Tuesday, June 18, 2013

Memelihara Kelinci

Memiliki hewan peliharaan di rumah merupakan sebuah kesenangan tersendiri. Kita bisa melepas sejenak kepenatan selama bekerja, dengan mengurus hewan peliharaan kita, atau sekedar mengamati tingkah lakunya yang lucu. Ya, di rumah kami memelihara 2 ekor kelinci berwarna putih polos (albino), sepasang jantan dan betina, diberi nama Omen dan Barbie. Kuberi nama Omen karena teringat cerita film Warkop DKI dahulu kala, ketika Dono memberi nama hamster peliharaannya dengan nama Omen :). Sedangkan Barbie itu Naureen yang kasih nama untuk kelinci betinanya, karena dia suka nonton film Barbie.

Awalnya adalah ketika kami sedang berjalan-jalan di daerah Bapor, mata kecil Naureen melirik beberapa ekor kelinci yang dijual oleh seorang pedagang. Daerah sekitar Krakatau Junction, Jogging Track dan Bapor memang cukup ramai pada hari Minggu pagi. Mulai dari yang mengikuti senam, jogging atau lari pagi, terkadang ada pemeriksaan kesehatan gratis dari Rumah Sakit Kraktau Medika, atau bagi yang sekedar jalan-jalan cuci mata dan belanja berbagai dagangan seperti baju, mainan, pernak-pernik, banyak juga aneka jajanan kuliner dan buah-buahan, bahkan topeng monyetpun ada di sini. Kebanyakan yang memiliki dagangan di sini adalah para pensiunan karyawan PT. Krakatau Steel.  Omen kecil kami beli dari pedagang di Bapor dengan harga Rp 25.000,-. Setelah beberapa 'wawancara' kecil yang saya tanyakan kepada pedagang kelinci, saya bertanya seputar makanan, minuman, cara pemeliharaan, kandang, dsb. Bagi saya memiliki hewan pemeliharaan tidaklah hanya asal punya. Tetapi memiliki tanggung jawab untuk mengurusnya dan memperhatikan kesehatannya. Karena bagaimanapun kelinci juga makhluk hidup ciptaan Tuhan, jika kita berani membelinya, ya harus bertanggung jawab dalam memeliharanya juga. Ada dosa dan pahala dari perbuatan yang kita lakukan terhadap makhluk ciptaan-Nya. Agak detail juga pertanyaan saya, akan tetapi semua yang dijelaskan oleh penjual saya tampung terlebih dahulu, tidak sepenuhnya saya percaya. Belum tentu kebenarannya, misalnya penjual mengatakan, kelinci tidak perlu diberi air minum di kandangnya, cukup dari sayuran seperti kangkung sudah mengandung air, kelinci akan mati jika banyak diberi minum. Saya agak aneh juga dengan penjelasan ini, saya rasa air adalah kebutuhan pokok semua makhluk hidup, termasuk kelinci. Mungkin kematian kelinci adalah karena air di kandangnya yang tidak sering diganti, sehingga kotor dan membawa penyakit. Dan benar saja, ketika saya buka internet, tidak sepenuhnya semua yang dikatakan penjual itu benar. Kebanyakan hanya mitos.

Aku pikir kelinci itu hanya doyan makan wortel seperti di film-film kartun, seperti Tiny Toon, Looney Toon, atau Bugs Bunny, tahu kan? Kelinci yang selalu jahil ketika berhadapan dengan pemburu, dengan kata-kata khasnya, "ck..ck..ckk..eeeeee, What's up Doc...?", haha :), sambil mengunyah wortel dengan santainya. Di dunia nyata, ternyata kelinci doyan berbagai macam daun dan sayuran bahkan beberapa buah-buahan. Ketika Omen dan Barbie dilepas di halaman rumah, maka daun-daun yang sering disantap adalah misalnya daun kumis kucing, daun kemangi, daun katuk, rumput, kangkung, bayam. Terkadang ortu ngomel juga karena kelinci memakan habis daun-daunan tanaman yang beliau pelihara. Untuk buah-buahan sering juga memakan jambu dan mangga yang terjatuh ke tanah. Dan yang paling doyan adalah jika diberi pakan pelet. Sepetinya hewan satu ini cukup rakus juga, sebanyak apa kita beri pelet di wadah makanan di kandangnya, seketika itu juga langsung dikunyah terus sampai habis. Untungnya toko Pet Shop tidak terlalu jauh letaknya, cukup dengan Rp 25.000 kita mendapatkan sebungkus pakan pelet kelinci 500 gram. Bentuknya seperti batang ukuran kecil-kecil, dan cukup keras kalau kita menekannya, namun kelinci menyukainya. Ketika Omen masih sendiri, kira-kira 3 minggu pelet selalu habis, namun ketika Barbie hadir (ya, Barbie dibeli kira-kira 1 bulan setelah Omen), setiap 2 minggu sekali pelet habis, kadang lebih cepat lagi. Sehingga terkadang kewalahan juga memberi makan, sehingga harus diselingi dengan kangkung atau daun-daunan yang lainnya.

Bagaimana dengan kotoran kelinci? yah, kotoran kelinci ternyata kecil-kecil bulat warna hitam dan cukup banyak, mirip biji pepaya. Tetapi untungnya tidak terlalu bau dan sifatnya yang kering tidak seperti kotoran ayam yang cukup membuat mual. Namun dalam sehari jumlahnya cukup banyak juga kotoran kelinci, jika dibiarkan di dalam kandang. Sehingga harus rajin juga membersihkannya, cukup dengan sapu lidi, kotoran dikumpulkan menggunakan pengki, dan lumayan juga untuk pupuk tanaman.

Kelinci juga ternyata mirip dengan burung merpati, tahu jalan dan kapan harus pulang kembali ke kandang. Awalnya khawatir juga ketika kelinci pertama kali dilepas, pernah hingga magrib tiba Omen belum pulang. Sampai saya cari ke tetangga bawah rumah. Ternyata selepas magrib, tiba-tiba Omen sudah berada di halaman rumah, lalu masuk ke kandangnya. Terkadang tidak pulang juga hingga semalam, namun besok paginya nongol. Yah, mungkin sedang main ke tempat temannya, karena beberapa tetangga rumah juga ternyata memelihara kelinci dengan berbagai warna yang berbeda.

Namanya memelihara hewan, pasti ada resikonya. Misal Naureen yang doyan ngelus-elus. Harus juga diperingatkan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun, karena khawatir ada penyakit dari bulu-bulu kelinci. Dan beberapa minggu kemarin, si Barbie juga sempat terserang penyakit, ketika diperhatikan timbul bengkak-bengkak pada kaki, telinga dan hidungnya, semacam koreng. Barbie yang awalnya terlihat cantik kata istriku menjadi agak terganggu karena penyakit tersebut. Barbie memang agak berbeda secara fisik dengan Omen, kalau Omen terlihat cepat pertumbuhannya, dalam sebulan saja sudah lebih besar ukuran badannya, kalau Barbie ukuran tubuhnya tidak begitu besar, bahkan mungil, dan pada kiri kanan wajahnya tampak bulu-bulu wajah yang melebar ke samping. Matanya juga berwarna merah, sedangkan Omen berwarna biru. Koreng yang menyerang Barbie agak mengganggu penampilannya, hidungnya tampak seperti Pinokio, koreng tumbuh memanjang ke depan. Kakinyapun sering dikibas-kibaskan, mungkin merasa tidak nyaman karena gatal. Mulailah aku berpikir, apa kira-kira penyakit yang menyerang Barbie, apakah tertular dari kelinci tetangga, yang memang banyak korengnya. Atau karena cuaca hujan? Akhirnya aku browsing di internet minta petunjuk sama mbah Google, dan alhamdulillah, selalu ada saja jawabannya. Ternyata penyakit kelinci korengan ini disebut penyakit Scabies. Disebabkan oleh kutu berukuran mikro. Kutu ini akan bersarang di bawah lapisan kulit kelinci, hingga menimbulkan luka dan infeksi. Jika sudah parah, kelinci menjadi tidak mood untuk makan dan akan mati.

