengan mata telanjang di udara, tentu berbagai rahasia komunikasi antar manusia dapat kita lihat di udara tsb. Bayangkan, saat ini kita telah memasuki era komunikasi nirkabel (tanpa kabel). Karena lebih praktis, mudah berpindah tempat dengan tetap terhubung. Peralatan seperti telepon seluler, laptop yang terhubung ke internet, PDA, dll telah mulai menggeser fungsi dari telepon kabel.
Yang ingin dibahas dalam tulisan ini bukanlah tentang teknologi peralatan tsb. Tetapi hanyalah sebuah renungan kecil saja. Apa hikmah yang dapat kita ambil dari teknologi komunikasi udara tsb?
Artinya di udara ini tidaklah kosong. Ada medium yang mengantarkan data-data tsb. ke peralatan digital. Sedemikian canggihnya penemuan manusia hingga dapat melakukan komunikasi yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh manusia zaman dahulu kala. Tentunya ini membuka sedikit tabir tentang adanya alam gaib di dunia ini. Alam yang tidak bisa dilihat tetapi sebetulnya ada secara nyata.
Kita dapat menyimpulkan bahwa di udara ini terdapat data-data yang beterbangan dibawa oleh gelombang, sinyal dan frekuensi yang berbeda-beda. Kita mempercayainya walaupun kita tidak dapat melihatnya. Mengapa? Karena kita dapat menerima data-data tsb. lewat peralatan digital nirkabel kita. Lewat mana data-data itu sampai, jika tidak melalui udara?
Al-qur'an telah banyak bercerita tentang adanya Allah, para malaikat, adanya jin, adanya surga dan neraka, adanya hari pembalasan, adanya ruh, dll. Kita semua tidak dapat melihatnya dengan mata biasa. Tetapi kita dapat meyakini keberadaannya dari akibat yang terjadi. Misalnya adanya alam semesta dengan segala isinya ini tentu ada yang menciptakannya yaitu Allah S.W.T. Karena akal kita tidak akan dapat menerima keberadaan sesuatu tanpa ada yang menciptakannya. Akherat, walaupun kita tidak dapat melihatnya saat ini, tetapi kita meyakininya. Hari pembalasan itu ada, untuk menyelesaikan urusan antara manusia dengan Allah dan manusia dengan manusia dan dengan sesama makhluk. Akal kita tidak bisa menerima seseorang yang berbuat jahat, bebas hidup di dunia ini penuh dengan kesenangan tanpa pernah tersentuh hukum, lalu mati begitu saja tanpa ada pengadilan di akherat untuk pertanggungjawaban.
Kesimpulannya alam gaib itu ada, bukan sesuatu yang diada-adakan, dia ada, hanya tidak terlihat, atau belum terlihat. Karena sesuatu yang ada tidak harus selalu terlihat. Kita telah tertipu dengan panca indera yang disebut mata. Padahal panca indera manusia itu bukan hanya mata, ada mata hati (batin). Benda-benda yang ada di dunia ini sebenarnya hanya bayangan yang kita lihat di otak melalui mata kita, bukanlah benda sebenarnya? Buktinya apa? Buktinya, jika mata kita ditutup semua benda itu tidak ada kan?
Saturday, October 10, 2009
Mendaur Ulang

Sampah tampaknya akan menjadi masalah yang cukup mengkhawatirkan di abad modern ini. Teknologi dan ilmu pengetahuan memang berkembang sangat pesat, namun ternyata manusia melalaikan efek sampingnya, yaitu sampah/limbah. Keseimbangan harus melalui siklus yang melingkar, seperti proses rantai makanan. Daun di makan ulat, ulat di makan ayam, ayam di mangsa harimau, harimau mati diuraikan oleh bakteri, lalu kembali ke alam menyuburkan tanah tempat tumbuh pohon dan tanaman. Terus berputar secara seimbang.
Manusia dengan akal dan daya pikirnya mampu menciptakan berbagai produk-produk yang memudahkan kehidupan. Seperti barang-barang elektronik dan digital, produk rumah tangga, kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik, mainan, dll. Manusia terus berkreasi dan berproduksi, namun kita melupakan keseimbangan alam. Akibatnya tentu akan mengubah sifat alam itu sendiri. Hasilnya adalah pemanasan global yang mengakibatkan cuaca menjadi ekstrim, berbagai penyakit timbul, bencana alam seperti banjir dan kekeringan. Ada mata rantai yang terputus, maka alampun bereaksi dengan caranya sendiri untuk menyeimbangkan keadaan ini, disebut hukum alam atau dalam Islam kita mengenalnya sebagai sunatullah.
Produk yang paling cepat mengalami perkembangan dan kemajuan saat ini adalah produk elektronik, digital dan kendaraan bermotor. Khusus untuk produk digital seperti komputer/notebook dan telepon seluler, setiap saat selalu saja kita mendengar ada fitur baru, keluaran baru, dengan kemampuan yang lebih tinggi, baik kapasitas memori, kecepatan, fitur, dll. Sehingga begitu membanjir di pasaran dan harganya semakin terjangkau. Sampai ke anak-anak SD pun telah memiliki produk yang bernama telepon seluler/handphone ini. Kemudian untuk kendaraan bermotor, nampaknya bangsa Indonesia menjadi pasar empuk bagi para produsen kendaraan bermotor. Mereka terus berinovasi, membuat kendaraan yang semakin canggih, bergaya sport, dengan berbagai kemampuan dan teknologi baru. Sehingga dapat kita melihat fenomena di jalanan, khususnya kendaraan bermotor roda dua, begitu sesak jalan raya, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Bahkan setiap tahun, kendaraan roda dua ini menjadi favorit untuk pulang kampung, mudik di hari lebaran. Akibatnya banyak terjadi kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua.
Saya berpikir, jika setiap saat produk-produk ini terus membanjiri pasaran, dengan mudah orang membeli produk baru yang lebih canggih. Maka, kemana perginya produk-produk yang lama, tidak terpakai karena sudah rusak? Apakah negeri kita akan menjadi sampah barang-barang elektronik dan digital? Sedangkan barang-barang ini tidak mudah untuk diuraikan begitu saja oleh alam. Karena mengandung zat-zat yang berbahaya seperti timbal, dan bisa mengganggu kesehatan serta kecerdasan otak. Kita dapat membacanya di situs kapanlagi..
Teknologi ke depan, nampaknya harus mulai memperhatikan keseimbangan alam ini. Harus mulai ada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pendaur ulang limbah. Baik limbah rumah tangga dan limbah elektronik. Alhamdulillah ini sudah mulai dilaksanakan oleh IBM, salah satu vendor komputer terbesar. Dapat kita baca pada situs republika online..
Peluang perusahaan-perusahaan yang ingin bergerak dibidang pendaur ulang limbah akan sangat besar. Karena akan menjadi solusi bagi masyarakat yang menginginkan hidup nyaman, bebas dari polusi. Sebagaimana kita melihat, terutama di daerah perkotaan, sampah banyak terdapat di tempat-tempat kumuh, sungai, bahkan di jalan-jalan. Begitu sesaknya sehingga untuk membuang sampah saja sulit. Akhirnya mengambil jalan pintas dengan membuangnya ke jalan atau ke sungai. Akhirnya jalanan menjadi bau, tidak sedap, sungai menjadi kotor dan hitam airnya.
Bagi warga biasa seperti saya, minimal kita berusaha untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak sembarangan membuang sampah, terutama sampah plastik yang tidak mudah diuraikan. Merawat barang-barang elektronik yang masih layak dipakai. Mematikan listrik, lampu, televisi, kipas angin, komputer jika sedang tidak digunakan. Ketika menyalakan pompa air, segera matikan listriknya jika sudah penuh agar tidak terjadi pemborosan. Jika setiap orang melakukan ini, maka kita sudah ikut serta menjaga dan merawat bumi tempat kita tinggal.
Demikian tulisan kecil ini, semoga bisa bermanfaat dan memberikan sumbangan pemikiran dari seorang warga planet bumi.
Friday, October 9, 2009
Cara Cepat Versus Cara Konsisten
Maksud dari judul posting ini adalah bahwa ada 2 tipe orang dalam meraih kesuksesan. Yang pertama adalah jalur instant, yang kedua adalah dengan sabar dan perjuangan. Sobat tentunya sudah mengetahui bahwa cara kedualah yang akan bertahan lama dan eksis.
Baik, saya akan memberikan beberapa contoh-contoh nyata perbandingan kedua hal di atas.
a. Air
Air yang dimasukkan ke dalam kulkas. Ternyata proses pembekuan air itu tidaklah sekaligus, namun sedikit demi sedikit membentuk kristal-kristal kecil yang saling tersusun rapih. Sehingga ia menjadi struktur yang kuat.
b. Fast Food versus Slow Food
Lihatlah makanan-makanan yang diproses secara Fast Food, ternyata kebanyakan tidak sehat dan bergizi. Karena banyak mengandung kalori dan zat-zat yang merusak dan tidak diperlukan oleh tubuh.