Begitu banyak ternyata cara untuk mengobatinya, tetapi bagi saya tentu saja mencari cara yang paling ringan biayanya namun cukup efektif. Cara yang cepat tentunya adalah dengan membawanya ke dokter hewan atau vet, maka akan disuntik menggunakan Wormectin, Ivomec atau Ivermectine. Namun sebelum itu, saya mencoba mempraktekkan cara yang mudah dilakukan sendiri di rumah. Dan inilah yang akan saya bagi kepada sobat pembaca blog.

Cara yang saya lakukan cukup sederhana, mungkin karena belum terlalu parah penyakitnya. Saya hanya mencuci dan merendam kaki, telinga dan hidung kelinci yang terkena scabies dengan air hangat kira-kira 10 menit saja, tentu harus hati-hati karena kata mbah Google penyakit ini dapat menular ke manusia. Setelah itu, saya keringkan, dengan mengelapnya menggunakan tisu. Setelah kering, diteteskan minyak tawon pada bagian-bagian yang terkena koreng. Lalu kelinci dimasukkan dalam kandang yang sudah dibersihkan sebelumnya. Selama 3 hari berturut-turut pagi dan sore dilakukan pengobatan seperti itu, dan Barbie sementara dipisah dari Omen, dan dikurung dalam kandang.

Awalnya khawatir juga, apakah pengobatan ini berhasil? Karena kelinci tampak gelisah, apalagi jika minyak tawon ditetesi dihidungnya, mungkin karena baunya yang menyengat. Belum lagi kelinci menjilat-jilat kakinya sendiri, mungkin risi dengan minyak cap tawon di kakinya. Kadang Barbie juga menggigit-gigit kakinya sendiri hingga berdarah. Namun, pagi dan sore terus saya lakukan pengobatan, dan berdoa. Bahkan istri sempat mengira Barbie mati, karena diam saja tengkurap. Ternyata ketika disenggol, masih bergeliut, rupanya cuma tiduran. Pada hari kedua, alhamdulillah bengkak di kaki mulai mengempis, namun yang di hidung masih tampak memanjang. Dan akhirnya pada hari ketiga, tiba-tiba koreng yang di hidung telah terlepas dengan sendirinya. Dan koreng pada bagian kaki dan telinga sudah cukup mengempis dan kering. Alhamdulillah, ternyata usaha saya berhasil, dengan obat yang mudah didapatkan di rumah. Senang melihat penampilan Barbie sudah kembali cantik dan ceria.

Semoga pengalaman sederhana ini dapat bermanfaat bagi saya dan yang membaca. Terutama yang punya peliharaan kelinci juga seperti kami.

Sayangilah dan rawat makhluk ciptaan Allah S.W.T. Baik hewan maupun tumbuhan, karena itulah tugas kita sebagai khalifah di muka bumi ini.















Saturday, June 8, 2013

Jalan-jalan ke Pasar


Sabtu pagi tanggal 8 Juni 2013, sekitar jam 06:00 tadi, aku menemani istri dan anak ke pasar baru kota Cilegon. Yah, istri bilang kalau beli bahan makanan seperti ikan, sayur, dll.. jauh lebih murah dibanding di toko sembako atau tukang sayur keliling. Lagipula, pasarnya tidak terlalu jauh, sekitar 1 km saja lewat perumahan Metro Cilegon sudah sampai. Sambil membawa si kecil Naureen yang sudah berusia 4 tahun lebih, dan bulan Juli nanti masuk ke sekolah taman kanak-kanak. Semakin sering membawa anak ke berbagai tempat yang berbeda-beda sambil mengajaknya berbicara tentu akan semakin menambah wawasannya, mempercepat perkembangan otaknya, terhubungnya milyaran sel-sel syaraf di otak sehingga meningkatkan kecerdasannya. Seminggu sekali anak perlu di bawa ke tempat-tempat keramaian seperti pasar, tidak hanya mall yang bersih, ber-AC, penuh dengan aneka permainan dan barang-barang menarik. Tetapi anak juga perlu untuk mengetahui pasar tradisional yang mungkin kondisinya berbeda, seperti kita semua tahu, becek, bau dan panas. Awalnya anak jika diperhatikan agak rewel juga melihat kondisi pasar dan mencium bau amis ikan dan daging. Namun, lama-kelamaan senang juga karena di sana ia dapat melihat berbagai hal, misalnya aneka ikan dari yang kecil hingga besar dengan berbagai jenisnya, seperti bawal, lele, kakap, mujahir,emas, tongkol, bahkan hiu. Ada yang masih hidup, atau yang sudah mati diawetkan dalam es. Cukup cerewet juga Naureen bertanya dan mengomentari berbagai hal yang ada di pasar, namun itulah anak dengan berbagai rasa penasarannya.

Memasuki gerbang pasar, terpampang plang berbunyi Kebersihan Kota adalah Tanggung Jawab Kita Bersama. Pasar Baru di Kota Cilegon ini disebut juga Pasar Kranggot, lokasi lama pasar dijadikan taman kota, sehingga berpindah ke lokasi yang baru (daerah Kranggot). Ketika memasuki gerbang pasar ini, jalan terbagi dua arah, yaitu arah masuk dan keluar, dan ditengahnya dipisahkan sebuah saluran air (got) yang cukup lebar dan dalam. Di kiri dan kanan jalan masuk pasar ini sudah ramai oleh berbagai pedagang, terutama sayuran. Pedagang-pedagang yang tidak menggunakan kios, hanya menggelar dagangannya menggunakan alas seadanya. Jalan masuk pasar ini saja sudah ramai, mulai dari pejalan kaki, pendorong gerobak, mobil angkot (angkutan kota), motor dan ojeg campur baur. Sehingga kemacetan-kemacetan kecil yang kadang terjadi adalah hal biasa yang sering terjadi, dan orang-orang nampaknya sudah memakluminya. 

Dari tata letak dan kondisi jalan sebenarnya sudah cukup baik, masuk agak ke dalam sudah tersedia terminal untuk angkot dan parkir motor. Pada bagian dalam pasar, juga sudah tersedia kios-kios dengan peruntukan masing-masing. Misal ada kios-kios khusus daging, ikan, sayur dan bumbu, pakaian, dll. Tetapi ada satu hal yang mungkin menurut saya menjadi pemandangan yang tidak sedap, yaitu sampah.

Selesai berbelanja di dalam pasar, menuju arah keluar, saya menghentikan motor sejenak tepat di pinggir saluran air. Karena istri hendak membeli beberapa sayuran lagi. Sejenak melihat kondisi got di samping, yah, penuh dengan sampah, baik itu plastik, kertas, botol, sisa makanan, dll. Dan para pedagang di pinggir jalan saya perhatikan begitu santai saja membuang sampah ke saluran air yang cukup lebar itu. Mungkin mereka sudah menganggap itu adalah hal yang biasa saja. Namun bagi saya, ini adalah sebuah cermin dari masyarakat Indonesia yang masih banyak tidak sadar akan lingkungan dan kesehatan. Padahal mungkin menurut saya tidaklah sulit untuk menyimpan sampah sementara di dalam plastik atau wadah lain, nanti begitu ada tempat sampah, baru kita membuangnya ke sana. Atau mungkin pemerintah kota Cilegon perlu untuk menyediakan banyak tempat sampah di lokasi-lokasi yang strategis sekaligus memberikan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.


Dari segi keindahan saja sudah terganggu, melihat saluran air yang hitam, bau dan penuh sampah. Apalagi dari segi kesehatan, tentu berbagai penyakit akan bersarang di sana. Belum lagi jika nanti sampah-sampah tersebut menumpuk yang akan menyumbat saluran air jika terjadi hujan.

Kita memang perlu mempertahankan pasar tradisional, karena di sinilah sebenarnya kekuatan ekonomi berpihak pada rakyat. Akan tetapi mungkin perlu untuk dipikirkan bagaimana membuat pasar tradisional menjadi tempat yang nyaman, bersih, indah dan teratur. Belum lagi masalah jaminan kesehatan dari bahan pangan yang dijual, apakah terbebas dari zat-zat berbahaya, seperti pengawet dan sebagainya.

Istriku akhirnya selesai berbelanja, dan kamipun melanjutkan perjalanan pulang. Semoga tulisan kecil ini bermanfaat bagi diri saya pribadi dan siapapun yang membacanya. Amin.