c. Sistem Kebut Semalam (SKS)
Bagi mantan mahasiswa/i tentu sudah paham maksudnya. Ya, ketika akan menghadapi ujian, semalam penuh buku dan catatan yang tebal dibaca. Sambil minum kopi supaya tahan untuk tidak tidur. Hasilnya sudah dapat kita kira. Bandingkan dengan mahasiswa/i yang dengan tekun mencicil dalam mempelajari mata kuliah setiap harinya sedikit demi sedikit. Ketika akan menghadapi ujian, sudah siap dan penuh keyakinan.
d. Membaca Al-qur'an
Di dalam ajaran Islam sendiri, membaca Al-qur'an itu tidak harus sekaligus banyak dalam 1 hari. Tetapi Allah lebih menyukai yang sedikit tetapi berkelanjutan. Konsisten setiap harinya membaca Al-qur'an.
e. Antri
Bandingkan antara loket yang pesertanya antri dengan loket yang pesertanya saling mendahului. Tentunya loket yang pertama akan lebih cepat selesai dibandingkan loket kedua. Loket kedua akan membutuhkan waktu lebih lama dan bahkan mungkin akan mengakibatkan perselisihan dan kekacauan.
f. Uang
Orang yang berjuang untuk mendapatkan uang dengan cara cepat biasanya akan cepat juga kehilangan uangnya. Karena ia mendapatkannya tanpa memiliki skill/pengetahuan untuk mengelola dan memanfaatkannya. Misalnya, saya pernah menonton sebuah acara di stasiun TV swasta tentang seseorang yang ingin menjual ginjalnya agar segera mendapat uang dalam jumlah besar. Di samping itu ada seorang pengusaha yang menawarkan pelatihan baginya agar bisa hidup mandiri. Sayangnya ia menyatakan untuk tetap lebih memilih untuk menjual ginjalnya demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
Demikian mungkin yang dapat saya contohkan, jika Anda memiliki contoh lain silahkan ditambahkan di bawah ini (kolom komentar). Terima kasih.
Baik, saya akan memberikan beberapa contoh-contoh nyata perbandingan kedua hal di atas.
a. Air
Air yang dimasukkan ke dalam kulkas. Ternyata proses pembekuan air itu tidaklah sekaligus, namun sedikit demi sedikit membentuk kristal-kristal kecil yang saling tersusun rapih. Sehingga ia menjadi struktur yang kuat.
b. Fast Food versus Slow Food
Lihatlah makanan-makanan yang diproses secara Fast Food, ternyata kebanyakan tidak sehat dan bergizi. Karena banyak mengandung kalori dan zat-zat yang merusak dan tidak diperlukan oleh tubuh.
c. Sistem Kebut Semalam (SKS)
Bagi mantan mahasiswa/i tentu sudah paham maksudnya. Ya, ketika akan menghadapi ujian, semalam penuh buku dan catatan yang tebal dibaca. Sambil minum kopi supaya tahan untuk tidak tidur. Hasilnya sudah dapat kita kira. Bandingkan dengan mahasiswa/i yang dengan tekun mencicil dalam mempelajari mata kuliah setiap harinya sedikit demi sedikit. Ketika akan menghadapi ujian, sudah siap dan penuh keyakinan.
d. Membaca Al-qur'an
Di dalam ajaran Islam sendiri, membaca Al-qur'an itu tidak harus sekaligus banyak dalam 1 hari. Tetapi Allah lebih menyukai yang sedikit tetapi berkelanjutan. Konsisten setiap harinya membaca Al-qur'an.
e. Antri
Bandingkan antara loket yang pesertanya antri dengan loket yang pesertanya saling mendahului. Tentunya loket yang pertama akan lebih cepat selesai dibandingkan loket kedua. Loket kedua akan membutuhkan waktu lebih lama dan bahkan mungkin akan mengakibatkan perselisihan dan kekacauan.
f. Uang
Orang yang berjuang untuk mendapatkan uang dengan cara cepat biasanya akan cepat juga kehilangan uangnya. Karena ia mendapatkannya tanpa memiliki skill/pengetahuan untuk mengelola dan memanfaatkannya. Misalnya, saya pernah menonton sebuah acara di stasiun TV swasta tentang seseorang yang ingin menjual ginjalnya agar segera mendapat uang dalam jumlah besar. Di samping itu ada seorang pengusaha yang menawarkan pelatihan baginya agar bisa hidup mandiri. Sayangnya ia menyatakan untuk tetap lebih memilih untuk menjual ginjalnya demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
Demikian mungkin yang dapat saya contohkan, jika Anda memiliki contoh lain silahkan ditambahkan di bawah ini (kolom komentar). Terima kasih.
Subscribe to:
Posts (Atom)