Thursday, May 23, 2013

Berpikir Mendalam

Agak terkejut juga setelah saya mencoba berdialog dengan teman-teman yang memiliki paham Atheisme dalam sebuah grup di facebook. Ternyata kelompok-kelompok seperti ini memang ada. Bahkan di negara Indonesia yang religius, dan mayoritas muslim. Ternyata ada orang-orang di dunia ini yang begitu meninggikan rasionalitas, akal, ilmu pengetahuan dan teknologi di atas segalanya. Hmmm..tidak ada yang salah memang, manusia modern memang harus rasional, menggunakan akal dan memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi. Akan tetapi jangan sampai tercabut dari fitrah kesejatian diri manusia. Orang-orang yang mengagungkan otak dan akal ini tidak mengakui, menolak keberadaan Tuhan, hari kebangkitan, negeri akherat (surga dan neraka), bahkan anehnya lagi menolak keberadaan ruh yang artinya menolak keberadaan diri mereka sendiri.

Wednesday, May 22, 2013

Jangan banyak berpikir, kerjakan saja...

Lama sekali nih tidak menulis di blog ini, mungkin karena terlalu banyak berpikir, jadi gak berbuat nih :). Yah, judul yang mungkin pernah juga aku tulis, tentang just do it. Orang yang sukses itu kebanyakan adalah orang-orang yang berbuat, dan tidak terlalu banyak berpikir, dalam artian yang lebih khusus adalah berpikir negatif. Mereka memiliki impian besar, berpikir besar, namun juga berbuat. Tidak berhenti hanya pada alam pikiran saja.

Mungkin sama seperti yang sobat blogger rasakan, saya juga merasakannya. Dalam beraktifitas, bekerja sehari-hari. Selalu ada hal-hal yang dipikirkan,tidaklah salah, tetapi yang buruk adalah jika pikiran itu terus berkelabat dan menjadi negatif. Akhirnya kita tidak berani melangkah karena terganggu pikiran sendiri, menjadi diam di tempat. Mau berbuat ini, takut ini, takut itu. Terkadang terpikir juga buat apa saya melakukan hal 'sepele' ini? Apa yang dapat saya peroleh dalam bentuk materi, harta? Inilah sebuah hal yang mengganggu seseorang menjadi orang yang sukses.

Berpikir itu boleh, namun jika terlalu besar porsinya, justru akan menghambat kita dalam mulai melangkah. Berpikirlah, rencanakan kehidupan kita, buat target, tujuan, langkah-langkah, setelah itu ya kerjakan. Jangan pedulikan bisikan-bisikan negatif dari dalam diri sendiri. Malah kebanyakan dari pengalaman kita berbuat, ternyata bisikan-bisikan itu tidak pernah terjadi, kalaupun terjadi selalu ada solusinya sepanjang kita tidak menyerah dan tetap berpikir positip. Perbuatanlah yang akan menghasilkan karya, manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Bukan sekedar pikiran tanpa aplikasi nyata. Yang sering saya pribadi rasakan adalah, ketika badan kita banyak beristirahat karena menunda pekerjaan dengan alasan masih mempertimbangkan untung ruginya, atau karena malas, maka pikiran atau jiwa akan menjadi lelah. Sebaliknya, ketika badan ini banyak beraktifitas, bergerak, bertindak, mungkin agak lelah, tetapi jiwa/pikiran terasa tenang, lapang dan bahagia. Apalagi jika dilandasi niat ikhlas karena Allah S.W.T. 

Pilih mana, diam tetapi pikiran kusut. Atau bergerak dan pikiran tenang?

Wednesday, May 23, 2012

Lakukan dengan Full Power



Tulisan ini kubuat karena teringat pesan Sensei ketika dahulu di SMP aku mengikuti ujian kenaikan tingkat karateka dari sabuk kuning ke sabuk hijau. Sensei adalah panggilan untuk seorang guru karate. Ya, aku mengikuti kegiatan ekstra kurikuler karate di sekolah, kegiatan yang berada di bawah naungan Lemkari (Lembaga Karatedo Indonesia). Ujian dilaksanakan di Polres Serang selama dua hari satu malam, Sabtu dan Minggu benar-benar menguras tenaga, namun ada suatu hikmah menarik dari kegiatan yang aku alami waktu itu.

Saat itu pagi hari Sabtu di sebuah lapangan upacara yang biasa digunakan polisi untuk apel pagi dan upacara. Kami dengan nikmat menyantap sarapan pagi berupa bubur kacang hijau, satu butir telur rebus dan minuman air mineral. Selama seharian ini kami akan mengikuti sebuah latihan yang cukup padat hingga sore hari. Ya, latihan fisik dan mental. 

Wednesday, April 25, 2012

Jangan Seperti Hewan Sirkus

Satu lagi hal menarik yang aku dapatkan ketika kuliah kemarin, dari seorang dosen mata kuliah Komputer dan Media Pembelajaran. Tadinya aku berpikir paling juga akan mendapatkan pelajaran yang biasa-biasa saja, mengenai dasar-dasar komputer. Ternyata lebih dari itu, walau ini baru hari pertama aku mengikuti mata kuliah tersebut, namun sudah dapat terbayang arah dan gaya belajar dari tutorial yang diberikan.

Hal pertama yang menarik adalah dosen memberikan materi yang berada di luar modul kuliah yang ada. Memang betul juga, kalau modul itu bersifat teori, tinggal bagaimana kita rajin membaca dan mengerjakan latihan-latihan secara mandiri. Tetapi yang bersifat pengalaman kerja dan aplikasi langsung biasanya tidak terdapat di modul. Alhamdulillah materi ini juga sesuatu yang belum begitu aku tekuni, yaitu membuat database menggunakan program pengolah Database. Selama ini hanya membuat database secara sederhana dan masih belum tertata dengan baik. Mudah-mudahan dalam pertemuan-pertemuan mata kuliah berikutnya terutama praktikum dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat, terutama untuk menunjang pekerjaan.

Monday, April 23, 2012

Daya Tahan Ikhlas


Pernahkah kita bekerja untuk kepentingan orang banyak hingga larut malam seorang diri,tidak ada yang menemani, tidak ada yang tahu. Setelah semua urusan beres, dan orang-orang bergembira karena usaha kita, tidak ada yang memberikan penghargaan, bahkan malah tidak ada yang tahu hal-hal besar yang telah kita lakukan untuk mereka. Lebih jauh lagi penghargaan besar malah diberikan kepada orang lain, bukan kepada saya.

Saturday, April 21, 2012

Jalan Bercabang

Hidup terkadang lurus, terkadang menemui jalan bercabang, ketika menemui itu harus menentukan pilihan, dan siap menanggung resiko apapun yang dipilih. Pertimbangkan baik-baik tetapi jangan terlalu berpikir, segera melangkah, karena hidup harus terus berjalan menggapai cita-cita dan tujuan

Thursday, April 19, 2012

Nikmatnya Khusnudzan (Berpikir Positip)

Sifat pikiran manusia hanya ada 2 jenis, yaitu berpikir positip atau berpikir negatip. Kedua hal ini yang selalu ada di dalam pikiran kita. Ketika dalam satu hari lebih banyak berpikir positip, maka kebahagiaan yang kita dapatkan. Tetapi jika dalam satu hari lebih banyak berpikir negatip, maka yang ada adalah ketidakbahagiaan. Di bawah ini saya buat perbedaan cara berpikir orang yang positip dengan yang negatip, berdasarkan pengalaman sehari-hari atau dari mengamati orang lain, situasi dan kondisi tertentu. Termasuk manakah kita?


Situasi 1: 
Ketika akan berangkat kerja menggunakan motor, turun hujan deras.

Orang yang berpikir negatip: “Aduh, repot nih, ribet pake jas hujan, becek, motor jadi kotor. Capek deh, pulang nanti cuci motor.”
Orang yang berpikir positip: “Alhamdulillah turun hujan, moga menjadi berkah kehidupan. Ntar sore olahraga cuci motor biar sehat, atau bagi-bagi rezeki ke pencucian motor.”

Wednesday, April 18, 2012

Saling berbagi

Kulirik Handphoneku, kutekan tombolnya, hmmm, saat ini sudah pukul 22:34 malam. Lagi semangat-semangatnya ngeblog nih. Dari tadi berjam-jam ngedit header blog..fyuughh, selesai juga, walaupun sempat pusing dengan ukurannya yang tidak selalu pas pada posisi header blog. Untunglah ternyata di dunia online ini permasalahan apapun nyaris selalu ada pemecahannya. Tinggal tanya mbah Google, ada aja yang sudah menulis tentang permasalahan yang kita hadapi.

Itulah dunia internet, yah sarana bagi manusia di bumi ini untuk saling berbagi. Dan uniknya setiap manusia tidak sama dalam membagi apa yang dia miliki. Walaupun bidangnya sama, pasti ada saja yang berbeda, mungkin dari gaya menulis, pilihan kata, dll.

Yah, ilmu pengetahuan memang seharusnya dibagi terhadap sesama. Nggak ada ruginya membantu sesama, walau ngga dibayar. Tetapi kita mendapatkan pahala dari Allah jika ada yang membaca, kemudian dapat membantu kesulitannya. Ada sebuah kepuasan tersendiri ketika kita dapat berbagi. Dan pahala bagi saya nilainya jauh lebih besar dari sekedar uang, harta dan penghargaan dari manusia, walaupun ga akan nolak kalo ada yang ngasih. Tetapi pahala itulah yang nyata adanya, kita panen di akherat kelak. Mungkin wujudnya nanti berupa rumah, kebun, tanah atau istana di surga.

So, jangan pelit untuk berbagi, apapun ilmu, pengalaman, pandangan, pengetahuan, mari kita share. Agar bermanfaat bagi sesama.

Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

Tuesday, April 17, 2012

Amal Jariyah

Hmm, lama gak nulis di blog. Kali ini saya mau nulis tentang amal jariyah. Yah, suatu amal yang sangat bermanfaat sekali bagi kelangsungan pahala kita walaupun kita telah meninggalkan dunia fana ini nanti. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan pahala jariyah, bagi yang memiliki harta dapat menyumbangkannya, bagi yang memiliki ilmu dapat mengajarkannya, bagi yang memiliki tenaga dapat memanfaatkannya. Saya teringat ceramah Ustad Yusuf Mansur, beliau mengatakan bahwa anak kita sendirilah sesungguhnya dapat dijadikan ladang amal jariyah. Sebelum anak itu masuk sekolah dan belajar membaca, menulis, berhitung, mengaji, sebaiknya kitalah yang pertama mengajarkan itu di rumah. Mengapa? Supaya pahala jariyah akan selalu mengalir kepada kita selama anak mengamalkan ilmu pengetahuan yang didapatkannya sepanjang masa. Dan yang terpenting adalah mengajarkan tentang tauhid (keesaan Allah).

Friday, April 13, 2012

Bersikap Adil

Janganlah kejelekan seseorang membuatmu membencinya sepenuhnya, karena ia pasti memiliki sisi kebaikan. Sebaliknya janganlah kebaikan seseorang membuatmu begitu memujanya karena ia hanya manusia biasa yang memiliki kejelekan juga...Benci sifat jeleknya, bukan pribadinya.

Saturday, January 28, 2012

Try Out Matematika

Cklik...kujepret wajah-wajah anak kelas 6 yang sedang serius mengerjakan latihan soal Try Out Matematika. Semangat ya, semoga sukses dan siap menghadapi Ujian Nasional yang sudah semakin dekat. Semoga memperoleh hasil yang terbaik dan yang terpenting adalah mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapatkan dalam kehidupan, amin.

Wednesday, January 18, 2012

Pembelajaran yang Menyenangkan


Manusia selalu menyukai kegiatan yang menyenangkan. Segala aktivitas apapun yang menyenangkan pasti banyak yang mau mengikutinya dengan sukarela tanpa harus dipaksa. Contohnya jika kita mengundang untuk mengadakan acara makan dan piknik gratis pasti akan banyak peserta yang mendaftar. Sebaliknya tidak mudah bagi kita untuk mengundang orang mengikuti kegiatan kerja bakti misalnya. Termasuk dalam kegiatan belajar dan mengajar, jika dilaksanakan dengan cara yang menyenangkan tentu banyak peserta didik yang menyukainya.

Sunday, January 15, 2012

Pemimpin yang Meneladani Rasulullah dan Sahabat

Kita sangat merindukan seorang pemimpin di negara ini yang benar-benar menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai suri tauladannya. Tidak hanya sebatas mengagumi dan memuji sikap kepemimpinan beliau tetapi benar-benar berusaha mengamalkannya. Rasulullah Muhammad SAW adalah seorang pemimpin yang benar-benar menjadikan ummat dan rakyatnya sebagai fokus perhatiannya. Ini terbukti dari ucapan terakhir beliau ketika akan menghadap Sang Khaliq, yaitu "ummatii, ummatii, ummatii.." yang artinya "ummatku, ummatku, ummatku". Betapa beliau sangat cinta kepada kita dan sangat mengkhawatirkan keadaan kita sepeninggalnya.


Para pejabat, petinggi dan pemimpin negara ini mustinya betul-betul meneladani kepemimpinan Rasulullah tidak hanya dengan perkataan saja. Tetapi juga dengan perbuatan atau amal nyata. Sebagai bagian dari rakyat Indonesia kita lebih banyak melihat pemimpin-pemimpin negeri ini masih lebih mengutamakan kejayaan, kekayaan dan kesejahteraan diri dan keluarganya sendiri. Kalaupun ada yang benar-benar mengutamakan rakyat sebagai tanggung-jawabnya masih sangat sedikit dan langka. 

Saturday, January 14, 2012

Pengetahuan Saja Tidak Cukup

Belajar merupakan perbuatan yang mulia dan bernilai ibadah. Dengan belajar juga kita akan mendapatkan banyak ilmu pengetahuan dan wawasan. Pada umumnya belajar itu di pendidikan formal mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak hingga Perguruan Tinggi. Seluruh biaya, tenaga, waktu dan pikiran kita korbankan untuk kepentingan pendidikan. Kita berharap setelah menyelesaikan pendidikan dapat menjadi orang yang sukses, berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Tetapi apa yang diharapkan terkadang tidak sesuai dengan kenyataan. Ini terbukti dengan begitu banyaknya sarjana-sarjana yang menganggur setelah selesai menamatkan pendidikan. Lapangan pekerjaan yang sempit dan persaingan dengan sesama pencari kerja lainnya yang begitu ketat membuat frustasi. Padahal mungkin dalam menempuh pendidikan selama ini sudah begitu banyak ilmu pengetahuan yang didapatkan. Lalu mau dikemanakan semua ilmu pengetahuan itu? Padahal setiap ilmu pengetahuan yang kita miliki akan dimintai pertanggungjawaban di akherat kelak.

Ada dua faktor yang menyebabkan semua ini terjadi. Yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

1. Faktor internal

Penyebab utama dapat disebabkan faktor internal dari pembelajar itu sendiri. Kebanyakan pembelajar terjebak belajar hanya untuk berprestasi, memperoleh nilai, rapot, piagam, nem, piala, IPK yang tinggi, dan simbol-simbol prestasi lainnya. Merekapun belajar dengan giat, membaca, menghafal, dan mengerjakan soal-soal ujian. Akhirnya memperoleh hasil yang memuaskan setelah pengumuman nilai. Tidak ada yang salah dengan hal ini. Tetapi kita sering terjebak dengan kepuasan semu. Setelah memperoleh nilai yang tinggi, kitapun menganggap kewajiban sudah selesai. Padahal semua pengetahuan yang didapatkan itu belumlah bermanfaat sama sekali sebelum kita menerapkan, mengamalkan, atau mengaplikasikannya dalam tindakan, perbuatan, amal yang nyata. Sehingga pengetahuan hanya menjadi pengetahuan saja hingga lulus perguruan tinggi. Ini yang mengakibatkan tidak siapnya para sarjana dalam menghadapi persaingan di dunia sebenarnya. Karena selama belajar hanya mengasah kecerdasan kognitif dan pengetahuan saja. Tanpa menerapkannya dalam tindakan nyata.

Contoh sederhana adalah ketika kita belajar IPA di sekolah tentang perkembangbiakan pada tumbuhan, hanya dengan membaca buku, menghafal dan ujian, atau praktek sederhana di sekolah, itu tidaklah cukup. Seorang pelajar yang kreatif akan mencoba mempraktekkan menanam, mencangkok, stek, okulasi di pekarangan rumahnya, dan hasilnya dapat dilihat secara nyata minimal untuk dirinya sendiri atau dinikmati bersama.


2. Faktor eksternal

Faktor eksternal adalah faktor yang datang dari luar. Dalam hal ini adalah budaya dan sistem pendidikan di Indonesia. Sistem pendidikan tentunya akan ikut menentukan keberhasilan seseorang. Sistem pendidikan yang baik, yang mengukur kesuksesan dari semua sisi dan tidak hanya dari sisi pengetahuan kognitif saja. Tetapi juga sikap dan tindakan atau afektif dan psikomotorik.

Sistem pendidikan di Indonesia nampaknya belum dapat mengukur kesuksesan seorang pembelajar secara utuh. Karena lulus dan tidaknya seseorang masih hanya ditentukan dari ujian nasional yang hanya mengukur kemampuan menjawab soal-soal di kertas. Tidak menilai sisi-sisi kecerdasan lain dari proses seseorang selama menempuh pendidikan.

Harus ada suatu sistem di mana seorang individu dapat dinilai secara utuh dari segala sisi. Tidak hanya kemampuan akademik dan intelektual. Karena manusia adalah makhluk yang memiliki banyak kecerdasan. Dan setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sistem yang mengukur semua kecerdasan, tetapi dapat diujikan secara praktis, efektif dan efisien.

Kesuksesan seseorang tidaklah ditentukan dari sekolah atau tidak sekolah. Tidak berarti orang yang sekolah akan lebih sukses dari orang yang tidak sekolah begitu juga sebaliknya. Bahkan, banyak sekali contoh orang-orang yang tidak menempuh pendidikan secara formal justru jauh lebih sukses, bahagia dan sejahtera. Apa yang menyebabkan itu terjadi? ya, karena mereka terus belajar dan menerapkan dari pengalaman secara langsung dalam tindakannya.

Orang yang mau belajar dan menerapkan apa yang dipelajari, itulah yang akan sukses. Dan belajar itu luas ruang lingkupnya, bisa di masyarakat, sekolah atau rumah dan lain-lain.



Thursday, January 12, 2012

Nikmatnya Shalat Shubuh Berjamaah

Shalat Shubuh termasuk salah satu shalat yang memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi untuk dilaksanakan. Karena untuk melaksanakannya harus meninggalkan nikmatnya kasur dan selimut hangat. Apalagi jika harus tepat waktu dan berjamaah di Masjid ketika udara sangat dingin. Sementara orang-orang banyak yang masih terlelap dengan nikmatnya. Waktu shalat Shubuh juga sangat pendek, mulai waktu shalat Shubuh itu sendiri hingga terbit matahari. Berbeda dengan waktu shalat lain yang berakhir jika datang waktu shalat berikutnya. Nah, sangat sedikit ummat Islam yang menyadari bahwa ada rahasia besar Allah dibalik pelaksanaan shalat Shubuh. Dan hanya bagi orang-orang yang mau bangun dan melaksanakannya sesuai syarat dan rukunnya serta ikhlas yang akan mendapatkan itu.

Beberapa manfaat yang dapat dirasakan jika kita konsisten melaksanakan shalat Shubuh berjamaah adalah:

1. Badan terasa segar dan bersemangat, ada energi besar di waktu itu
2. Memiliki waktu cukup banyak untuk persiapan beraktivitas sepanjang hari
3. Melakukan apapun setelah shalat Shubuh, misal berpikir, menulis, bekerja, berkarya
lebih terasa optimal dan 'topcer'.
4. Menyiapkan tekad, niat dan rencana selama 1 hari penuh.
5. Mendapatkan pahala shalat satu malam penuh.
6. Sumber cahaya di hari kiamat.
7. Mendapatkan surga yang dijanjikan.
8. Berada di bawah lindungan Allah selama sehari penuh.
9. Penghapus dosa setengah usia.
10.Mendapat berkah di tiap langkah.

Itulah beberapa manfaat yang dapat diraih, tentunya masih banyak yang lainnya.

"Pernah, salah seorang penguasa Yahudi, menyatakan bahwa mereka tidak takut dengan orang Islam kecuali pada suatu hal. Ialah bila jumlah jama'ah shalat Shubuh menyamai jumlah jamaah shalat Jum'at."

Semoga bermanfaat. Tulisan ini saya share setelah membaca buku Misteri Shalat Shubuh karya Dr. Raghib As-Sirjani.

Wednesday, January 11, 2012

Menjaga Perut

Nabi Muhammad SAW bersabda “Sumber dari segala penyakit adalah perut, perut adalah gudang penyakit dan berpuasa itu obat” (H.R. Muslim)

Ingin menjaga kesehatan? Maka jagalah perut Anda, karena itulah sumber dan gudang penyakit sesuai dengan apa yang disabdakan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Bagaimana cara menjaga perut?

Manusia memiliki nafsu yang cukup besar, salah satunya adalah nafsu makan. Ketika manusia melihat berbagai jenis makanan yang enak-enak, ingin rasanya semua dimasukkan ke dalam perut. Lidah menikmati semuanya, sedangkan perut yang mengolah, mengaduk dan menjadi gudang makanan.

Orang yang terlalu banyak makan, tanpa memperhatikan apa yang dimakan, yang penting enak, ditambah lagi orang tsb. malas atau hampir tidak pernah beraktifitas fisik. Maka dapat dipastikan berbagai penyakit akan mudah menyerangnya.

Makan berlebihan akan mengakibatkan lemak menumpuk di perut, usus menjadi kotor sehingga berbagai macam penyakit akan hinggap. Mulai dari penyakit perut itu sendiri, penyakit pencernaan, atau penyakit-penyakit berat lainnya seperti jantung, diabetes, hipertensi, dll..

Berpuasa adalah obat dari berbagai penyakit. Ditambah rajin berolahraga atau beraktifitas fisik, maka Insya Allah kita mudah menjaga kesehatan. Mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Sekali mengobati sudah dapat ditebak berapa biaya yang dibutuhkan di negara kita yang serba mahal. Semoga bermanfaat.


Monday, November 14, 2011

Hidup Seperti Bermain Video Games

Hidup ini sebenarnya mirip seperti bermain video games. Ada level atau tingkatan-tingkatan petualangan yang harus dilalui. Setiap berhasil menyelesaikan sebuah level, kita akan masuk ke level berikutnya yang tentunya menghadapi lawan dan medan yang lebih berat. Dalam setiap level terkadang kita dipaksa untuk berpikir memecahkan sebuah misteri. Jika misteri itu tidak diselesaikan kita akan selalu mengulang level yang sama. Orang yang menyukai permainan video games, tidak akan bosan untuk mencoba dan mencoba lagi hingga pada akhirnya berhasil melalui sebuah level permainan.

Dia tidak merasa beban dalam menyelesaikan setiap level karena ia menyukainya. Dan sebuah kebahagiaan atau kesenangan tersendiri ketika berhasil menuntaskan sebuah misteri dan masuk ke level berikutnya. Kalau seseorang menyerah tentunya ia hanya akan berada di level yang sama terus-menerus.Begitu juga dalam kehidupan ini. Kita senantiasa diberikan masalah-masalah, tantangan dan rintangan yang harus dilalui. Jika kita menyerah dan malas untuk menuntaskannya, kita tidak akan pernah dapat beranjak ke tingkatan hidup yang lebih baik. Karena Allah tidak akan membebankan kepada kita sesuatu yang kita tidak mampu menghadapinya kan?

Hidup adalah untuk menyelesaikan tantangan, dan setiap menyelesaikan suatu tantangan akan senantiasa muncul tantangan-tantangan baru. Tantangan itu baru akan berhenti ketika manusia pindah alam. Di alam sana nanti manusia tinggal menghitung score dari games hidup yang dimainkan.

Jadi ketika ada orang mengeluh hidup saya penuh masalah. Sebenarnya bukan masalah itu sendiri yang jadi masalah. Tetapi yang menjadi masalah adalah bagaimana sikap seseorang dalam menghadapi masalah.

Thursday, October 27, 2011

Pembelajar Sejati

Apa yang dirasakan ketika kita terus belajar dan berlatih? Apakah kita menjadi merasa cukup pintar dan semakin hebat, atau justru semakin merasa kurang dan kecil karena begitu banyak hal yang belum terjelajahi. Jika hal kedua yang dirasakan, maka itu adalah pertanda baik sebagai seorang pembelajar. Pembelajar sejati senantiasa merasa kurang dan kurang.

Ilmu pengetahuan memang sangat luas, bahkan terlalu luas untuk dapat didokumentasikan. Satu bidang ilmu akan senantiasa melahirkan cabang-cabang ilmu yang setiap cabangnya akan melahirkan cabang-cabang lagi yang banyak. Maka tidak pantas bagi seorang pembelajar untuk bersikap sombong. Karena tidak ada seorangpun yang mampu menguasai seluruh bidang ilmu. Tetapi setiap orang pasti ahli dalam bidang tertentu jika ia menekuninya.

Mengapa semakin kita belajar semakin merasa kecil? Ya, karena semakin seseorang mengetahui sesuatu, maka semakin tahulah ia ketidaktahuannya yang banyak. Sebaliknya seseorang yang merasa cukup pintar, justru akan malas belajar, dan mungkin ia merasa sombong karena ia tidak tahu bahwa sebenarnya banyak yang ia tidak ketahui.

Dalam ilmu padi, semakin berisi maka akan semakin merunduk. Artinya semakin seseorang memiliki ilmu pengetahuan dan keahlian, semakin rendah hati. Sedangkan dalam pepatah yang berbunyi, “Tong kosong nyaring bunyinya”. Kebanyakan orang yang tidak mengetahui apa-apa justru banyak berbicara dan membual.

Mari kita instrospeksi diri sendiri, tipe orang seperti apakah kita?

Wednesday, October 26, 2011

BELAJAR

Mendengar kata belajar, apa yang terbayang dalam benak pikiran kita? Buku, ujian, nilai, tugas, rapot? Atau kita membayangkan seorang anak sekolah yang sedang duduk rajin membaca buku, mengerjakan latihan soal. Ia melakukan itu semua untuk persiapan ujian agar mendapatkan nilai yang bagus. Mungkin apa yang dibayangkan oleh sebagian besar orang adalah sama. Mereka menganggap belajar adalah apa yang terbatas pada hal-hal tsb. Padahal sebenarnya belajar memiliki makna yang luas, tidak hanya terbatas pada kegiatan membaca, bayangan tentang anak sekolah yang sedang membaca buku hanyalah sebagian kecil dari kegiatan belajar yang sesungguhnya.

Belajar adalah sebuah aktivitas yang terus berlangsung sepanjang hidup manusia. Sejak manusia lahir, hingga dewasa dan tua.

Belajar hendaknya dipahami sebagai sebuah kebutuhan, bukan kewajiban. Jika belajar merupakan sebuah kebutuhan, maka tanpa perlu dipaksa atau diperintah seseorang akan belajar dengan sendirinya setiap hari. Karena ia menyukai kegiatan tersebut.

Belajar harus dipahami secara luas. Ia tidak hanya merupakan proses yang terjadi di dalam kelas atau sekolah formal. Belajar bukan hanya dengan membaca buku, mengerjakan soal, menjawab pertanyaan, mengerjakan PR, menerima nilai dan rapot. Jika hanya sebatas itu, alangkah sempit ruang lingkup belajar. Belajar juga bukan dalam arti akademik saja yang hanya mementingkan aspek kognitif. Belajar juga perlu memperhatikan aspek afektif dan psikomotorik seperti dalam teori belajar taksonomi Bloom. Kognitif adalah proses yang terkait dengan aspek-aspek intelektual atau berpikir nalar. Sedangkan afektif adalah proses yang terkait dengan aspek-aspek emosional seperti perasaan, minat, sikap dan kepatuhan kepada aturan/moral. Psikomotorik adalah proses yang terkait dengan aspek-aspek keterampilan, syaraf, otot dan gerak. Jika ketiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik terpenuhi dalam proses belajar, maka akan terbentuk hasil belajar yang utuh.

Belajar dapat dilakukan di mana saja, kapan saja dan dalam kondisi apapun, misal di rumah, di keluarga, atau di masyarakat. Beberapa contoh kondisi belajar misalnya ketika ada seseorang yang mengganggu, lalu kita berusaha agar tidak terpancing emosi, itu merupakan proses belajar mengendalikan diri. Seorang anak yang membantu ibunya berjualan di warung atau toko dengan melayani pembeli adalah belajar berwirausaha. Ketika kita mencoba untuk disiplin shalat lima waktu, itu adalah belajar menghargai waktu. Ketika seseorang membantu menunjukkan jalan menuju suatu tempat kepada orang yang bertanya di jalan, itu juga merupakan belajar menolong orang lain.

Penulis pernah mendengar seseorang yang mengatakan bahwa saya sudah terlalu tua untuk belajar dan memiliki cita-cita. Ia berpikir percuma saja saya belajar, karena tidak akan bermanfaat. Berpikir seperti ini menurut penulis adalah kurang tepat. Karena belajar adalah sebuah proses yang berlangsung sepanjang hayat. Kolonel Sanders, seorang yang sukses sebagai pemilik bisnis waralaba KFC (Kentucky Fried Chicken) ternyata memulai usahanya ketika berusia 66 tahun. Dia menawarkan resep masakannya ke lebih dari 1000 restoran di negaranya.

Belajar adalah sebuah proses perubahan perilaku hingga menjadi permanen atau tetap. Misalkan seseorang yang belajar memasak, maka setelah ia berhasil membuat berbagai jenis masakan artinya ia memiliki perilaku yang baru sebagai ahli memasak. Seseorang yang belajar untuk menabung secara konsisten, maka ia memiliki perilaku yang tetap sebagai seorang penabung. Sesorang yang mempelajari bahasa tertentu, maka jika tekun, ia akan memiliki perilaku yang baru sebagai orang yang menguasai bahasa tertentu yang dipelajarinya.

Oleh karena itu mari kita terus belajar, temukan potensi diri, pelajari hal-hal baru sesuai bidang yang kita tekuni, sehingga hidup akan selalu penuh warna, tantangan dan perubahan.

Sunday, October 23, 2011

PEMIMPIN ADALAH PELAYAN RAKYAT

Rakyat Banten baru saja mengikuti kegiatan pemilihan Gubernur Banten yang baru. Sabtu tanggal 22 Oktober 2011, mulai pukul 07:00 pagi hingga pukul 13:00 siang hari seluruh TPS di Banten siap melayani para pencoblos. Hari Sabtu pun menjadi hari libur bagi masyarakat Banten untuk mengikuti pesta demokrasi.
Tiga pasang calon yang akan dipilih rakyat adalah Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno dengan nomor urut satu, kemudian pasangan Wahidin Halim - Irna Narulita nomor urut dua dan pasangan nomor urut tiga Jazuli Juwaini-Makmun Muzakki

Beberapa hari sebelum pencoblosan adalah hari-hari yang sibuk dengan kampanye, sosialisasi program, bahkan hingga acara debat calon gubernur yang ditayangkan secara live oleh salah satu stasiun TV swasta. Melalui acara ini setidaknya rakyat dapat menyimak program-program pembangunan Banten yang disampaikan oleh para calon. Tanpa adanya program acara debat di TV mungkin bagi masyarakat yang sibuk dengan aktivitasnya sehari-hari tidak akan sempat untuk membaca, mengenal atau mengikuti kampanye para calon. Melalui acara debat calon minimal rakyat mengetahui wajah-wajah calon pemimpin Banten dan cara mereka berbicara, penampilan, dsb. sehingga tidak asal pilih nantinya, tetapi benar-benar berdasarkan pilihan pribadi. Terkadang penampilan dan cara berbicara juga menjadi faktor penentu pilihan rakyat. Para calon yang berbicara dengan tenang, jelas, tegas, namun juga santai dan humoris mungkin akan banyak disukai. Walaupun sebenarnya program dan tindakan nyata dan jelaslah yang diperlukan rakyat. Bukan janji-janji yang akhirnya tidak juga ditepati.
Sudah lama masyarakat Banten dan juga tentunya masyarakat Indonesia memimpikan pemimpin yang betul-betul merakyat dan melayani rakyat. Pemimpin yang sadar betul bahwa mereka adalah pelayan, pengabdi untuk kepentingan rakyat. Pemimpin yang sadar bahwa segala tindakannya diawasi tidak hanya oleh rakyat, oleh presiden, oleh menteri, tetapi juga oleh pemimpin dari segala pemimpin, yaitu Allah S.W.T.
Pemimpin sebenarnya adalah pelayan rakyat, artinya seharusnya ia memang bekerja untuk rakyat. Bukan untuk dirinya sendiri dan keluarganya. Pemimpin harus sejajar dengan rakyat dalam arti harus siap menderita seperti rakyat, bahkan siap miskin, lapar, menderita, susah seperti rakyat. Tetapi yang kita lihat adalah ironis, di saat pemimpin kenyang dengan hasil korupsi, banyak rakyat menderita busung lapar karena untuk mencari sesuap nasi saja susah. Ketika pemimpin memiliki mobil mewah yang sangat mahal untuk bepergian, rakyat masih banyak yang sulit untuk memiliki kendaraan pribadi minimal motor. Ketika pemimpin memiliki rumah mewah, besar dan megah, rakyat untuk kredit tipe rumah sangat sederhana saja sangat sulit.
Pemimpin yang melayani rakyat berarti setiap hari yang dipikirkan adalah rakyatnya. Terus bekerja keras, berusaha, bagaimana agar rakyat saya sejahtera secara adil dan merata di seluruh wilayah yang saya pimpin. Artinya tidak ada kesempatan baginya untuk santai, bersenang-senang, apalagi sampai melakukan korupsi.
Saatnya pemimpin berpikir bahwa jabatannya adalah untuk melayani rakyat. Ini bukan profesi untuk memperkaya diri sendiri, kalau ingin menjadi kaya jadilah pedagang atau pengusaha. Kalau menjadi pemimpin sambil menjadi pengusahapun, berhati-hati memisahkan mana tugas dan mana bisnis. Tidak mudah, karena pada akhirnya akan menjerumuskan juga pada korupsi, kolusi dan nepotisme.
Sebaiknya para pemimpin merenungkan kata-kata Umar Bin Khatab, pemimpin besar Islam, seorang khalifah. Beliau seorang pemimpin yang zuhud lagi wara’. Beliau berusaha untuk mengetahui dan memenuhi kebutuhan rakyatnya.
Dalam satu riwayat Qatadah berkata, ”Pada suatu hari Umar bin Khattab memakai jubah yang terbuat dari bulu domba yang sebagiannnya dipenuhi dengan tambalan dari kulit, padahal waktu itu beliau adalah seorang khalifah, sambil memikul jagung ia lantas berjalan mendatangi pasar untuk menjamu orang-orang.” Abdullah, puteranya berkata, ”Umar bin Khattab berkata, ”Seandainya ada anak kambing yang mati di tepian sungai Eufrat, maka umar merasa takut diminta pertanggung jawaban oleh Allah SWT.”

Wednesday, August 10, 2011

Hidup Bagai Musafir

Perumpamaan terbaik dalam menjalani kehidupan di dunia adalah kita layaknya seorang musafir. Seseorang yang sedang mengembara jauh, untuk pulang kembali menuju kampung halaman yang sebenarnya. Kampung yang dulu pernah menjadi tempat tinggal dari nenek moyang semua manusia, Nabi Adam dan istrinya Siti Hawa.

Jika hidup bagai seorang musafir, maka apa yang biasanya dilakukan? Ya, seorang musafir memiliki tujuan yang jelas dalam perjalanannya. Seorang musafir memerlukan perbekalan yang cukup untuk sampai pada tujuannya. Seorang musafir tidak berdiam terlalu lama dan terlena pada suatu tempat yang ia lalui. Betapapun tempat tsb. adalah tempat yang sangat indah dan banyak kesenangan. Namun ia meyakini bahwa tujuan perjalanan yang sebenarnya adalah tempat yang jauh lebih indah dan terindah dari segala tempat terindah. Seorang musafir tidak membawa beban terlalu banyak yang dapat menghambat perjalanannya.

Tujuan perjalanan kita adalah akherat, untuk menemui Sang Pencipta. Dan di akherat itu ada dua tempat ekstrim. Yang satu ekstrim penuh kesenangan, yang satu lagi ekstrim penuh kesengsaraan. Tentunya pilihan yang mana kita semua mengetahui.

الحديث الأربعون

عَنْ ابْنِ عُمَرْ رضي الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ : كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ. وَكاَنَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ : إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ. [رواه البخاري]

Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua pundak saya seraya bersabda: “Hiduplah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara”, Ibnu Umar berkata: “Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu.” (Riwayat Bukhari).

Seorang musafir memerlukan perbekalan yang cukup dan tidak membawa beban yang dapat menghambat perjalanannya. Bekal itu adalah iman dan takwa yang menghasilkan pahala, sedangkan beban itu adalah dosa.

Musafir modern abad ini ketika bepergian tentunya tidaklah membawa begitu banyak barang-barang keperluan hidupnya. Karena akan merepotkan perjalanan dan memakan biaya besar. Cukuplah ia membawa bekal makanan dan minuman secukupnya,pakaian. Dan yang terpenting adalah uang dan ATM (Automatic Teller Machine). Sehingga kapanpun ia membutuhkan suatu makanan, minuman atau barang-barang tertentu, ia dapat membelinya dengan uang. Jika uangnya habis, ia dapat mengambil uang lagi menggunakan ATM yang dibawa. Praktis dan tidak merepotkan.

Seorang musafir yang sedang menuju negeri akherat juga tidak perlu membawa barang-barang dunia, karena itu akan merepotkan. Dan jangan membawa beban-beban yang dapat menghambat, yaitu dosa. Jadikan barang-barang tsb. 'uang' dan simpan dalam bentuk pahala 'ATM'. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan menjadikan barang-barang dan jasa yang kita miliki bermanfaat bagi orang banyak. Tidak dinikmati dan dibawa sendiri. Dengan demikian barang-barang dan jasa itu akan berubah menjadi ATM dan uang yang menjadi perbekalan praktis kita di negeri akherat nanti. Tidak menjadi beban. Bahkan uang dan pahala ATM itu akan berkembang dan dilipatgandakan oleh Allah S.W.T. jika kita ikhlas melakukannya.

Barang yang dinikmati sendiri bukanlah milik kita. Tetapi milik kita adalah apa yang bermanfaat bagi orang lain.

Musafir tidak akan terlena dengan keindahan dunia, karena ia mengetahui tujuan yang sebenarnya. Ia hanya numpang lewat di dunia. Hanya tempat persinggahan sementara. Ketika orang-orang berlomba-lomba memperkaya diri sendiri, menikmati semua keindahan dan kemewahan. Seorang musafir juga memperkaya diri, tetapi tidak semua kekayaan itu dinikmatinya, ia mengambil barang-barang keperluan secukupnya saja agar dapat bertahan hidup. Namun selebihnya ia tabung dalam bentuk pahala, dengan cara menshadaqahkan, sehingga dapat dinikmati oleh orang banyak manfaatnya.

Dan tujuan tertinggi sebenarnya bukanlah akherat, atau pahala yang didapat. Melainkan bertemu dengan Sang Maha Pencipta serta mendapat keridhoan-Nya. Itulah kebahagiaan tertinggi yang hanya dapat dinikmati oleh orang-orang yang tetap bertahan dalam keistiqomahan di tengah-tengah kegilaan dunia.


Monday, August 8, 2011

Membuat Rencana atau Mengalir?

Ketika kita ditanya, apa prinsip hidupmu? Mengalir bagaikan air ataukah selalu merencanakan tindakan? Saya pribadi jika hanya diberi pilihan seperti itu tidak bisa menjawabnya, karena kedua hal itu adalah prinsip hidup yang tidak bisa dipisahkan. Justru keduanya saling menguatkan satu sama lain, bukannya saling bertentangan. Jika ditanya demikian, saya akan menjawab hidup saya memiliki perencanaan yang mengalir menuju target.

Membuat perencanaan berarti menyusun jadwal, dalam satu hari apa saja kegiatan yang akan saya lakukan. Bahkan untuk satu minggu, satu bulan dan satu tahun. Sehingga tindakan-tindakan yang dilakukan selalu terkendali dan terarah menuju target hidup. Akan tetapi dalam perjalanannya, terkadang banyak terjadi hal-hal di luar perencanaan yang telah disusun. Sebagian orang akhirnya memutuskan tidak perlu membuat perencanaan, mengalir sajalah. Karena membuat perencanaan itu hanya mengekang kebebasan dan menjadi kaku terhadap waktu. Akhirnya tidak perlu membuat perencanaan, jadi mengalir saja. Apa yang ingin dikerjakan saat ini ya dikerjakan. Apa yang disukai dikerjakan. Jika hati dalam kondisi bosan dan malas, ya ditinggalkan. Akibatnya arah hidup kita menjadi tidak jelas, karena kita akan mengikuti ke mana arus yang kuat membawa perjalanan hidup.

Sebenarnya idealisme itu diperlukan, dan tidak boleh ditinggalkan. Idealisme bukanlah hanya untuk masa muda, masa belajar. Tetapi hendaknya dipertahankan hingga akhir hayat. Karena ini menyangkut keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan lahir dan batin di dunia dan akherat. Idealisme yang dimaksud dalam tulisan ini adalah masalah kedisiplinan waktu. Dalam bahasa mudahnya adalah jadwal. Tetaplah kita harus memiliki jadwal yang ideal dalam keseharian. Sehingga hidup akan teratur dan terarah. Tetapi ketika terjadi hal-hal yang mengharuskan kita keluar dari jalur jadwal yang telah ditetapkan, maka sebaiknyalah kita bersikap fleksible. Menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi, asalkan tindakan kita masih dalam rangka target/tujuan hidup.

Contoh yang ada di alam adalah misalnya adalah kawat yang dialiri listrik. Idealnya adalah energi listrik yang masuk akan sama dengan energi listrik yang keluar. Namun pada kenyataannya akan berkurang. Sebagian menghilang menjadi panas akibat jauhnya perjalanan listrik dalam kawat. Tetapi bukan berarti ini diabaikan. Manusia berusaha meminimalkan energi yang hilang ini dengan berbagai cara. Misalnya memperpendek panjang kawat dan mengecilkan hambatan kawat. Walaupun tetap akan ada energi yang terbuang, namun tidak terlalu berpengaruh terhadap kebutuhan energi. Karena jumlahnya yang kecil.

Jadi, perencanaan tetap diperlukan sebagai acuan. Walaupun dalam pelaksanaannya tidak 100% sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Tetapi itu lebih baik, daripada tidak membuat rencana sama sekali, sehingga arah hidup menjadi tidak jelas. Namun kelenturan dalam menyikapi jadwal dalam kondisi tertentu diperlukan agar kita tidak menjadi kaku. Karena ketika kita berencana, Allah juga berencana terhadap diri kita.

Kesimpulannya, kita membuat rencana dan mengalir dalam melaksanakannya. Punya pendapat lain? Silahkan isi komentarnya di bawah ini, terima kasih...

Sunday, August 7, 2011

Amal yang Tidak Terputus

Manusia modern abad ini selalu mencari cara untuk membuat suatu sistem yang bekerja secara otomatis dan menghasilkan keuntungan bagi dirinya sendiri. Sistem yang tetap bekerja dan memberikan kesejahteraan walaupun ia tidak berkecimpung lagi di dalamnya. Ini adalah sistem dalam bidang ekonomi yang sering disebut sebagai passive income.

Passive income adalah penghasilan yang terus mengalir walaupun seseorang sudah tidak bekerja lagi. Ini adalah cara cerdas manusia dalam mengefektifkan dan mengefisienkan waktu. Robert Kiyosaki mengenalkan teori Cashflow Quadrant yang membagi manusia dalam empat quadrant dalam memperoleh penghasilan. Yaitu tipe pegawai, pekerja lepas, pemilik usaha, dan penanam modal. Quadrant keempat adalah yang tertinggi, di mana seseorang tidak perlu bekerja lagi untuk mendapatkan penghasilan, karena sudah terbentuk sebuah sistem yang bekerja 24 jam menghasilkan profit bagi dirinya. Namun teori Cashflow Quadrant ini hanyalah untuk kesejahteraan di dunia.

Ternyata 14 abad yang lalu, jauh sebelum Robert Kiyosaki mempopulerkan teori Cashflow Quadrant, Rasulullah Muhammad SAW telah mengenalkannya, walaupun bukan dalam bidang ekonomi, tetapi jauh lebih luas lagi menembus dimensi alam dunia hingga alam kubur dan akherat. Ini dapat dibaca dalam hadits Hadits riwayat Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad:

عَنْ أبِى هُرَيْرَة (ر) أنَّ رَسُول الله .صَ. قَالَ: إذَا مَاتَ الإنسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ:

صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ, اَووَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُولَهُ (رواه ابو داود)


“Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat sesudahnya atau anak yang shalih yang mendo’akannya”.

Dalam bidang amal, ternyata terdapat juga teori Cashflow Quadrant ini. Ketika kita berbuat suatu amal kebaikan misalnya, maka kita mendapatkan pahala. Namun ketika kita tidak melakukannya, tentu tidak mendapatkan pahala. Apalagi setelah kita mati, terputuslah kesempatan untuk beramal dan mendapatkan pahala. Hanya tinggal menunggu hisab (perhitungan amal), jika lebih banyak kebaikannya, kita akan beruntung. Jika sebaliknya kita merugi. Tetapi ada cara cerdas agar pahala dari suatu amal tsb. akan terus mengalir walaupun kita sedang tidak melakukannya atau karena sudah meninggal dunia. Yaitu dengan mengajarkan amal tsb. kepada orang lain. Mengajarkan ilmu kepada orang lain, tentunya ilmu yang bermanfaat. Maka, setiap seseorang mengamalkan ilmu yang bermanfaat yang didapatkan dari usaha kita mendidiknya, kitapun akan ikut mendapatkan bagian pahalanya. Bagaimana jika banyak orang yang kita ajarkan, dan bagaimana pula jika setiap orang-orang tsb. mengajarkannya lagi. Tentu pahala akan mengalir deras ke pundi-pundi rekening akherat kita. Mirip seperti profit yang didapatkan seorang pengusaha pemasaran jaringan berjenjang yang sukses. Ilmu yang bermanfaat dapat diabadikan dalam bentuk catatan, tulisan, buku dan lain-lain sehingga itu akan menjadi investasi akherat kita.

Selain ilmu yang bermanfaat, dalam hadits tsb. juga disebutkan anak yang sholeh. Suatu ketika di akherat nanti seorang akan merasa heran dengan derajat tinggi yang diperolehnya dari Allah SWT di surga. Padahal ia merasa tidak pernah melakukan suatu amaliyah yang spesial. Ternyata ketinggian derajat itu disebabkan oleh istighfar sang anak yang soleh dan terus mendoakan orang tuanya. Maka, anak adalah investasi kita juga untuk keselamatan di akherat. Maka, mari kita didik dan bekali ia dengan ilmu, terutama ilmu untuk mengenal Sang Pencipta. Jika kita berhasil dan sukses mendidiknya, dengan mengorbankan harta, waktu, uang dan tenaga, maka bersiaplah menerima ketinggian derajat dari Allah SWT.

Yang berikutnya adalah sedekah jariyah. Yaitu suatu sedekah yang pahalanya akan terus mengalir walaupun si pemberi sedekah telah meninggal dunia. Contohnya adalah, mewakafkan sebuah tanah dan membangun sebuah Masjid, mendirikan sebuah yayasan untuk mendidik anak-anak jalanan, membagi-bagikan Al-qur'an, menanam pohon sehingga orang lain dapat menikmati buahnya atau berteduh di bawahnya, dan lain-lain.

Ummat rasulullah Muhammad SAW memang diberikan usia yang pendek. Mungkin antara 60 tahun, dan jika sudah 90 tahun merupakan usia yang cukup panjang. Tidak seperti ummat-ummat terdahulu yang usianya hingga mencapat ratusan. Tetapi bukan berarti usia yang pendek, maka kesempatan beramal dan memperoleh bekal untuk kehidupan di akherat kita menjadi terbatas. Banyak cara-cara cerdas yang sudah diajarkan oleh Rasul, salah satunya dari hadits tsb. di atas. Belum lagi pada bulan Ramadhan kali ini, Allah melipatgandakan pahala amal menjadi sangat besar, bahkan ada suatu malam yang lebih baik dari 1000 bulan, itulah malam lailatul qadar.